Curiga Si Kecil Kena Diabetes Insipidus? Pastikan dengan 3 Tes Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Curiga Si Kecil Kena Diabetes Insipidus? Pastikan dengan 3 Tes Ini

Halodoc, Jakarta - Diabetes insipidus adalah kondisi gangguan kesehatan yang tidak biasa yang menyebabkan tidak seimbangnya cairan dalam tubuh. Akibatnya, seseorang merasa kehausan, meski sudah minum berkali-kali. Tentunya, ginjal akan memproduksi urine dalam jumlah besar yang membuat tubuh selalu ingin buang air kecil.

Gangguan kesehatan ini berbeda dengan diabetes mellitus, meski namanya terdengar hampir mirip. Diabetes mellitus, yang memiliki tipe 1 dan 2, lebih umum terjadi karena tingginya kadar gula dalam darah. Diabetes insipidus terjadi ketika tubuh tidak dapat menyeimbangkan kadar cairan dengan baik.

Ketika sistem pengaturan cairan dalam tubuh berfungsi dengan baik, ginjal membantu menjaga keseimbangan ini. Ginjal akan membuang cairan dari aliran darah. Kemudian, lembah ini disimpan sementara dalam kantong kemih sebagai urine sampai muncul rasa ingin buang air kecil. Tubuh juga membersihkan diri dari kelebihan cairan melalui keringat, pernapasan, atau diare.

Proses ini dibantu oleh hormon vasopresin atau anti-diuretic hormon (ADH), yang berperan untuk mengontrol seberapa cepat atau lambat cairan dalam tubuh dikeluarkan. Hormon ini dibuat di otak bagian hipotalamus dan disimpan di bagian hipofisis, kelenjar kecil yang berada di bagian dasar otak.

Baca juga: Hati-Hati, Diabetes Insipidus Sebabkan Komplikasi Ini

Jika seseorang mengalami diabetes insipidus, tubuh tidak mampu mengatur keseimbangan cairan dengan baik. Penyebabnya sangat bervariasi bergantung pada jenisnya. Oleh karena itu, penting untuk melakukan deteksi dini untuk bisa mengurangi gejala dan komplikasinya.

Tes untuk Diagnosis Diabetes Insipidus

Diabetes jenis ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Nah, jika ibu khawatir sang buah hati mengidap gangguan kesehatan ini, berikut beberapa tes kesehatan yang bisa dilakukan untuk diagnosisnya:

  • Uji Kekurangan Air

Tes ini dilakukan dengan pemantauan dokter dan ahli kesehatan. Ketika proses sedang berlangsung, anak akan diminta untuk berhenti minum selama beberapa jam. Cara mencegah terjadinya dehidrasi akibat konsumsi cairan yang dibatasi, ADH memungkinkan ginjal untuk mengurangi jumlah cairan yang hilang dalam urine.

Baca juga: Harus Tahu, Penanganan Medis untuk Atasi Diabetes Insipidus

Saat cairan ditahan, dokter akan mengukur perubahan berat badan, pengeluaran urine, dan konsentrasi urine dalam darah. Dokter juga dapat mengukur kadar ADH dalam darah atau memberikan ADH sintesis selama tes ini berlangsung. Ini akan menentukan apakah tubuh memroduksi cukup ADH dan apakah ginjal dapat merespon seperti yang diharapkan oleh ADH.

  • Pemeriksaan MRI

Tes kesehatan ini mencari kelainan di atau dekat kelenjar pituitari. Tes ini sifatnya tidak invasif dan menggunakan medan magnet yang kuat dan gelombang radio untuk membuat gambar detail jaringan pada otak.

  • Skrining Genetik

Jika orang lain dalam keluarga, ayah atau ibu memiliki masalah buang air kecil berlebihan, dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan ini. Pasalnya, diabetes insipidus juga mungkin terjadi karena masalah genetik.

Baca juga: Anak-Anak yang Aktif Lebih Cepat Haus, Aman dari Diabetes Insipidus?

Itu tadi jenis tes kesehatan yang direkomendasikan jika ibu khawatir sang buah hati mengalami diabetes insipidus. Ibu juga bisa menanyakan pada dokter bagaimana pencegahan pertama gangguan kesehatan ini. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc dan pilih layanan Tanya Dokter. Aplikasi Halodoc telah tersedia di App Store dan Play Store.