• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Garam yang Dimasak Bisa Berubah Jadi Racun

Cek Fakta: Garam yang Dimasak Bisa Berubah Jadi Racun

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Cek Fakta: Garam yang Dimasak Bisa Berubah Jadi Racun

“Sejak dahulu kala, garam telah digunakan untuk mengawetkan makanan, dan meningkatkan cita rasa makanan. Garam juga digunakan sebagai pengontrol warna dan bahan untuk proses fermentasi. Namun, benarkah garam yang dimasak bisa berubah menjadi racun?”

Halodoc, Jakarta – Garam menjadi sumber natrium terbesar bagi tubuh. Kandungan di dalamnya terdiri dari 40 persen natrium, dan 60 persen klorida. Keduanya adalah mineral yang bertindak sebagai elektrolit di dalam tubuh. Gunanya sendiri adalah menyeimbangkan cairan dalam tubuh, dan meningkatkan fungsi saraf serta otot tubuh secara keseluruhan.

Dilihat dari fungsinya yang sangat penting, maka kamu perlu memenuhi kebutuhan asupan garam dalam makanan yang dikonsumsi. Pertanyaannya adalah, apakah garam bisa berubah menjadi racun saat dimasak? 

Baca juga: Benarkah Air Kelapa dan Garam Bisa Sembuhkan COVID-19?

Berubah Jadi Racun saat Dimasak?

Garam menjadi pengawet alami yang digunakan sejak dulu untuk mengawetkan ikan, daging, produk susu, serta makanan fermentasi lainnya. Sebelum ditemukan kulkas, garamlah yang digunakan untuk menjaga makanan tetap aman dikonsumsi agar tidak basi atau busuk. Untuk mengawetkan makanan, garam bekerja dengan mendehidrasi sel bakteri, mengubah tekanan osmotik dan menghambat perkembangan pertumbuhan bakteri.

Proses tersebut membuat bakteri membutuhkan waktu yang sangat lama agar bisa merusak makanan. Hal itu dapat menghambat pertumbuhan clostridium botulinum, yaitu bakteri yang bertanggung jawab atas keracunan makanan. Dengan kata lain, garam membantu memperpanjang kesegaran makanan, sehingga awet lebih lama. Apakah dengan begitu makanan menjadi beracun ketika dimasak?

Jawabannya adalah, tidak. Garam terdiri dari kumpulan zat mineral. Proses memasak sendiri tidak akan mengurangi kadar mineral tersebut dalam jumlah besar. Meski jumlahnya berkurang, pengurangan tidak terjadi secara signifikan. Dengan memasaknya, proses tersebut tidak akan mengubah garam menjadi racun, selama diolah dengan bahan yang aman.

Meski tidak berubah menjadi racun, penggunaan garam dalam masakan yang terlalu banyak dapat memberikan dampak tersendiri bagi kesehatan tubuh seseorang. Berikut ini dampak kelebihan garam dalam tubuh:

Baca juga: Alasan Makanan Tinggi Garam Bisa Sebabkan Vertigo

1. Perut Kembung

Perut kembung menjadi salah satu dampak kelebihan garam dalam jangka pendek. Hal tersebut terjadi karena tubuh menahan air, sehingga cairan ekstra menumpuk. Bukan hanya garam saja, makan berlebihan, tidur larut malam, dan terlalu banyak makan junk food bisa memicu perut kembung.

2. Tekanan Darah Tinggi

Terlalu banyak mengonsumsi natrium dapat memicu tekanan darah tinggi. Hal tersebut menjadi salah satu dampak kelebihan garam pada tubuh. Natrium akan membuat perubahan tekanan darah dalam ginjal, sehingga organ tersebut kesulitan untuk membuang cairan yang tidak dibutuhkan. Akibatnya, tekanan darah pun naik.

3. Badan Membengkak

Dampak kelebihan garam selanjutnya adalah badan membengkak. Pembengkakan tersebut terjadi karena terlalu banyak kandungan natrium dalam tubuh. Pembengkakan sendiri biasanya terjadi pada bagian wajah, tangan, kaki, dan pergelangan kaki.

4. Terus-Menerus Haus

Terus-menerus haus menjadi dampak kelebihan garam selanjutnya. Jika belakangan ini kamu terus merasa haus, cobalah untuk mengurangi asupan garam, ya. Jangan lupa untuk terus mengonsumsi banyak air putih guna membantu menetralkan garam dalam tubuh.

Baca juga: Pentingnya Membatasi Garam untuk Pengidap Hipertensi

Meskipun banyak efek jangka pendek yang harus diwaspadai, dampak kelebihan garam juga bisa terjadi dalam jangka panjang. Konsumsi garam secara berlebihan dapat meningkatkan peluang untuk mengidap pembengkakan otot jantung, sakit kepala, gagal jantung, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, batu ginjal, osteoporosis, kanker perut, dan stroke di kemudian hari.

Jika kamu mengalami salah satu dampak kelebihan garam seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, silahkan diskusikan dengan dokter lewat aplikasi Halodoc untuk menentukan langkah perawatan yang tepat. Jika belum memiliki aplikasinya, silahkan download di sini, ya.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Salt Association. Diakses pada 2021. The Role Of Salt In Cooking.
WebMD. Diakses pada 2021. Signs You’re Eating Too Much Salt.
Kompas. Diakses pada 2021. Benarkah Garam Tidak Boleh Dimasak Karena Akan Jadi Racun?