31 March 2019

Cegah Adenoiditis dengan Pola Hidup Sehat

Cegah Adenoiditis dengan Pola Hidup Sehat

Halodoc, Jakarta - Adenoiditis adalah kondisi saat area adenoid yaitu kumpulan otot limfatik yang membesar, terletak di antara belakang hidung dan tenggorokan mengalami peradangan dan infeksi. Kondisi ini lebih umum menyerang anak-anak.

Layaknya amandel, adenoid bekerja sebagai penyaring, ia mencegah kuman agar tidak memasuki tubuh melalui hidung dan mulut. Adenoid dapat dilihat dengan alat khusus. Adenoid akan mengecil seiring anak beranjak dewasa. Karena tugas dari adenoid adalah melawan bakteri, mereka bisa saja tidak mampu melawan infeksi tersebut dan menyebabkan peradangan.

Saat anak mengalami sakit tenggorokan, terkadang tonsil alias amandel di dalam mulut juga dapat terinfeksi. Adenoid yang terletak lebih tinggi di dalam mulut, di belakang hidung dan langit-langit mulut, tidak luput dari infeksi ini. Kondisi ini membuat napas lebih sulit dan berujung pada infeksi pernapasan berulang.

Baca Juga: Lebih Sering Dialami Anak-Anak, Kenali Penyebab Adenoiditis

Mencegah Adenoiditis

Adenoiditis terjadi karena infeksi bakteri atau virus, maka pencegahan bisa dilakukan dengan beberapa cara ini, yaitu:

  • Konsumsi Makanan Sehat

Makanan sehat adalah kunci mencegah penyakit apa pun. Sebaiknya anak menghindari makanan yang memicu amandel, seperti makanan pedas, makanan kalengan, gorengan, makanan yang terlalu panas dan dingin, makanan yang terlalu asin dan asam, serta makanan yang kurang terjamin kebersihannya. Sebagai gantinya, pastikan bahwa anak mendapat buah dan sayur untuk memenuhi semua nutrisi yang ia butuhkan.

  • Minum Banyak Cairan

Supaya tidak mudah terkena penyakit adenoiditis, kamu wajib menjaga tenggorokan agar tetap lembap. Area adenoiditis yang kering menyebabkan rasa perih. Pastikan anak banyak minum air putih untuk menjaga hidrasi. Anak juga boleh minum air hangat agar tenggorokan lebih tenang dan air dingin untuk meredakan rasa nyeri. Kamu bisa memilih sendiri mana yang paling nyaman buat tenggorokan.

Baca Juga: Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Terserang Adenoiditis

  • Cukup Tidur

Sebaiknya anak selalu mendapatkan istirahat yang cukup agar kondisi anak selalu prima. Tidur cukup juga bisa mempercepat proses penyembuhan. Tubuh yang sedang mengalami infeksi membutuhkan banyak energi untuk melawan bakteri. Karena itu, meski aktivitas cukup padat, usahakan agar jam tidur tetap terjaga.   

  • Melakukan Hal yang Higienis

Caranya dengan menggunakan alat makan sendiri, mencuci bersih tempat makan dan minum, rajin cuci tangan dengan sabun sebelum beraktivitas, dan sebagainya.

Pengobatan Adenoiditis

Pada banyak kasus, adenoiditis sembuh dengan pemberian antibiotik. Jika infeksinya terlalu sering, antibiotiknya tidak bekerja, atau jika anak memiliki masalah pernapasan, prosedur operasi bernama adenoidektomi direkomendasikan untuk menghilangkan adenoid. Saat melakukan tindakan ini, disarankan juga untuk mengoperasi amandel bersamaan.

Setelah adenoidektomi, pasien mengalami demam rendah dan sakit tenggorokan, yang dapat menyebabkan pernapasan melalui mulut. Sebagai tambahan, keropeng putih biasanya akan muncul di dekat area yang diobati. Kebanyakan secara otomatis mengelupas setelah 10 hari operasi. Sangatlah penting bagi anak untuk tidak mengelupasnya sendiri. Anak diharapkan memiliki sedikit bercak darah pada hidung atau mulut. Jika terlihat bercak darah merah terang atau anak mengalami bunyi menciut-ciut, kamu harus membawa anak segera ke rumah sakit.

Baca Juga: Awas, Ini 5 Komplikasi dari Adenoiditis

Itulah cara mencegah adenoiditis yang bisa dilakukan melalui pola hidup sehat. Kalau kamu mengidap adenoiditis, jangan ragu berdiskusi pada dokter Halodoc tentang cara penanganan yang tepat. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera  download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!