Cegah Tamponade Jantung dengan Beberapa Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Cegah Tamponade Jantung dengan Beberapa Cara Ini

Halodoc, Jakarta - Kesehatan jantung sangat penting untuk dijaga, karena jika mengalami gangguan dapat membahayakan tubuh seseorang bahkan mengancam nyawa seseorang. Salah satu gangguan yang wajib diwaspadai adalah tamponade jantung.

Seseorang yang mengalami tamponade jantung akan menimbulkan gejala, seperti nyeri dada yang terasa hingga leher, bahu, dan punggung. Gangguan ini menyebabkan gagal jantung yang dapat berujung pada kematian. Maka dari itu, kamu harus tahu cara untuk mencegah tamponade jantung terjadi.

Kemungkinannya kecil untuk mencegah semua kasus yang menyebabkan seseorang mengalami tamponade jantung. Namun, gangguan ini pada jenis yang akut tidak dapat dicegah. Kondisi ini berbahaya jika terjadi. Berikut ini cara untuk mencegah terjadinya tamponade jantung, yaitu:

  • Mengurangi terkena paparan infeksi dari bakteri atau virus;

  • Mengatasi kondisi medis tertentu, seperti lupus dan hipotiroidisme;

  • Senantiasa melindungi kesehatan jantung dengan melakukan diet seimbang dan berolahraga secara teratur;

  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin;

  • Berhenti merokok;

  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang;

  • Kurangi konsumsi makanan berlemak, santan, dan berminyak;

  • Tidak mengonsumsi alkohol.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait cara untuk mencegah terjadinya tamponade jantung, dokter dari Halodoc dapat membantu mengatasi kebingungan kamu. Caranya, kamu hanya perlu untuk download aplikasi Halodoc di smartphone kamu melalui Apps Store atau Play Store.

Baca juga: Ketahui 4 Komplikasi dari Kondisi Tamponade Jantung

Penyebab Tamponade Jantung

Seseorang yang terserang gangguan pada jantung ini harus mengetahui penyebabnya agar dapat terhindar dari serangannya. Tamponade jantung umumnya disebabkan oleh penetrasi dari kantung tipis pada jantung atau perikardium. Saat terjadi, cairan pada kantung tersebut dapat menekan fungsi jantung.

Hal tersebut karena rongga di sekitar jantung berisi darah atau cairan tubuh lainnya untuk mengompres jantung. Saat cairan menekan jantung, semakin sedikit darah yang masuk ke jantung. Akhirnya, darah yang mengandung oksigen kekurangan dipompa ke seluruh tubuh. Hal tersebut menyebabkan kamu mengalami syok dan gagal jantung.

Beberapa hal yang sebabkan kamu mengalami tamponade jantung, antara lain:

  • Dada mengalami trauma akibat kecelakaan mobil;

  • Pemasangan alat pacu jantung atau angiografi;

  • Kanker yang telah menyebar ke jantung, seperti kanker payudara atau paru-paru;

  • Aneurisma aorta yang pecah;

  • Mengalami lupus;

  • Mengalami gagal ginjal.

Baca juga: Waspada, Tamponade Jantung Sebabkan Syok Kardiogenik

Cara Diagnosis Tamponade Jantung

Tamponade jantung yang terjadi menyebabkan gangguan yang berbahaya, maka dari itu kamu harus dengan cepat mendapatkan diagnosis dari penyakit tersebut. Awalnya, dokter melakukan pemeriksaan terhadap gejala-gejala yang timbul. Dokter memeriksa tekanan darah orang yang terduga mengidap gangguan ini, mendengar detak jantung, dan memeriksa bagian pembuluh darah agar dapat dilakukan tindakan selanjutnya.

Setelah itu, dokter melakukan pemeriksaan tambahan untuk diagnosis hal tersebut. Berikut ini beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Ekokardiogram

Dokter umumnya melakukan pemeriksaan ekokardiogram jika seseorang diduga mengalami tamponade jantung. Pemeriksaan ini memberikan gambaran jantung yang membantu dokter untuk mendeteksi cairan pada kantung perikardial atau ventrikel yang mengalami kolaps.

Baca juga: 4 Prosedur Pengobatan untuk Atasi Tamponade Jantung

  • Rontgen Dada

Dokter juga bisa melakukan rontgen dada terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap tamponade jantung. Pemeriksaan dengan sinar-X mampu menunjukkan jika jantung sedang tidak normal, terutama karena penumpukan cairan.

Sebaiknya segera lakukan diagnosis yang tepat, sehingga dapat melakukan pencegahan dini agar tidak menimbulkan hal yang membahayakan kesehatan jantung.

Referensi:
Heart.org .Diakses pada 2019.Prevention and Treatment of Pericarditis
Medical News Today.Diakses pada 2019.What to know about cardiac tamponade