Waspada, Tamponade Jantung Sebabkan Syok Kardiogenik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Waspada, Tamponade Jantung Sebabkan Syok Kardiogenik

Halodoc, Jakarta - Pernah dengar tentang tamponade jantung? Namanya mungkin tak sepopuler penyakit jantung lainnya, seperti jantung koroner, tetapi tamponade jantung merupakan kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan medis secepatnya. Apalagi jika kondisi ini sudah menyebabkan syok kardiogenik, yaitu gangguan jantung parah yang membuatnya tidak mampu mencukupi pasokan darah untuk seluruh tubuh.

Secara medis, tamponade jantung dijelaskan sebagai kondisi ketika terjadinya penimbunan darah atau cairan tubuh lainnya di ruang perikardium, yaitu ruang antara jantung dan selaput jantung. Selain syok kardiogenik, tamponade jantung tergolong kondisi berbahaya, karena dapat menyebabkan beberapa komplikasi lain, seperti perdarahan, edema paru, gagal jantung, bahkan kematian.

Baca Juga: Cara Mengetahui Denyut Nadi Normal

Bagaimana Mengetahui Gejala Tamponade Jantung?

Secara umum, tamponade jantung memiliki beberapa gejala, seperti:

  • Hipotensi.

  • Nyeri dada yang menyebar hingga leher, bahu, punggung, atau perut.

  • Sesak napas.

  • Cemas dan gelisah.

  • Pusing, pingsan, atau kehilangan kesadaran.

  • Rasa tidak nyaman yang muncul ketika duduk atau condong ke depan.

  • Lemas.

  • Pucat.

  • Pembengkakan di tungkai atau perut.

  • Jantung berdebar.

Jika kamu mengalami berbagai gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter guna menghindari berbagai komplikasi berbahaya yang mungkin terjadi. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Baca Juga: Denyut Nadi Tidak Normal? Hati-hati Aritmia

Hal-Hal yang Dapat Menyebabkan Tamponade Jantung

Umumnya, tamponade jantung disebabkan oleh tekanan yang sangat kuat pada jantung. Tekanan yang dimaksud dapat disebabkan oleh darah atau cairan tubuh lain yang memenuhi ruang perikardium, yang kemudian menyebabkan ventrikel atau bilik jantung tidak dapat mengembang sepenuhnya.

Akibatnya, akan semakin sedikit darah yang masuk ke jantung, dan semakin sedikit pula darah kaya oksigen yang bisa dipompa ke seluruh tubuh. Kondisi inilah yang memicu terjadinya berbagai komplikasi, seperti syok, gagal jantung, dan kegagalan fungsi organ-organ lain. 

Nah, ada berbagai hal yang dapat menyebabkan terakumulasinya cairan pada perikardium, yaitu:

  • Serangan jantung.

  • Gagal ginjal.

  • Infeksi.

  • Kanker yang menyebar ke selaput perikardium, seperti kanker payudara atau kanker paru-paru.

  • Perikarditis atau peradangan pada perikardium.

  • Lupus.

  • Hipotiroidisme.

  • Radioterapi di bagian dada.

  • Pecahnya aneurisma aorta.

  • Cedera akibat adanya hantaman benda tumpul di bagian dada saat kecelakaan mobil atau lainnya.

  • Luka tembak atau luka tusukan.

Baca Juga: Jangan Diremehkan, Syok Kardiogenik Bisa Sebabkan Koma

Bagaimana Penanganan untuk Tamponade Jantung?

Karena merupakan kondisi gawat darurat, orang yang mengalami tamponade jantung perlu mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Penanganan awal yang biasa dilakukan adalah pemberian oksigen tambahan, serta obat-obatan untuk meringankan beban kerja jantung dan meningkatkan tekanan darah.

Berdasarkan tujuannya, pengobatan tamponade jantung terbagi menjadi 2, yaitu mengurangi tekanan pada jantung dan mengobati penyebabnya. Beberapa prosedur yang akan dilakukan dokter untuk mengurangi tekanan pada jantung adalah:

  • Pericardiocentesis (punksi perikardium). Merupakan prosedur yang dilakukan untuk mengeluarkan cairan dari ruang perikardium dengan menggunakan jarum.

  • Pericardiectomy. Merupakan prosedur operasi yang dilakukan dengan memotong dan menghilangkan sebagian perikardium yang melapisi jantung. Prosedur ini dilakukan untuk mengurangi tekanan pada jantung.

  • Pericardiodesis, yaitu pemberian obat-obatan langsung ke dalam ruang perikardium untuk menempelkan perikardium dengan otot jantung. Prosedur ini biasa dilakukan bila terjadi penumpukan cairan di ruang perikardium (efusi perikardium) secara berulang.

  • Torakotomi. Merupakan prosedur invasif yang dilakukan dokter untuk mengeluarkan gumpalan darah akibat cedera dengan membuka dinding dada.

Referensi:
MedlinePlus. Diakses pada 2019. Cardiac Tamponade.
Healthline. Diakses pada 2019. Cardiac Tamponade.