• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Tepat Mengatasi Depresi Pasca Melahirkan

Cara Tepat Mengatasi Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Lahirnya Si Kecil ke dunia memicu percampuran emosi yang kuat dari kegembiraan menjadi kecemasan. Ketika rasa cemas ini menjadi lebih dalam, ibu berisiko mengalami depresi. Baby blues adalah istilah yang sering dipakai ketika ibu mengalami kecemasan berlebihan setelah persalinan. 

Ibu yang mengalami baby blues umumnya ditandai dengan perubahan suasana hati, mudah menangis, kecemasan dan sulit tidur. Kondisi ini biasanya dimulai dalam dua hingga tiga hari pertama setelah melahirkan dan dapat berlangsung hingga dua minggu.

Ketika depresi yang dialami ibu menjadi lebih parah dan berlangsung lebih lama, maka kondisinya dikenal sebagai depresi postpartum. Perawatan segera dapat membantu ibu mengelola gejala dan membantu menjalin ikatan dengan Si Kecil.

Baca juga: Mengenal 3 Jenis Depresi Pasca-Melahirkan

Cara Mengatasi Depresi Pasca Melahirkan

Melansir dari Mayo Clinic, ada dua perawatan utama untuk mengatasi depresi pascapersalinan, yaitu:

  • Pengobatan

Dokter biasanya memberikan obat antidepresan yang mengubah bahan kimia yang ada di otak mengatur suasana hati. Obat ini tidak langsung bekerja dalam sekali minum. Ibu perlu mengonsumsinya selama beberapa minggu sebelum hasilnya terlihat. Beberapa orang memiliki efek samping saat mengambil antidepresan, seperti kelelahan, penurunan gairah seks dan pusing.

Beberapa antidepresan aman dikonsumsi selama menyusui. Namun, pastikan untuk memberi tahu dokter terlebih dahulu jika ibu ingin menyusui. Jika kadar estrogen ibu rendah, dokter bisa merekomendasikan terapi hormon.

  • Terapi

Terapi konseling untuk menangani depresi yang ibu alami akan didampingi oleh psikiater, psikolog, atau profesional kesehatan mental lainnya. Terapi membantu ibu memahami pikiran negatif dan belajar strategi untuk mengatasinya.

Perawatan Rumahan untuk Atasi Depresi Pasca Persalinan

Selain perawatan utama, ibu juga perlu melakukan perawatan rumahan supaya depresi yang ibu alami segera mereda. Bagian perawatan ini mungkin sedikit lebih sulit daripada kedengarannya. Selama di rumah, sebaiknya ibu mengurangi aktivitas rumahan yang berat. Ambil waktu sendiri, tetapi jangan mengisolasi diri. 

Hindari penggunaan alkohol maupun obat-obatan terlarang. Sebaliknya, berikan tubuh kesempatan untuk sembuh dengan mengonsumsi makanan seimbang dan berolahraga setiap hari, meskipun hanya berjalan-jalan di sekitar lingkungan. Perawatan rumahan membantu sebagian besar ibu agar merasa lebih baik dalam waktu enam bulan, meskipun itu bisa memakan waktu lebih lama.

Baca juga: 4 Perubahan Bagian Tubuh Pada Wanita Pasca Melahirkan

Selain konsumsi makanan sehat dan olahraga, mendapatkan waktu tidur yang cukup dapat membantu memperbaiki gejala. Pijat, meditasi atau yoga mungkin dapat membantu ibu merasa lebih baik. 

Apakah Depresi Pasca Melahirkan Bisa Dicegah?

Kabar baiknya, depresi pasca persalinan bisa dicegah sejak masa kehamilan. Jika ibu memiliki riwayat depresi sebelumnya, beritahu dokter saat ibu berencana hamil atau segera setelah mengetahui bahwa ibu hamil. Berikut cara mencegah depresi pasca melahirkan, yaitu:

  • Selama kehamilan, dokter akan memantau ibu untuk melihat tanda depresi. Dokter mungkin meminta ibu untuk melengkapi kuesioner tentang depresi selama kehamilan dan setelah melahirkan. Kadang-kadang depresi ringan dapat dikelola dengan kelompok pendukung, konseling atau terapi lain. Pada kasus lain, antidepresan dapat direkomendasikan bahkan selama kehamilan.

  • Setelah bayi lahir, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan awal pascapersalinan untuk mencari apakah ada tanda dan gejala depresi pascapersalinan. Semakin dini terdeteksi, perawatan awal dapat secepatnya dimulai. Jika ibu memiliki riwayat depresi pascapersalinan sebelumnya, dokter akan memberikan perawatan antidepresan atau psikoterapi segera setelah melahirkan.

Baca juga: Cara Jaga Berat Badan Sehat setelah Melahirkan

Kalau ibu masih ingin tahu lebih lanjut mengenai depresi pasca persalinan, diskusikan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc saja. Lewat aplikasi, ibu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja. Download aplikasi sekarang juga!

Referensi :
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Postpartum depression.
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About Postpartum Depression.