• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Kelompok Orang yang Berisiko Kekurangan Vitamin D
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Kelompok Orang yang Berisiko Kekurangan Vitamin D

Cek Fakta: Kelompok Orang yang Berisiko Kekurangan Vitamin D

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 14 Januari 2022

“Kekurangan vitamin D sering dikaitkan dengan kondisi dan penyakit tertentu. Meski vitamin D dapat diproduksi dalam tubuh, tapi risiko kekurangan vitamin D tetap ada. Terutama pada kelompok orang tertentu. Contohnya orang yang berkulit gelap, obesitas, hingga tinggal di wilayah yang paparan sinar mataharinya kurang.”

Cek Fakta: Kelompok Orang yang Berisiko Kekurangan Vitamin D

Halodoc, Jakarta – Vitamin D adalah nutrisi penting yang memiliki banyak fungsi di seluruh tubuh. Tidak seperti vitamin lainnya, vitamin D berfungsi seperti hormon. Banyak sel di tubuh yang memiliki reseptor untuk memproduksinya. Tubuh membuatnya dari kolesterol ketika kulit terkena sinar matahari. Namun, vitamin D juga bisa ditemukan dalam makanan tertentu. Contohnya ikan berlemak dan produk susu yang diperkaya. 

Meskipun tubuh bisa memproduksi vitamin D, tapi kondisi kekurangan vitamin D sering kali terjadi. Kekurangan vitamin D sering dikaitkan dengan penyakit tertentu. Beberapa masalah kesehatan mempengaruhi banyak kelompok usia, dan berpotensi terjadi di wilayah geografis tertentu yang tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup. 

Lantas, Siapa saja yang  berisiko kekurangan vitamin D?

  1. Orang Berkulit Gelap

Orang yang memiliki kulit berwarna gelap memiliki risiko tinggi kekurangan vitamin D. Hal tersebut karena mereka memiliki lebih banyak melanin di kulit. Melanin merupakan pigmen yang menurunkan kemampuan untuk mendapatkan vitamin D dari sinar matahari. Melansir Everyday Health, hanya 5 persen orang Afrika-Amerika yang memiliki kadar vitamin D yang cukup dalam darah. 

  1. Pengidap Penyakit Ginjal

Vitamin D dalam tubuh diubah menjadi bentuk aktif di ginjal. Sehingga jika ginjal tidak berfungsi dengan baik, tubuh bisa mengambil dan menyerapnya dalam jumlah cukup. Namun, sayangnya tubuh tidak dapat menggunakannya dengan cara yang sebenarnya dibutuhkan. 

  1. Orang dengan Penyakit Hati

Kekurangan vitamin D dikaitkan dengan penyakit hati berlemak non-alkohol, dimana sel-sel lemak ekstra menumpuk di hati, menyebabkan kerusakan pada organ. Orang dengan penyakit ini, 26 persen lebih mungkin kekurangan nutrisi dibandingkan mereka yang tidak memiliki penyakit. 

  1. Orang yang Memiliki Gangguan Pencernaan

Kondisi ini termasuk penyakit radang usus, penyakit celiac, berbagai gangguan inflamasi atau malabsorpsi, dan bahkan cystic fibrosis. Kondisi tersebut membatasi atau bahkan menghancurkan kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin D dari makanan yang dikonsumsi. 

  1. Tinggal di Wilayah dengan Paparan Sinar Matahari Terbatas

Semakin jauh seseorang dari garis khatulistiwa, semakin berisiko pula seseorang mengalami kekurangan vitamin D akibat sudut sinar matahari. Meskipun kamu berada di daerah yang hangat dan cerah hampir sepanjang tahun, kamu tetap tidak dapat mengandalkan sinar matahari untuk kebutuhan vitamin D sepanjang tahun. Khususnya di bulan-bulan musim dingin, sinar matahari tidak pada panjangan gelombang yang tepat untuk melakukan sintesis vitamin D di kulit. 

  1. Obesitas

Ketika tubuh memiliki lemak yang berlebihan, vitamin D terperangkap di jaringan lemak, yang seharusnya melakukan sirkulasi untuk digunakan. 

  1. Orang yang Menjalani Diet

Seseorang yang menghindari makanan tertentu berisiko mengalami defisiensi nutrisi, termasuk defisiensi vitamin D. 

  1. Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa merupakan kondisi dimana tubuh seseorang tidak mampu mencerna gula susu laktosa. Kondisi ini bisa menyebabkan perut bergas, kembung, dan masalah pencernaan. Sekaligus menempatkan seseorang pada risiko kekurangan vitamin D, karena cenderung tidak mengonsumsi produk susu yang diperkaya. 

Itulah beberapa kondisi orang yang berisiko tinggi mengalami kekurangan vitamin D. Jika kamu termasuk dalam kondisi di atas, dan didiagnosis kekurangan vitamin D, sebaiknya tanyakan pada dokter bagaimana cara untuk mengatasinya.

Jika kamu diberi resep suplemen untuk mengatasi kekurangan vitamin D, kamu bisa cek kebutuhan vitamin di aplikasi Halodoc. Sangat praktis, bukan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2022. Vitamin D Deficiency: Symptoms, Treatments, Causes and More
Everyday Health. Diakses pada 2022. Vitamin D Deficiency: Causes, Signs and Symptoms, Risk Factors, and Consequences
Everyday Health. Diakses pada 2022. 11 Vitamin D Myths and Facts