• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pentingnya Membatasi Garam untuk Pengidap Hipertensi

Pentingnya Membatasi Garam untuk Pengidap Hipertensi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pentingnya Membatasi Garam untuk Pengidap Hipertensi

Halodoc, Jakarta – Orang yang mengidap penyakit hipertensi atau yang memiliki riwayat penyakit ini disarankan untuk membatasi asupan garam. Pasalnya, bumbu penyedap rasa makanan ini disebut bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada pembuluh darah dan bisa berujung pada melonjaknya tekanan darah. 

Hipertensi adalah penyakit yang ditandai dengan melonjaknya tekanan darah. Seseorang dikatakan mengalami kondisi ini jika hasil pemeriksaan tekanan darahnya menunjukkan angka 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele, sebab hipertensi bisa menyebabkan jantung dipaksa untuk memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh. 

Baca juga: Tekanan Darah Tinggi Membahayakan Kesehatan, Ini Buktinya

Garam dan Hal Lain yang Harus Dihindari 

Konsumsi garam harus dibatasi pada orang yang mengidap atau memiliki riwayat hipertensi. Pasalnya, terlalu banyak mengonsumsi garam atau makanan yang mengandung garam bisa meningkatkan risiko hipertensi bahkan gangguan pada jantung. Kadar natrium yang terlalu tinggi di dalam aliran darah bisa memberi dampak pada pembuluh darah. 

Peningkatan jumlah total atau volume darah di pembuluh darah akan menyebabkan organ tersebut bekerja lebih keras. Semakin lama, hal tersebut memicu tekanan pada pembuluh darah meningkat dan berimbas pada meningkatnya tekanan darah. Selanjutnya, kondisi tersebut juga akan memberi beban ekstra pada organ hati dan organ vital lainnya. 

Tekanan darah tinggi yang dibiarkan dalam waktu lama dan tidak ditangani dengan tepat bisa memicu kondisi yang lebih parah. Pengidap penyakit ini lebih berisiko mengembangkan penyakit jantung atau stroke. Biar lebih aman, pastikan untuk membatasi asupan garam, bukan menghentikannya sama sekali. Sebab, kekurangan asupan yodium juga bisa mengakibatkan gangguan kesehatan. 

Baca juga: Ini 8 Makanan yang Membuat Hipertensi Kambuh

Biar lebih aman, cobalah untuk membicarakan rencana diet atau pembatasan asupan garam harian pada dokter atau ahli gizi. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menghubungi ahlinya kapan saja melalui Video/Voice Call atau Chat. Kamu juga bisa menyampaikan keluhan kesehatan yang dialami. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Secara umum, pengidap hipertensi disarankan untuk mengonsumsi garam tidak lebih dari satu sendok teh setiap hari. Sebagai gantinya, kamu bisa menambahkan penyedap rasa lain, misalnya cabai untuk meningkatkan rasa makanan. Dengan begitu, penggunaan garam bisa dibatasi dan risiko terjadinya hipertensi bisa dikurangi. 

Selain membatasi asupan garam harian, ada beberapa hal lain yang juga bisa dilakukan untuk mencegah hipertensi, di antaranya: 

  • Menjaga berat badan, sebab berat badan berlebih bisa meningkatkan risiko hipertensi. Agar lebih sehat, pastikan untuk selalu menjaga berat badan ideal. 
  • Rutin berolahraga. Selain bisa membantu mengontrol berat badan, rutin berolahraga juga bisa membantu menjaga kesehatan organ tubuh. Dengan begitu, risiko hipertensi cenderung lebih rendah. Tidak perlu terlalu memaksakan, kamu bisa mencoba melakukan olahraga seperti joging, berjalan kaki, atau bersepeda secara rutin setiap hari. 
  • Konsumsi makanan sehat. Agar terhindar dari hipertensi, tidak hanya asupan garam yang harus dibatasi, tapi juga jenis makanan lain. Biar lebih sehat, pastikan untuk mengonsumsi makanan yang rendah lemak dan kaya serat, seperti sayur dan buah-buahan. 
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol, merokok, serta asupan kafein. Nyatanya, ketiga hal tersebut bisa meningkatkan risiko hipertensi. Merokok memang tidak secara langsung menyebabkan hipertensi, tapi hal ini bisa mengganggu pembuluh darah dan memicu serangan jantung dan stroke. 

Baca juga: Hipertensi Sekunder dan Hipertensi Primer, Apa Bedanya?

Setelah mengetahui hal-hal yang bisa meningkatkan risiko hipertensi, ada baiknya untuk mulai menjauhi dan menerapkan pola hidup sehat. Sebab, hipertensi tidak hanya bisa mengganggu tekanan darah tapi bisa memicu komplikasi yang berbahaya bagi tubuh. 

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2020. Why Should I Limit Sodium?
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. High Blood Pressure (Hypertension).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hypertension.