15 February 2019

Serangan Panik Menyerang, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Serangan Panik Menyerang, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Halodoc, Jakarta - Serangan panik adalah gelombang rasa takut, panik, atau kecemasan yang datang secara tiba-tiba. Kondisi ini dapat membuat pengidapnya mengalami kesulitan bernapas, berkeringat banyak, gemetar, dan merasakan jantung mereka berbedar kencang. Beberapa orang juga akan mengalami nyeri dada dan perasaan terlepas dari kenyataan atau diri mereka sendiri selama serangan panik, sehingga mereka berpikir bahwa mereka mengalami serangan jantung. Jika mengalami kondisi ini, bagaimana mengatasinya?

Ada beberapa hal yang dapat dicoba ketika gejala serangan panik muncul, yaitu:

1. Gunakan Teknik Pernapasan Dalam

Sementara hiperventilasi adalah gejala serangan panik yang dapat meningkatkan rasa takut, pernapasan dalam dapat mengurangi gejala panik selama serangan. Jika berhasil mengendalikan pernapasan, kemungkinannya kecil untuk mengalami hiperventilasi yang bisa membuat gejala lain menjadi lebih buruk.

Berfokuslah untuk mengambil napas dalam-dalam melalui mulut, merasakan udara perlahan mengisi dada dan perut, lalu perlahan-lahan meninggalkannya lagi. Tarik napas selama empat hitungan, tahan selama satu detik, lalu buang napas selama empat hitungan.

Baca juga: Sering Mudah Panik? Bisa Jadi Serangan Panik

2. Ketahui Datangnya Serangan Panik

Dengan menyadari bahwa kamu mengalami serangan panik alih-alih serangan jantung, kamu dapat mengingatkan diri sendiri bahwa ini sementara, akan berlalu, dan bahwa semua akan baik-baik saja. Singkirkan ketakutan bahwa kamu mungkin sedang sekarat. Ini dapat membantu untuk fokus pada teknik lain untuk mengurangi gejala.

3. Tutup Mata

Beberapa serangan panik datang dari hal-hal yang dapat memicu. Jika kamu berada di lingkungan yang serba cepat dengan banyak rangsangan, ini dapat membuat serangan panik bertambah parah. Untuk mengurangi rangsangan, cobalah tutup mata selama serangan panik berlangsung. Ini dapat menghalangi rangsangan ekstra dan membuatnya lebih mudah untuk fokus pada pernapasan.

4. Berlatih Memfokuskan Pikiran

Karena serangan panik dapat menyebabkan perasaan terlepas atau terpisah dari kenyataan, berlatih untuk memfokuskan pikiran menjadi salah satu hal yang dapat dicoba. Fokus pada sensasi fisik yang dikenal, seperti menggali kaki ke tanah, atau merasakan tekstur celana jeans di tangan. Sensasi-sensasi spesifik ini dapat menempatkan kamu dengan kuat dalam kenyataan dan memberi sesuatu yang objektif untuk menjadi fokus.

Baca juga: Gejala dari Serangan Panik yang Selama Ini Diabaikan

5. Teknik Relaksasi Otot

Sama seperti pernapasan dalam, teknik relaksasi otot dapat membantu menghentikan serangan panik di jalurnya dengan mengendalikan respons tubuh sebanyak mungkin. Relaksasikan satu otot secara bersamaan, mulai dengan sesuatu yang sederhana seperti jari-jari di tangan. Teknik relaksasi otot akan menjadi paling efektif ketika kamu sudah berlatih sebelumnya.

6. Bayangkan Tempat Bahagia dalam Ingatan

Tempat apa yang paling santai di dunia yang bisa dipikirkan? Pantai yang cerah dengan ombak yang lembut? Kabin di pegunungan? Bayangkan diri sedang berada di sana, dan cobalah untuk fokus pada detail sebanyak mungkin. Bayangkan menggali jari-jari kaki ke pasir yang hangat, atau mencium aroma tajam pohon pinus.

7. Selalu Sedia Aromaterapi

Wangi-wangian dari aromaterapi seperti lavender dikenal mampu menenangkan, menghilangkan stres, dan membantu tubuh untuk relaks. Ketika menyadari bahwa kamu rentan terhadap serangan panik, selalu sediakan minyak esensial lavender, atau bila perlu oleskan pada lengan, sehingga ketika terjadi serangan kamu bisa langsung menghirup aromanya.

Baca juga: Inilah Bedanya Gejala Serangan Panik, Manik, dan Psikosis

Itulah sedikit penjelasan tentang hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi serangan panik. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter, psikolog, atau psikiater di aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter, psikolog, atau psikiater yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!