• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Cara Virus Corona Menyerang Tubuh

Ini Cara Virus Corona Menyerang Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Sejak wabah virus Corona merebak, banyak orang mulai mempelajari segala sesuatu tentang virus ini, terutama cara penyebarannya. Hal ini bertujuan agar serangan virus Corona dapat dihindari. Namun, tahukah kamu bahwa orang yang sudah terinfeksi virus bisa saja tidak menunjukkan gejala sama sekali dan terlihat sehat-sehat saja. Akibatnya, kamu jadi tidak tahu siapa yang sudah terinfeksi virus dan siapa yang belum, sehingga menyulitkan tindakan pencegahan.

Nyatanya, dampak virus Corona pada tiap orang bisa berbeda-beda. Ada orang yang tidak menunjukkan gejala sama sekali setelah terinfeksi virus, ada juga yang hanya menunjukkan gejala ringan, tetapi tidak sedikit juga orang yang langsung sakit parah setelah terinfeksi virus Corona. Hal ini membuat kita mungkin bertanya-tanya, sebenarnya bagaimana cara virus Corona menyerang tubuh manusia?

Ben Neuman, Ph.D., Kepala Departemen Biologi Texas A&M University-Texarkana, yang sudah meneliti virus Corona selama 24 tahun, mencoba menjelaskan hal ini dengan cara yang sederhana.

Reaksi Sistem Kekebalan Tubuh Terhadap Virus Corona

Tubuh manusia memiliki sistem kekebalan yang selalu memantau dan memeriksa apabila ada sel-sel aneh maupun kuman yang masuk untuk menyebabkan penyakit. Ketika sistem kekebalan tubuh menemukan sebuah sel atau mikroorganisme yang dianggap berbahaya, maka sistem ini akan langsung bereaksi. Begitu juga ketika penyerang seperti virus Corona masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan, biasanya akan langsung mengaktifkan respon imun bawaan untuk melakukan perlawanan biasa pada virus, sampai sistem tersebut bisa menggerakkan respon imun adaptif yang lebih hebat dalam melawan virus. Garis pertahanan kedua ini dapat memberikan perlawanan secara menakjubkan yang melibatkan pembuatan sel pembunuh, yaitu sel T.

Neuman menjelaskan bahwa orang yang selamat dari infeksi virus corona, bila diperiksa darahnya, maka akan ditemukan respon sel pembunuh T yang sangat baik. Dan mereka yang tidak bisa bertahan, biasanya tidak menghasilkan respon sel pembunuh T yang baik.

Virus Corona Bisa Bersembunyi dengan Baik

Seperti jenis virus apapun pada umumnya, virus Corona baru ini atau COVID-19 juga bersifat bebas dan “narsis”. Virus ini ingin membuat sebanyak mungkin replika dirinya. Virus corona menginvasi tubuh dengan cara menempel di sel-sel tubuh kamu, menyuntikkan RNA-nya dan mengubah sel tubuh menjadi virus juga yang akan mereproduksi kembali dirinya sendiri menjadi lebih banyak virus.

Tubuh juga memiliki sistem yang disebut jalur interferon, yang berfungsi untuk mengirim sinyal “minta tolong” dari sistem kekebalan ke sel, ataupun sebaliknya. Nah, virus corona akan berusaha keras untuk membungkam jalur tersebut, sehingga virus bisa bertumbuh dengan tenang. Bila kamu berhasil mengeluarkan sinyal tersebut tepat waktu, maka tubuhmu dapat mematikan virus corona dan membuat respons imun yang sangat baik. Namun, bila tubuh membuat respons yang salah, virus corona yang akan menang.

Baca juga: Kita Semua Vs Virus Corona, Siapa Pemenangnya?

Bukan Hanya Paru-Paru

Virus corona dapat hidup di bagian tubuh manapun. Virus corona suka masuk ke permukaan paru-paru di mana udara dialirkan ke sel-sel tubuh, lalu mereka suka kembali ke tempat asalnya, sehingga ia bisa menginfeksi organ-organ lain juga. Virus ini juga bisa berakhir di aliran darah yang dapat menyebabkan masalah besar, karena dapat menyerang organ-organ vital. seperti jantung, ginjal, hati, dan mengakibatkan kerusakan organ tersebut.

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Paru-Paru saat Terserang Virus Corona

Virus Corona Vs Sistem Kekebalan Tubuh

Orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah harus lebih berhati-hati lagi terhadap virus corona, karena tubuh mereka mungkin sulit menciptakan respons imun yang seimbang untuk melawan virus. Seseorang bisa memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena pernah mendapatkan pengobatan kanker, atau melakukan transplantasi organ atau positif mengidap HIV.

Bukan berarti kamu yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik tidak perlu berhati-hati terhadap virus corona, karena virus jahat ini juga bisa mengakibatkan dampak yang serius. Gejala pernapasan yang seringkali menyertai penyakit ini, terutama dalam kasus yang parah, terjadi karena tubuh kamu berusaha melindungi dirinya sendiri. Ketika virus menginfeksi bagian tengah ke bawah paru-paru, yang mana hal ini suka dilakukan oleh virus ini, maka tubuh akan mengirimkan sel-sel untuk menghentikannya.

Tubuh akan mengambil kebijakan “membumi hanguskan” di mana sel-sel tersebut akan melewati paru-paru dan mencoba menghancurkan virus, sekaligus jaringan yang sehat. Hal ini karena bila tidak ada sel sehat yang tersisa, maka virus tidak bisa berbuat apa-apa.

Meskipun tindakan yang dilakukan sistem kekebalan tubuh tersebut dapat melindungi kamu dari invasi virus, tetapi hal ini juga dapat mengurangi kapasitas paru-paru kamu. Itulah mengapa banyak pengidap infeksi virus corona yang parah akan mengalami gejala pernapasan yang hebat hingga membutuhkan alat bantuan untuk mendapatkan ekstra oksigen ke paru-paru.

Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh adalah Cara Terbaik Melawan Corona

Pemikiran bahwa agar dapat terhindar dari corona atau dapat melawan virus corona dengan baik, maka kamu perlu meningkatkan sistem kekebalan tubuh semaksimal mungkin, sebenarnya tidak terlalu tepat juga. Hal ini karena bila sistem kekebalan terlalu berenergi, maka mungkin saja dapat mengakibatkan tubuh untuk menyerang dirinya sendiri, seperti yang terjadi pada kasus autoimun. Jadi, yang perlu kamu lakukan hanyalah memastikan setidaknya sistem kekebalan tubuh dalam kondisi yang optimal dengan makan-makanan yang sehat, cukup beristirahat, dan rajin berolahraga.

Baca juga: Kasusnya Meningkat, Ini 6 Cara Perkuat Sistem Imun Tangkal Virus Corona

Itulah penjelasan mengenai carai virus corona bekerja dalam tubuh manusia. Bila kamu ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai virus corona, tanyakan saja langsung pada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk bertanya apa saja seputar kesehatan kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Prevention. Diakses pada 2020. An Expert Explains How Coronavirus Actually Behaves Inside Your Body.