15 November 2018

Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri pada Anak Disleksia

Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri pada Anak Disleksia

Halodoc, Jakarta - Disleksia merupakan sebuah kondisi saat seorang anak mengalami ketidakmampuan belajar akibat kesulitan dalam saat belajar membaca dan menulis. Gangguan ini tidak datang dari ketidakmampuan fisik, seperti masalah penglihatan, tetapi lebih mengarah pada ketidakmampuan otak anak mengolah dan memproses informasi yang sedang dibaca.

Sayangnya para orang tua sering beranggapan bahwa anak-anak usia sekolah yang belum bisa membaca dan menulis merupakan ukuran ketidakmampuan anak mereka. Anak yang sudah bersekolah dan belum lancar membaca dianggap bodoh atau tertinggal padahal bisa saja mereka mengidap disleksia. Kemudian, mereka menjadi tidak percaya diri. Apabila anak sudah didiagnosis penyakit ini, maka orang tua wajib mencari cara meningkatkan kepercayaan diri pada anak disleksia.

Gangguan belajar ini dipicu oleh tidak berfungsinya cerebrum, atau bagian otak yang mengatur aktivitas berpikir dan bergerak. Penyebab utamanya akibat faktor genetik. Namun, dengan pelatihan dan perawatan yang baik, kemampuan membaca pengidap disleksia dapat membaik ketika mereka tumbuh dewasa. Untuk saat ini, orang tua bisa membantu membangun kembali rasa percaya dirinya dengan mengikuti cara meningkatkan kepercayaan diri pada anak disleksia yang disarankan para ahli berikut ini:

Berhenti Menyalahkan Kondisi Anak

Banyak orang tua yang mengharapkan agar anak tumbuh berprestasi. Namun sayangnya dengan kondisi disleksia yang diidap anak, anak akan mengalami gangguan belajar sehingga akan sulit untuk berprestasi di bidang akademik. Cara pertama untuk mengembalikan rasa percaya diri anak disleksia adalah berhenti menyalahkan anak. Menyalahkan anak membuat mereka merasa tertekan bahkan depresi. Alangkah lebih baik jika orang tua berfokus untuk mencari penanganan dan teknik belajar yang tepat bagi mereka.

Menjalin Kerja Sama dengan Guru di Sekolah

Cara meningkatkan kepercayaan diri pada anak disleksia adalah menjalin kerjasama dengan guru. Terangkan pada guru di sekolah bahwa anak mengidap disleksia sehingga mungkin ia harus menerima perhatian khusus. Hal ini perlu dilakukan sebab anak pengidap disleksia akan kesulitan dalam memahami pelajaran yang diberikan oleh guru.

Oleh sebab itu, minta agar anak duduk di barisan paling depan, sehingga guru lebih mudah membimbing anak dalam membaca. Guru menjadi kunci kesuksesan belajar anak sebab hampir sebagian besar anak akan belajar berkat bimbingannya. Selain itu, mintalah agar anak diberi toleransi waktu saat menyelesaikan tugas.

Selalu Dampingi Anak dan Beri Mereka Motivasi

Orang tua wajib mendampingi anak saat ia mengerjakan tugas di rumah. Anak yang mengidap disleksia terkadang merasa tertekan karena materi yang diajarkan di sekolah menjadi semakin sulit, sementara kemampuan mereka seakan berjalan di tempat. Orang tua harus menjadi tempat pertama anak untuk berkeluh kesah.

Orang tua juga wajib memberikan motivasi kepada anak dan membuat kegiatan belajar lebih menyenangkan.

Nah, itu tadi beberapa cara meningkatkan kepercayaan diri pada anak disleksia yang disarankan. Selain itu, apabila anak terlihat semakin baik dalam hal akademis, berikan ia penghargaan. Namun jika kondisinya malah semakin memburuk, kamu bisa mendiskusikannya kepada dokter spesialis anak.

Jangan ragu untuk menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Hubungi dan ceritakan keluhanmu kepada dokter melalui metode Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: