08 May 2018

Cegah Sesak Napas saat Olahraga

Cegah Sesak Napas saat Olahraga

Halodoc, Jakarta – Tubuh lemas dan sesak napas adalah keluhan umum saat olahraga. Kondisi ini muncul sebagai tanda bahwa kamu harus beristirahat atau memperlambat ritme olahraga yang sedang dilakukan. Jika dibiarkan, sesak napas bisa membuat tubuh kekurangan oksigen sehingga menyebabkan pusing, mual, dan pingsan.

(Baca juga : Dosis Olahraga yang Dianjurkan agar Tetap Sehat)

Ada banyak faktor yang menyebabkan sesak napas saat olahraga. Di antaranya adalah dehidrasi, kurangnya asupan makanan sebelum olahraga, beban olahraga yang berlebih, hingga adanya gangguan saluran napas. Kabar baiknya, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah sesak napas saat olahraga. Apa saja?

1. Pemanasan dan Pendinginan

Selain mencegah cedera, pemanasan dan pendinginan juga dapat mencegah sesak napas. Ini karena keduanya bisa membantu memperlancar peredaran darah, menormalkan kinerja jantung, dan melemaskan otot-otot tubuh. Kamu bisa melakukan gerakan ringan seperti peregangan tubuh dan jalan santai setidaknya 5-10 menit sebelum memulai dan di akhir olahraga. Jika kamu belum tahu bagaimana gerakan pemanasan dan pendinginan, banyak video di internet yang bisa kamu jadikan panduan.

2. Lakukan Pernapasan Perut

Saat berolahraga, kamu dianjurkan untuk melakukan pernapasan perut. Ini dilakukan untuk membantu paru-paru menyerap setiap tarikan napas sehingga kamu bisa bernapas lega dan terhindar dari sesak napas. Cara melakukannya cukup mudah. Kamu hanya perlu bernapas dalam-dalam pada posisi diam, tarik napas sepenuhnya, lalu turunkan bahu perlahan sambil mengembuskan napas. Untuk memastikan apakah kamu melakukannya dengan benar, kamu bisa menyentuh perut dan rasakan pergerakan perut saat kamu mengambil napas. Jika perut kamu bergerak naik-turun, maka kamu sudah melakukan pernapasan perut dengan benar.

3. Pilih Olahraga yang Tidak Terlalu Berat

Meskipun olahraga baik untuk kesehatan, kamu tetap perlu menyesuaikan jenis olahraga dengan kemampuan tubuh. Sebab bagi sebagian orang, jenis olahraga tertentu bisa mempercepat ritme napas dan menyebabkan sesak napas. Misalkan lari jarak jauh, basket, dan sepak bola. Sebagai gantinya, kamu bisa memilih jenis olahraga yang tidak terlalu berat dan memberikan kamu kesempatan untuk mengatur napas. Misalkan jogging, sprint, yoga, bulu tangkis, voli, dan olahraga lainnya.

4. Olahraga di Lingkungan yang Hangat dan Cukup Lembap

Jika cuaca dingin, sebaiknya kamu berolahraga di dalam ruangan dengan suhu yang lebih hangat dan cukup lembap. Sebab, berolahraga di lingkungan kering dan dingin bisa memicu penyempitan saluran napas, sehingga membuat kamu kesulitan untuk bernapas (sesak napas). Oleh karena itu, saat kamu berolahraga di lingkungan dingin dan kering, kamu dianjurkan untuk menutup hidung dan mulut agar udara di sekitarnya tetap hangat dan lembap.

5. Perhatikan Kecepatan Berlari

Lari yang terlalu cepat bisa menyebabkan sesak napas. Oleh karena itu, kamu perlu mengatur ritme dan kecepatan berlari. Kamu bisa mengeceknya dengan berbicara saat berlari. Jika kamu kesulitan, maka kamu perlu mengurangi kecepatan lari atau menggabungkan aktivitas lari dan jalan dalam satu waktu. Misalnya dengan mengatur waktu interval berlari selama 5 menit dan berjalan selama 1 menit. Lakukan urutan ini secara berulang untuk mencegah terjadinya sesak napas saat olahraga.

Selain sesak napas, kamu juga rentan mengalami cedera saat olahraga. Tapi tidak perlu khawatir, kamu bisa bertanya ke dokter Halodoc  tentang pertolongan pertama saat cedera. Kamu bisa memanfaatkan fitur Contact Doctor di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call. Jadi, yuk download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play. (Baca juga : Harus Tahu, Pentingnya Pemanasan dan Pendingan Dalam Olahraga)