Cek Kalori Jajanan Favorit Orang Indonesia yang Super Nagih

Cek Kalori Jajanan Favorit Orang Indonesia yang Super Nagih
DIET & NUTRISI 09 March 2018

Halodoc, Jakarta – Ada banyak jajanan favorit orang Indonesia yang bikin nagih. Jajanan favorit ini sudah dipastikan posisinya sebagai camilan sebelum makan. Nah, kalau kamu sengaja makan jananan favorit ini sebagai camilan sebelum makan, kira-kira berapa banyak ya kalorinya?

Makanya, penting agar kamu membatasi jajanan favorit sebelum makan. Jika terlalu kenyang saat mencamil, nantinya bisa buat kamu enggak lagi punya selera makan. Dan perlu diketahui juga kalau jumlah kalori camilan yang dianjurkan adalah sekitar 150-200 kalori.

Lalu apa saja sih jajanan favorit yang jadi langganan tetap camilan kamu? Di Indonesia, ada banyak jajanan favorit yang mudah didapat seperti gorengan atau jajanan lainnya. Dengan keyakinan bahwa  jenis-jenis makanan tersebut tak terlalu mengenyangkan dan tidak mengandung kalori yang terlalu tinggi. Eits, jangan terkecoh. Nyatanya beberapa jenis camilan yang sering jadi pilihan saat lapar ternyata memiliki jumlah kalori yang cukup tinggi, lho. Yuk cek bersama jumlah kalori dari makanan yang sering jadi santapan di sore hari berikut!

  1. Gorengan

Jajanan ini termasuk populer dan banyak digemari. Selain praktis, gorengan memang memiliki rasa yang enak dan cenderung membuat seseorang ketagihan. Namun hati-hati, selain tinggi kalori makanan jenis ini juga mengandung lemak “jahat” yang bisa memicu penyakit kardiovaskular dan kolesterol tinggi.

Pada dasarnya bahan-bahan dalam membuat gorengan adalah jenis makanan yang sehat yaitu, tempe, tahu, ubi dan pisang. Namun cara pengolahan menggunakan tepung, gula, dan minyak menjadikan makanan ini tinggi lemak.

Contohnya pisang goreng, satu buah pisang goreng rata-rata mengandung 2 gram lemak total, termasuk 1 gram lemak jenuh serta 49 miliggram kolesterol. Mengonsumsi pisang goreng menyumbang sekitar 5 persen lemak jenuh dalam tubuh. Gorengan mengandung sampai 140 kalori.

Jadi, penting untuk membatasi konsumsi gorengan jika ingin menjaga kesehatan jantung dan organ tubuh lain. Selain dari itu, tumpukan lemak dari gorengan yang dikonsumsi pun bisa menyebabkan berat badan bertambah.

  1. Pempek

Makanan khas dari Palembang ini juga sering dijadikan pilihan untuk mengganjal perut yang lapar. Namun ternyata ada tumpukan lemak yang bisa mengancam tubuh, lho. Apalagi cara penyajian beberapa jenis pempek adalah digoreng.

Pempek memiliki kandungan 39 kkal (kilokalori), 1 kkal setara dengan 1000 kalori. Pempek juga mengandung 4,72 g karbohidrat, 1,04 g lemak, dan 2,52 gram  protein dalam setiap potong. Makanan ini pun biasa disajikan dengan kuah cuka sebagai pendamping. Nah, selain tinggi kalori, terlalu banyak mengonsumsi pempek pun bisa memicu masalah lambung, lho. Jadi ada baiknya untuk membatasi konsumsi pempek, ya.

  1. Siomai dan Batagor

Meski dikukus, setiap potong siomai yang disajikan mengandung 51 kkal, 6,03 g  karbohidrat, 0,85 gram lemak, dan 4,54 gram protein. Kalau kamu mengonsumsi satu porsi penuh, dengan tambahan kol, kentang dan bumbu kacang, jumlah kalori bisa mencapai 500 kkal.

Sementara pada batagor, dalam satu potong terkandung 58 kkal, 5,83 gram  karbohidrat, 2,98 gram lemak, dan 2,06 g protein. Hal ini bisa lebih parah karena batagor disajikan dengan cara digoreng dan ditambah dengan bumbu kacang.

  1. Biskuit

Biskuit sering dijadikan pilihan camilan yang praktis. Karena makanan ini biasanya sudah berbentuk kemasan tanpa perlu melewati proses lain lagi. Namun, ternyata mengonsumsi biskuit bisa menyumbang hingga 120 kalori ke dalam tubuh.

Meski ada beberapa jenis biskuit yang dilengkapi dengan kandungan protein dan serat, jumlah konsumsinya tetap perlu diperhatikan. Apalagi beberapa produk biskuit mengandung banyak krim, gula dan perasa lain yang bisa memicu kenaikan berat badan.

  1. Martabak Manis

Setiap satu porsi martabak manis mengandung hingga 347 kkal. Selain itu, ada pula kandungan karbohidrat yaitu sekitar 44,66 gram dan 16,12 gram lemak, serta 8,97 gram  protein. Camilan ini nyatanya memiliki kalori yang sangat tinggi. Apalagi sering disajikan dengan tambahan taburan lain, seperti biskuit atau kacang.

Wah, ternyata ada banyak kalori yang “tersembunyi”, ya di camilan yang ada di sekitar kamu. Kalau sudah tahu, coba untuk mengurangi jumlah konsumsinya, ya.

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai Video/Voice Call dan Chat dokter di aplikasi Halodoc saja! Dapatkan saran membeli obat agar terhindar dari penyakit lain dan lebih cepat sembuh. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play.


Rekomendasi Artikel

KECANTIKAN

17 September 2018

Superman Complex dapat berkembang dari perasaan dan kejadian kecil di sekitar kita. Seperti terlalu seringnya ...

Selengkapnya

IBU & ANAK

17 September 2018

Agar perkembangan bicara anak lancar, sebaiknya ibu perlu mengetahui dampak gadget bagi dirinya....

Selengkapnya

KECANTIKAN

17 September 2018

Masih bingung dengan tipe kepribadian? Berikut pengertian introvert, ekstrovert, dan ambivert. ...

Selengkapnya