• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Tepat Mengobati Tifus di Rumah

Cara Tepat Mengobati Tifus di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Hati-hati dalam mengonsumsi makanan yang tidak terjamin kebersihannya. Bisa saja makanan tersebut telah terkontaminasi bakteri Salmonella typhi penyebab tifus. Selain dari makanan dan minuman yang terkontaminasi, bakteri ini juga bisa masuk ke tubuh lewat kebiasaan buruk, seperti tidak cuci tangan setelah dari toilet dan sebelum makan. 

Gejala yang timbul akibat tifus adalah demam tinggi, menggigil, sakit kepala, badan lemas, sakit perut, dan sakit tenggorokan. Biasanya, gejala tersebut muncul setelah satu hingga tiga minggu setelah bakteri masuk ke tubuh. Bagaimana cara mengobati tifus? Apakah penyakit ini bisa diobati di rumah?

Baca juga: Kena Tifus, Bolehkah Tetap Beraktivitas Berat?

Begini Cara Tepat Mengobati Tifus di Rumah

Jika gejalanya tidak parah, pengidap tifus tidak selalu akan diopname. Dokter biasanya hanya akan menyarankan rawat jalan dan perawatan rumahan, dengan mengonsumsi obat-obatan yang sudah diresepkan. Namun, kondisi setiap orang bisa berbeda-beda. 

Jadi, sebaiknya jika kamu merasakan gejala tifus, segera download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter lewat chat atau buat janji dengan dokter di rumah sakit, agar bisa menjalani pemeriksaan. Lalu, keputusan apakah harus diopname atau melakukan perawatan rumahan bergantung pada penilaian dokter terhadap kondisi yang dialami. 

Lantas, jika dibolehkan hanya dirawat di rumah, seperti apa langkah perawatan yang bisa dilakukan? Berikut ini tipsnya:

1.Makan Makanan Tinggi Kalori dan Protein

Meski mungkin lidah terasa pahit efek demam, kamu perlu makan yang teratur ketika sedang sakit tifus. Konsumsilah makanan yang tinggi kalori dan protein, agar proses pemulihan berjalan lebih lancar. Makanan tinggi kalori menyediakan cukup energi bagi sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.

Namun, pilihkan jenis makanan tinggi kalori yang menyehatkan, seperti nasi putih, kentang, ubi, alpukat, dan kacang-kacangan. Hindari makanan tinggi kalori yang tidak sehat, seperti makanan siap saji, makanan yang digoreng, berlemak, dan manis. 

Baca juga: Sudah Sembuh, Gejala Tipes Bisa Datang Lagi?

Sementara itu, asupan protein selama sakit tifus bermanfaat untuk mempercepat masa penyembuhan dari infeksi. Tubuh membutuhkan protein untuk menghasilkan sel-sel baru san sehat, serta memperbaiki jaringan tubuh yang rusak akibat peradangan infeksi. 

Selain itu, tubuh juga membutuhkan protein untuk menghasilkan enzim, hormon, dan senyawa kimia penting lainnya, untuk mendukung kerja sistem imun dan metabolisme tubuh. Jadi, konsumsilah makanan tinggi protein yang menyehatkan, seperti dada ayam, daging sapi, dan juga telur yang dimasak matang hingga benar-benar matang. 

2.Makan dalam Porsi Kecil tapi Sering

Cara untuk menyiasati menurunnya nafsu makan yaitu makan dalam porsi kecil, tapi sering. Selain bisa memastikan kebutuhan kalori selalu tercukupi selama sakit tifus, makan dalam porsi kecil tapi sering juga bisa mencegah rasa mual akibat makan terlalu banyak. Jadi, makanlah 3-4 suapan setiap 1-2 jam sekali.

3.Banyak Minum Air Putih

Pencegahan komplikasi tifus bisa dilakukan dengan minum air putih yang cukup. Hal ini bermanfaat untuk mencegah dehidrasi akibat demam, diare, atau muntah, ketika sedang sakit tifus. Minumlah minimal 8 gelas air putih per hari, atau bisa juga dengan jus buah dan kuah sup hangat.

4.Istirahat Total

Cutilah dari pekerjaan dan tinggalkan semua aktivitas ketika didiagnosis tifus. Sebab, jika ingin cepat sembuh, kamu perlu istirahat total. Dengan beristirahat, terutama tidur, sel-sel dan jaringan tubuh yang rusak karena infeksi akan bisa diperbaiki dengan cepat. Selain itu, istirahat total juga dapat mencegah penularan tifus pada orang lain. 

Baca juga: Gejala Mirip Tipes, Meningitis Bisa Sebabkan Koma

5.Jaga Kebersihan Diri

Selama mengidap tifus, penting untuk menjaga kebersihan diri, untuk mencegah penyebaran dan penularan penyakit. Pastikan untuk mencuci tangan setelah dari toilet, sebelum makan dan menyiapkan makanan, dengan air mengalir dan sabun. 

Jika hal ini tidak dilakukan, kamu bisa menyebarkan bakteri ke orang lain atau benda di sekitar yang kamu sentuh. Akibatnya, orang lain dapat memiliki risiko tertular penyakit tifus. 

6.Minum Obat Sesuai Dosis dan Jadwal

Selain melakukan langkah-langkah perawatan rumahan yang dijelaskan tadi, penting juga untuk minum obat sesuai dosis dan jadwal yang diberikan dokter. Untuk mengobati tifus, dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk melawan infeksi bakteri, dan obat penurun demam yang perlu diminum secara teratur.

Jika setelah melakukan perawatan rumahan, gejala tifus tak kunjung membaik, sebaiknya segera pergi ke dokter, agar bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What you need to know about typhoid.
WebMD. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.
CDC. Diakses pada 2020. Typhoid Fever - Symptoms and Treatment.
Healthfully. Diakses pada 2020. Food for Typhoid Fever.
WebMD. Diakses pada 2020. The Benefits of Protein. 
Healthline. Diakses pada 2020. The 15 Best Foods to Eat When You're Sick.