27 January 2018

Ciri BAB Normal Pada Anak untuk Ketahui Kondisi Kesehatannya

Ciri BAB Normal Pada Anak untuk Ketahui Kondisi Kesehatannya

Halodoc, Jakarta – Kondisi kesehatan buah hati tentunya menjadi hal yang sangat penting bagi setiap orang tua. Pastinya, mereka akan memberikan yang terbaik demi melihat sang anak tumbuh dengan sehat setiap harinya. Bagi kamu yang baru merasakan menjadi orang tua baru, pasti banyak hal yang terkadang masih membingungkan terkait cara menjaga kesehatan anak. Salah satu hal yang membuat orang tua bingung adalah mengenali ciri buang air besar (BAB) normal pada anak.

Secara umum terdapat beberapa ciri BAB normal pada anak yang bisa kamu perhatikan. Ciri BAB normal pada anak bisa dilihat dari tiga faktor, yaitu warna BAB, konsistensi BAB, dan waktu BAB. Untuk lebih lengkapnya, berikut pemaparannya:

Warna Feses

Warna feses terbentuk dari metabolisme sisa makanan, bakteri, dan empedu. Empedu adalah cairan yang dihasilkan oleh hati, yang berfungsi untuk mencerna lemak. Warna kuning kecokelatan pada feses berasal dari empedu. Perlu diketahui, jika bayi yang baru lahir dan mengonsumsi ASI akan menghasilkan warna feses yang berbeda setiap saat, danbergantung pada jenis protein yang dikonsumsi oleh ibunya. Sementara bayi yang mengonsumsi susu formula akan menghasilkan warna feses yang cenderung sama setiap harinya.

Patut diwaspadai jika feses anak yang berwarna putih menandakan feses tersebut tidak normal. Warna feses putih artinya feses tersebut tidak diwarnai oleh empedu. Kemungkinan kondisi tersebut mengindikasikan adanya masalah pada empedu anak kamu.

Ada pula feses berwarna merah, atau feses yang disertai dengan warna merah di mana hal tersebut juga   menandakan ciri BAB yang tidak normal. Warna feses merah diartikan adanya campuran darah di dalam feses tersebut. Kemungkinan yang menjadi penyebab masalah ini adalah adanya infeksi seperti disentri amuba dan disentri basiler, alergi bahan makanan tertentu, dan sumbatan pada usus.

Konsistensi Feses

Untuk anak yang berusia di atas satu tahun, ciri BAB normal yang bisa dilihat yaitu bentuknya seperti selai kacang atau krim kental. Seiring bertambahnya usia dan makanan yang dikonsumsi semakin bervariasi, maka fesesnya pun berubah menyerupai bentuk feses dewasa, yaitu panjang seperti pisang.

Anak juga bisa mengalami sembelit, atau biasa disebut dengan konstipasi dalam dunia medis. Anak yang mengalami konstipasi atau sembelit akan memiliki feses keras dan berbentuk bulat-bulat kecil seperti kotoran kambing dan kelinci. Pada umumnya anak yang mengalami konstipasi akan mengeluh sakit atau nyeri pada lubang dubur setelah ia selesai BAB.

Waktu BAB

Seberapa sering anak buang air besar merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Jika anak kamu buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari atau justru setelah lebih dari 3 hari baru buang air besar, maka kondisi ini menandakan suatu hal yang tidak normal. Anak yang BAB lebih dari 3 kali dalam sehari, dengan bentuk cair dicurigai anak tersebut mengalami diare. Sebaliknya, apabila setelah 3 hari atau lebih anak baru buang air besar sebanyak sekali, maka diduga anak tersebut mengalami sembelit.

Perlu diketahui, jika bayi yang mendapat ASI cenderung jarang mengalami konstipasi karena ASI mengandung semua nutrisi yang tepat untuk menjaga kotoran bayi tetap lembut. Sementara bila bayi yang disusui dengan susu formula cenderung lebih rentan mengalami konstipasi.

Bila kamu khawatir tentang kondisi kotoran anak kamu, tidak ada salahnya untuk menanyakan hal tersebut kepada dokter anak.  Kamu bisa mempercayakan dokter anak yang ada di Halodoc. Di Halodoc kamu bisa menanyakan apapun terkait dengan kesehatan anak melalui chat, voice, dan video call di menu Contact Doctor. Selain itu, kamu juga bisa membeli berbagai kebutuhan medis seperti vitamin dan obat melalui menu Pharmacy Delivery yang akan mengantarkan pesanan kamu tidak lebih dari satu jam. Ayo download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play sekarang juga.

Baca juga : Perhatikan Waktu Tidur Bayi untuk Tumbuh Kembang Si Kecil