5 Komplikasi yang Diakibatkan Trauma Kepala Ringan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
5 komplikasi yang diakibatkan trauma kepala ringan

Halodoc, Jakarta – Kamu masih sering bandel dengan tidak mengenakan helm saat berkendara dengan motor? Sebaiknya, mulai ubah kebiasaan yang tidak baik tersebut. Selain penting untuk keselamatan kamu, menggunakan helm untuk melindungi kepala saat berkendara juga bisa mencegah kamu dari trauma kepala ringan bila sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pasalnya, kepala yang merupakan tempat di mana otak berada itu sangat rapuh terhadap benturan.

Bila kepala sampai terbentur sesuatu yang keras, misalnya karena kecelakaan atau jatuh, maka bisa menyebabkan kamu mengalami trauma kepala ringan. Walaupun sebutannya trauma kepala ringan, nyatanya kondisi ini bisa memicu terjadinya komplikasi yang serius lho. Jadi, jangan anggap remeh, ini komplikasi yang bisa terjadi akibat trauma kepala ringan.

Apa Itu Trauma Kepala Ringan?

Trauma kepala ringan adalah kondisi ketika seseorang mengalami cedera ringan di kepala. Cedera tersebut bisa disebabkan karena kecelakaan, tertimpa benda yang jatuh, dipukul, ataupun kepala terbentur sesuatu saat terjatuh. Ringan atau beratnya kondisi cedera kepala yang dialami seseorang ditentukan dari nilai Glasgow Coma Scale (GCS).

GCS merupakan nilai yang menunjukkan tingkat kesadaran pengidap berdasarkan respon-respon yang diberikannya. Pengidap yang mengalami cedera kepala akan diminta untuk membuka mata, bergerak, dan berbicara untuk mengukur seberapa parah cederanya. Nilai tertinggi adalah 15 yang berarti pengidap memiliki kesadaran penuh. Sedangkan nilai terendah adalah 3, yang berarti pengidap mengalami kondisi koma.

Baca juga: Risiko Fatal di Balik Cedera Kepala

Komplikasi Akibat Trauma Kepala Ringan

Trauma kepala ringan sebaiknya tidak disepelekan, karena benturan yang keras pada kepala bisa memicu terjadinya komplikasi serius berikut:

1. Gegar Otak

Gegar otak bisa memengaruhi fungsi otak seseorang, namun jarang menyebabkan kerusakan permanen. Tapi sayangnya, gegar otak seringkali tidak disadari karena sebagian besar orang yang mengalami cedera kepala masih tetap sadar. Seiring berjalannya waktu, orang yang mengalami gegar otak akan mulai merasakan gejala-gejala berupa kehilangan keseimbangan, perubahan emosi, migren, sampai amnesia. Sebaiknya, segera periksakan diri ke dokter bila kamu mengalami gejala gegar otak tersebut.

2. Epilepsi

Trauma kepala ringan yang tidak segera ditangani bisa berkembang menjadi semakin parah  dan berpotensi tinggi menyebabkan epilepsi. Gangguan pada sistem saraf pusat (neurologis) ini ditandai dengan gejala berupa kejang sampai hilang kesadaran.

3. Sindrom Cedera Otak Kedua

Komplikasi pembengkakan otak yang berkembang sangat cepat dan bersifat fatal, biasanya terjadi pada cedera otak kedua. Cedera ini terjadi tidak lama setelah gegar otak pertama, di mana pengidap gegar otak belum sepenuhnya pulih.

4. Penumpukan Efek Akibat Cedera Otak

Cedera otak yang terjadi berulang kali dapat menyebabkan penumpukan gangguan fungsi otak yang dapat bersifat permanen pada pengidapnya.

5. Vertigo dan Sakit Kepala

Komplikasi ini bisa dialami oleh pengidap selama satu minggu hingga beberapa bulan setelah mengalami cedera otak.

Baca juga: Penanganan Pertama pada Trauma Kepala Ringan Pasca Terbentur

Pengobatan Trauma Kepala Ringan

Trauma kepala ringan umumnya bisa sembuh tanpa penanganan khusus. Pengidap hanya dianjurkan untuk beristirahat saja untuk mempercepat proses pemulihan. Tapi, kondisi pengidap tetap perlu dipantau selama 24 jam pertama setelah mengalami cedera, untuk memastikan gejala tidak memburuk atau adanya gejala baru yang muncul. Berikut gejala-gejala yang perlu diwaspadai selama 24 jam pertama:

  • Kejang

  • Penglihatan berbayang atau tidak jelas

  • Keluar cairan bening dari hidung atau telinga

  • Kesulitan untuk berbicara dan memahami orang lain

  • Hilang keseimbangan atau sulit berjalan dengan normal

  • Pingsan, baik hanya sesaat maupun dalam waktu yang cukup lama.

  • Amnesia

  • Tubuh terasa sangat lemas

  • Rasa kantuk yang berlebihan

  • Sakit kepala yang semakin parah

Kamu dianjurkan untuk segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut bila mengalami salah satu dari gejala di atas.

Baca juga: Jika Terjadi 9 Gejala Ini Ketika Trauma Kepala Ringan, Segera Periksa ke Dokter

Nah, itulah beberapa komplikasi serius yang bisa terjadi akibat trauma kepala ringan. Jadi, bila kamu baru saja mengalami cedera kepala dan jadi sering merasa pusing setelahnya, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pengobatan sedini mungkin sebelum kondisi cedera kepala semakin parah. Kamu bisa membeli obat sakit kepala yang kamu butuhkan di Halodoc lho. Enggak perlu repot-repot keluar rumah, tinggal order saja lewat fitur Apotik Antar, dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.