Diabetes Insipidus

Pengertian Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus adalah kondisi yang cukup langka. Pengidap diebetes ini memiliki gejala yang selalu merasa haus namun di saat bersamaan sering membuang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Jumlah urine yang dikeluarkan pengidap diabetes insipidus tiap hari sekitar 3-20 liter, mulai dari kasus diabetes insipidus yang ringan hingga kasus yang paling parah. Buang air kecil yang dialami pengidap diabetes insipidus bisa sebanyak 3-4 kali per jam.

Dehidrasi merupakan komplikasi yang terjadi akibat diabetes insipidus. Pada kasus dehidrasi ringan dapat diatasi dengan banyak minum oralit. Namun pada kasus yang parah sebaiknya dilakukan penanganan di rumah sakit. Diabetes insipidus dibagi dua, yaitu:

1. Diabetes Insipidus Kranial

Ini adalah jenis diabetes insipidus jenis ini yang paling umum terjadi. Disebabkan tubuh tidak memiliki cukup hormon antidiuretik dari hipotalamus. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kerusakan pada hipotalamus atau pada kelenjar pituitari. Kerusakan yang terjadi bisa diakibatkan oleh terjadinya infeksi, operasi, cedera otak, atau tumor otak.

2. Diabetes Insipidus Nefrogenik

Diabetes insipidus jenis ini muncul ketika tubuh memiliki hormon antidiuretik yang cukup untuk mengatur produksi urine, tapi organ ginjal tidak merespons terhadapnya. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh kerusakan fungsi organ ginjal atau sebagai kondisi keturunan. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi penyakit mental, seperti lithium, juga bisa menyebabkan diabetes insipidus jenis ini.

Gejala Diabetes Insipidus

Sebenarnya diabetes insipidus berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes melitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah di atas normal, sedangkan diabetes insipidus, pada lain sisi tidak terkait dengan kadar gula dalam darah

Penyebab Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus dapat terjadi karena gangguan pada hormon antidiuretik (antidiuretic hormone/ADH) yang mengatur jumlah cairan dalam tubuh. Hormon ini dihasilkan hipotalamus, yaitu jaringan khusus di otak. Hormon ini disimpan oleh kelenjar pituitari setelah dihasilkan oleh hipotalamus.

Kelenjar pituitari akan mengeluarkan hormon antidiuretik ini saat kadar air di dalam tubuh terlalu rendah. Antidiuretik berarti bersifat berlawanan dengan diuresis (produksi urine). Hormon antidiuretik membantu mempertahankan air di dalam tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine.

Penyebab diabetes insipidus adalah produksi hormon antidiuretik yang berkurang atau ketika ginjal tidak lagi merespons seperti biasa terhadap hormon antidiuretik. Akibatnya, ginjal mengeluarkan terlalu banyak cairan dan tidak bisa menghasilkan urine yang pekat. Orang yang mengalami kondisi ini akan selalu merasa haus dan minum lebih banyak karena berusaha mengimbangi banyaknya cairan yang hilang.

Faktor Risiko Diabetes Insipidus

  • Jenis kelamin. Diabetes insipidus lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding wanita.
  • Faktor genetik. Kamu lebih berisiko jika orangtua mengidap diabetes insipidus.

Diagnosis Diabetes Insipidus

Diagnosis diabetes insipidu dilakukan melalui pemeriksaan darah dan urin. Selain itu, tergantung tingkat keparahan penyakit, dokter dapat melakukan pemeriksaan MRI (magnetic resonance imaging) pada otak serta pemeriksaan tambahan lain.

Pengobatan Diabetes Insipidus

Pada diabetes insipidus kranial, tidak perlu dilakukan pengobatan pada kasus yang ringan. Untuk mengimbangi jumlah cairan yang terbuang, maka perlu mengonsumsi air lebih banyak. Ada obat yang berfungsi untuk meniru peran hormon antidiuretik bernama desmopressin. Jika memang diperlukan, pengidap diabetes insipidus diperbolehkan mengonsumsi obat ini setelah berbicara dengan dokter.

Sedangkan pada diabetes insipidus nefrogenik, obat yang digunakan untuk mengatasinya adalah thiazide diuretik. Obat ini berfungsi menurunkan jumlah urine yang dihasilkan organ ginjal.

Pencegahan Diabetes Insipidus

Temui dokter untuk mendapatkan saran terbaik untuk mengatasi jenis diabetes yang satu ini. 

Kapan Harus ke Dokter? 

hubungi dokter bila sering buang air kecil dan merasa haus yang berlebihan. Kondisinya dapat bervariasi pada banyak orang selalu diskusikan dengan dokter untuk melakukan metode diagnostik dan terapi yang paling tepat untuk.