27 April 2017

4 Cara Diet Setelah Melahirkan

Halodoc, Jakarta – Masalah berat badan usai melahirkan seringkali membuat sebagian besar wanita frustasi. Tidak mudah melakukan diet setelah melahirkan, terutama bagi ibu menyusui (busui). Untuk menjaga asupan gizi sang buah hati agar selalu terpenuhi, busui wajib mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi dan energi. Tentu saja ini dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh ibu dan si kecil.

Untuk memulai diet setelah melahirkan, ibu tidak perlu membatasi asupan makanan yang dapat berdampak pada kondisi kesehatan si kecil. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk diet setelah melahirkan tanpa mengganggu asupan sehari-hari saat menyusui. Yuk, ikuti 4 trik berikut:

1. Olahraga Teratur
Cara terbaik untuk mengembalikan bentuk tubuh setelah melahirkan adalah dengan melakukan olahraga secara teratur. Diet setelah melahirkan dapat memberikan hasil yang maksimal apabila dibarengi dengan latihan fisik. Di sela kesibukan mengurus sang buah hati, lakukan latihan untuk mengencangkan otot panggul. Caranya dengan melakukan squat selama 10 detik, lalu lakukan interval selama 10 hingga 20 kali setiap hari.

Olahraga pun bisa dilakukan sambil menjaga dan menghibur si kecil. Ajak si kecil jalan-jalan sambil menggendongnya, lalu jalan dengan kecepatan sedang. Lakukan ini setidaknya tiga kali seminggu selama 30-40 menit. Selain itu, ajak juga sang buah hati untuk berenang bersama. Berenang dapat membuat semua anggota tubuh bergerak sehingga hasilnya bisa sama dengan melakukan olahraga aerobik jika Anda berenang dengan cepat.

2. Pola Makan Sehat
Saat masih menyusui, sangat penting untuk menjaga asupan makanan bagi Anda dan si kecil. Untuk itu, pastikan untuk selalu memenuhi asupan air putih minimal 8 gelas sehari. Asupan air yang cukup untuk tubuh sangat penting karena dehidrasi dapat memperlambat turunnya berat badan. Saat melakukan diet setelah melahirkan, sebaiknya memilih jenis makanan sehat yang tinggi gizi namun rendah kalori.

Anda dapat memilih makanan yang diolah dengan cara direbus dan memiliki kadar gula yang rendah. Untuk membatasi asupan kalori yang masuk dalam tubuh, seimbangkan dengan berjalan kaki secara rutin selama 30 menit untuk membakar 150-200 kalori setiap hari. Lalu, gantikan camilan Anda dengan buah-buahan yang kaya serat. Perbanyak juga konsumsi sayuran untuk memperlancar pencernaan. Beberapa jenis sayur dan buah yang bisa Anda konsumsi saat diet setelah melahirkan adalah:

- Ikan, pilih ikan jenis salmon dan tuna yang kaya akan omega 3. Selain baik untuk tubuh Anda juga baik untuk perkembangan sang buah hati, terutama saat sedang menyusui.
- Telur, kaya akan zinc yang mampu mengatasi perubahan suasana hati. Makanan ini baik untuk mengatasi depresi setelah melahirkan, terutama jika Anda merasa terbebani dengan angka timbangnya yang terus bergerak ke kanan.
- Jeruk, apel, dan anggur bermanfaat sebagai antioksidan serta mengandung vitamin.
- Bayam, brokoli dan katuk mengandung banyak serat dan baik untuk meningkatkan produksi ASI. Saat melakukan diet setelah melahirkan, sayuran berdaun hijau ini dapat membantu untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan.

3. Pilih Pakaian yang Tepat
Saat melakukan diet setelah melahirkan, bentuk tubuh yang paling sulit kembali seperti semula adalah bagian perut. Kalau sudah begini, penampilan jadi terganggu sehingga Anda harus pandai memadupadankan warna agar tetap bisa tampil sempurna. Pilih pula pakaian yang berwarna gelap dan longgar di bagian perut. Hindari juga aksesori di bagian pinggang agar bentuk perut tidak terlihat jelas.

4. Periksa Berat Badan
Saat melakukan diet setelah melahirkan, sebaiknya membuat target berat badan yang diinginkan, namun jangan ekstrim, ya. Misalnya, target dalam satu bulan berat badan berkurang 1kg. Target yang realistis tentunya akan membantu Anda lebih baik untuk termovitasi menurunkan berat badan tanpa harus merasa tertekan. Untuk itu, timbang berat badan setidaknya satu kali seminggu.

Melakukan 4 trik diatas dapat dibarengi dengan berdiskusi langsung secara rutin dengan dokter gizi. Oleh karen itu, tak usah ragu untuk menggunakan pilihan chat, voice call, dan video call dari aplikasi Halodoc. Kini membicarakan masalah kesehatan Anda dapat lebih mudah dan cepat. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play sekarang.