• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Latihan Ini Dapat Bantu Anak Disleksia Lancar Membaca
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Latihan Ini Dapat Bantu Anak Disleksia Lancar Membaca

Latihan Ini Dapat Bantu Anak Disleksia Lancar Membaca

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 03 Maret 2020
Latihan Ini Dapat Bantu Anak Disleksia Lancar MembacaLatihan Ini Dapat Bantu Anak Disleksia Lancar Membaca

Halodoc, Jakarta – Melihat anak kesulitan membaca, jangan langsung diasumsikan karena ia malas, bodoh, atau kurang konsentrasi. Bisa jadi anak mengidap disleksia. Ibu harus tahu bahwa membaca menjadi kegiatan yang paling sulit dilakukan oleh anak dengan kondisi disleksia. Pasalnya, mereka cenderung mengalami kesulitan dalam mengolah informasi dari kalimat yang mereka baca.

Sayangnya, belum diketahui penyebab seorang anak mengalami disleksia selain karena ada perbedaan cara otak bekerja dalam mengartikan atau mengolah informasi. Meski begitu, diyakini ada hubungan antara disleksia dengan faktor genetika. Jika ibu atau ayah memiliki riwayat kelainan ini, maka anak juga dapat memilikinya.

Membaca menjadi aktivitas yang sulit untuk pengidap disleksia karena kegiatan ini melibatkan kemampuan visual dan auditori secara bersamaan. Anak dengan disleksia kerap bingung membedakan antara arah kanan dan kiri, sehingga huruf-huruf yang terlihat mirip, seperti b, d, p, q menjadi sulit dibedakan. Contohnya, anak disleksia sering tertukar kata-kata “kuku” dengan “kaku” karena bentuknya mirip.

Baca juga: 7 Cara Membantu Proses Penyembuhan Disleksia pada Anak

Latihan untuk Membantu Anak Disleksia Lancar Membaca

Jangan kecewa kalau anak mengidap disleksia, karena setiap anak terlahir unik. Ibu hanya membutuhkan waktu untuk mengajari sang buah hati membaca hingga lancar, mungkin salah satu dari tiga metode berikut bisa dicoba:

  1. Metode Multisensori

Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Psychological Studies menyatakan, metode multisensori membangun banyak asosiasi visual-auditori melalui kegiatan kinestetik, mengembangkan rentang perhatian pada detail dalam huruf atau kata, mengurangi rasa bosan, dan meningkatkan keterlibatan anak dalam belajar. Berikut contohnya:

    • Menggunakan Pasir atau Krim

Orangtua bisa menggunakan bantuan pasir atau whipping cream untuk metode ini. Tuangkan pasir atau sebarkan krim pada wadah. Lalu, minta Si Kecil untuk menuliskan kata di atas pasir atau krim menggunakan jari mereka. Sambil menulis, minta ia membaca setiap huruf, lalu sebutkan suku katanya. Kemudian, minta ia menyebutkan kata tersebut.

    • Menggunakan Balok Huruf

Siapkan balok-balok huruf dan berikan warna yang berbeda, misalnya warna kuning untuk kelompok huruf vokal dan warna merah untuk kelompok huruf konsonan. Minta anak untuk menyusun kata menggunakan balok-balok huruf tersebut sambil mengejanya. Kemudian, minta ia untuk menyebutkan kata utuhnya dengan jelas setelah selesai menyusun kata.

Baca juga: Bisakah Disleksia Terjadi pada Orang Dewasa?

    • Baca, Susun,dan Tulis

Mengutip dari laman Understood, cara baca susun, dan tulis juga bisa diterapkan untuk anak disleksia. Di atas selembar karton, buatlah tiga kolom, yaitu BACA, SUSUN, dan TULIS. Siapkan juga spidol dan balok warna-warni. Tuliskan kata yang ingin diajarkan kepada anak di kolom BACA, lalu minta anak untuk mengamati huruf-huruf pembentuk kata tersebut.

Kemudian, minta anak menyusun kata tersebut di kolom SUSUN menggunakan balok huruf warna-warni. Terakhir, minta anak menuliskan kata tersebut di kolom TULIS sambil membacanya.

    • Dinding Kosakata

Cetaklah kata-kata yang sering dipakai dan terlihat di tempat umum, seperti “dari”, “di”, “ke”, “dan”, “saya” dalam ukuran besar dan berwarna-warni, kemudian tempel kata-kata tersebut di dinding kamar anak sesuai dengan urutan alfabetik. Anak secara otomatis sering melihat dan mengingat kata-kata tersebut, sehingga membuatnya lebih lancar membaca.

  1. Metode Fonik

Metode ini bertujuan untuk melatih kemampuan auditori dan visual anak dengan cara menamai huruf sesuai dengan bunyinya. Misalnya, huruf D dibunyikan de, huruf H dibunyikan dengan ha. Pasalnya, anak dengan disleksia bisa berpikir kata “es krim” hanya terdiri dari “s” dan “krim”.

    • Membedah Kata

Pertama, tentukan satu kata yang ingin diajarkan kepada anak. Tulis kata tersebut di sebuah papan, lalu baca dengan jelas. Kemudian, minta anak untuk mengeja setiap huruf yang membentuk kata tersebut. Tanyakan huruf apa yang ia lihat di awal, tengah, dan akhir kata. Tanyakan juga huruf vokal apa saja yang ada pada kata tersebut. Dengan demikian, anak bisa menganalisis dan memroses kata lebih detail.   

Baca juga: Anak Kesulitan Menghitung, Mungkin Saja Disleksia Matematika

 

  1. Metode Linguistik

Metode ini mengajarkan anak untuk mengenal kata secara utuh. Cara ini efektif agar anak tidak keliru mengenali kata-kata yang mirip. Cara ini juga mendorong anak untuk menyimpulkan sendiri pola hubungan antara huruf dan bunyinya.  

Orangtua bisa memikirkan cara kreatif lainnya yang sesuai dan efektif untuk diterapkan pada sang buah hati yang memiliki disleksia untuk membuatnya lebih lancar membaca. Kalau ibu membutuhkan saran, langsung tanyakan saja pada dokter ahlinya, gunakan aplikasi Halodoc untuk memudahkan ibu berbicara langsung dengan dokter.

 

Referensi:
Nourbakhsh, Seyedmorteza, et al. 2013. The Effects of Multisensory Method and Cognitive Skills Training on Perceptual Performance and Reading Ability among Dyslexic Student in Tehran-Iran. International Journal of Psychological Studies 5(2): 92-99.
Understood. Diakses pada 2020. 8 Multisensory Techniques for Teaching Reading.
WebMD. Diakses pada 2020. If Your Child Has Dyslexia: Tips for Parents.