• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Sederhana Mencegah Kulit Terserang Panu

Cara Sederhana Mencegah Kulit Terserang Panu

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Cara Sederhana Mencegah Kulit Terserang Panu

Halodoc, Jakarta – Kamu pasti sudah tidak asing dengan penyakit panu, penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Ketika jamur penyebab panu menyerang kulit, jamur ini akan mengganggu pigmentasi kulit, sehingga menghasilkan bercak kecil yang berubah warna. Bercak ini umumnya berwarna lebih terang atau lebih gelap dari kulit di sekitarnya.

Panu atau dalam dunia medis disebut sebagai tinea versikolor sering kali menyerang remaja dan dewasa muda. Paparan sinar matahari dapat membuat panu lebih terlihat jelas, sehingga bisa mengganggu penampilan pengidapnya. Kalau kamu tidak ingin terserang panu, sebaiknya cegah dengan cara berikut.

Baca juga: 7 Cara Pencegahan Penyakit Panu

Tips Mencegah Kulit Terserang Panu

Cara terbaik untuk mencegah panu adalah dengan menjaga kebersihan kulit dengan baik. Jamur penyebab infeksi ini bisa muncul secara alami tanpa ada pemicu tertentu. Jadi, rutin mandi dan mengeringkan kulit dengan benar dapat menurunkan risiko infeksi. Jika kamu memiliki riwayat panu, dokter biasanya akan menyarankan kamu untuk menggunakan sabun yang mengandung:

  • Selenium sulfide 2,5 persen dalam bentuk losion atau sampo.
  • Krim, gel, atau sampo yang mengandung ketoconazole. 
  • Itraconazole yang tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, atau larutan oral.
  • Tablet flukonazol atau larutan oral.

Tanda Kulit Terserang Panu

Ciri utama penyakit panu adalah area kulit yang berbeda warna dari kulit di sekitarnya. Tanda dan gejala lainnya, yaitu:

  • Bercak yang bisa berwarna putih, merah muda, merah, atau cokelat dan bisa lebih terang atau lebih gelap dari kulit di sekitarnya.
  • Bintik-bintik yang tidak menjadi cokelat seperti bagian kulit lainnya.
  • Bintik-bintik yang dapat muncul di mana saja di tubuh, tetapi paling sering terlihat di leher, dada, punggung, dan lengan.
  • Bintik-bintik tersebut mungkin hilang saat cuaca dingin dan menjadi lebih buruk saat cuaca terasa hangat dan lembap. 
  • Bercak bisa kering dan bersisik dan mungkin gatal atau sakit.

Kalau kamu mengalami tanda-tanda ini, sebaiknya hubungi dokter lewat aplikasi Halodoc untuk memastikannya kembali dan mendapat obat-obatan yang tepat. Lewat aplikasi ini, kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Baca juga: Panu Bisa Disembuhkan dengan Pola Makan?

Perawatan Rumahan untuk Atasi Panu

Selain menggunakan obat-obatan, ada perawatan sederhana lain yang perlu kamu lakukan agar panu cepat sembuh atau tidak kambuh kembali. Panu bisa muncul kembali karena jamur yang menyebabkan infeksi adalah jamur normal yang hidup di kulit. Obat-obatan yang sudah diresepkan oleh dokter dapat digunakan seminggu sekali selama 10 menit dalam beberapa bulan untuk membantu mencegah panu datang kembali. Berikut beberapa tips yang perlu kamu coba saat terserang panu:

  • Hindari menggunakan produk kulit yang terlalu berminyak.
  • Kurangi paparan sinar matahari. Paparan sinar matahari dapat memicu atau memperburuk panu serta membuat ruam lebih terlihat.
  • Jika harus keluar rumah di bawah sinar matahari, pertimbangkan untuk menggunakan sabun antijamur setiap hari selama beberapa hari sebelum terpapar sinar matahari.
  • Pakai tabir surya setiap hari dengan SPF minimal 30. Pastikan tabir surya memiliki formula yang tidak berminyak.
  • Jangan memakai pakaian ketat.
  • Kenakan kain yang membuat kulit bisa bernafas dan menyerap keringat, seperti katun.

Baca juga: Ketahui 4 Obat Panu yang Bisa Digunakan di Rumah

Itulah beberapa tips perawatan sederhana yang perlu kamu lakukan saat terserang panu atau untuk mencegah panu timbul kembali. Beberapa orang meyakini bahwa penyakit panu menular. Padahal, penyakit ini sama sekali tidak menular, sehingga kamu tidak perlu khawatir tertular maupun menularkannya ke orang lain. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Tinea versicolor.
WebMD. Diakses pada 2020. Tinea versicolor.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Tinea Versicolor: Prevention.