Dampak Kesehatan Mental Akibat Kanker Payudara

Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   12 Mei 2020
Dampak Kesehatan Mental Akibat Kanker PayudaraDampak Kesehatan Mental Akibat Kanker Payudara

Halodoc, Jakarta – Divonis mengidap kanker payudara tentunya akan menjadi kabar yang paling menghancurkan hati bagi seorang wanita. Wajar bila wanita yang mengidap kanker payudara akan merasakan serangkaian emosi, mulai dari marah, putus asa, hingga depresi. Apalagi setelah menjalani operasi pengangkatan payudara, risiko pengidap untuk mengembangkan masalah kesehatan mental yang serius pun dapat terjadi.

Baca juga: Kenali Sejak Dini Gejala Kanker Payudara

Kanker payudara adalah kanker yang paling umum terjadi pada wanita yang menjadi penyebab kematian paling mengkhawatirkan. Bukan hanya bisa menimbulkan gejala fisik yang menyakitkan, bahkan membahayakan nyawa, kanker payudara juga tidak jarang dapat mengakibatkan  efek psikologis yang menurunkan semangat hidup pengidapnya.

Para peneliti telah menemukan bahwa wanita yang didiagnosis kanker payudara dapat mengalami gejala depresi yang berdampak pada kualitas hidup serta kepatuhan mereka terhadap pengobatan.

Berikut ini beberapa dampak kesehatan metal yang mungkin dapat dialami pengidap kanker payudara:

1. Gangguan Emosional yang Parah

Tekanan emosional yang parah adalah masalah kesehatan mental yang paling umum yang terjadi pada pengidap kanker payudara. Kuesioner sederhana yang dikenal sebagai “Thermpress Distress” yang sudah disahkan oleh National Comprehensive Cancer Network (NCCN), sering digunakan sebagai cara untuk menentukan apakah tekanan emosional sudah memengaruhi hidup pengidap secara signifikan. 

2. Depresi 

Depresi merupakan penurunan suasana hati yang jauh melebihi kesedihan, kekosongan, atau kehilangan sesaat. Depresi adalah penyakit mental di mana suasana hati mengalami tekanan, tidak mampu untuk bahagia, serta disertai berbagai gejala mental dan fisik yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari orang yang mengalaminya.

Bila kamu atau orang yang kamu kenal mengidap kanker payudara dan mengalami gejala-gejala depresi berikut, sebaiknya segera kunjungi dokter:

  • Merasa sedih atau putus asa hampir sepanjang waktu.

  • Memiliki pikiran negatif, seperti merasa tidak berharga dan tidak memiliki harapan untuk masa depan.

  • Tidak ada motivasi, kehilangan minat untuk melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan tugas yang kecil terasa berat untuk dilakukan.

  • Kurang konsentrasi: tidak mampu untuk fokus pada tugas yang sederhana, atau bahkan percakapan.

  • Tidak mau bersosialisasi, bahkan cenderung menghindari orang lain atau mudah emosi ketika orang lain ingin membantu.

  • Merasa bersalah dan rendah diri.

3. Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD)

PTSD dapat terjadi pada orang yang mengalami peristiwa traumatis di mana mengalami cedera atau ancaman. Gangguan mental ini sering dikaitkan dengan veteran perang atau korban kejahatan dengan kekerasan, tetapi pengidap kanker juga dapat mengalami PTSD yang sama parahnya. Sebuah penelitian di Jerman menemukan bahwa sebagian besar (sekitar 80 persen) pengidap yang baru didiagnosis kanker payudara mengalami gejala PTSD.

Baca juga: Inilah Gejala dan Penanganan PTSD

4. Gangguan Kecemasan Umum

Sebuah penelitian terhadap 152 pengidap kanker payudara menemukan bahwa sekitar 32 persen pengidap mengalami gangguan kecemasan umum, di mana mereka merasa gelisah atau ketakutan meskipun tidak ada ancaman. Pengidap gangguan kecemasan umum biasanya menghabiskan sebagian besar harinya dengan mengkhawatirkan sesuatu yang seringkali sampai pada tahap kelelahan mental serta mengalami gejala fisik, seperti gelisah, lekas marah, ketegangan otot, dan gangguan tidur.

Dampak Pengobatan Kanker Payudara pada Kesehatan Mental

Selain itu, proses pengobatan penyakit pada pengidap kanker payudara juga dapat menimbulkan dampak buruk pada kesehatan mental. Metode pengobatan seperti mastektomi atau operasi pengangkatan payudara dapat menyebabkan gangguan mood (depresi, kecemasan, kemarahan), keputusasaan, dan memandang rendah diri. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kehilangan payudara bagi seorang wanita dapat menyebabkan efek psikologis yang signifikan. Efek psikologis tersebut meliputi penghargaan pada tubuh, harapan, dan kesehatan mental.

Kanker payudara dapat sangat memengaruhi harga diri dan percaya diri pengidap. Setelah mastektomi, pengidap merasa tidak dapat menemukan tubuh yang diinginkannya dan selalu membanding-bandingkannya dengan tubuh ideal mereka sebelumnya. Dengan begitu, penilaian mereka tentang diri sendiri akan berubah. Hal ini dapat memberi pengaruh besar pada kesehatan mental orang tersebut.

Baca juga: Payudara Sudah Diangkat, Kanker Tetap Menyebar?

Hal yang perlu diingat oleh pengidap kanker payudara adalah bahwa kamu tidak sendirian. Ketika perasaan sedih, tidak berharga, putus asa datang menyerang, kamu dapat selalu berbicara dan meminta dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat. 

Bila perlu, kamu dapat meminta pertolongan dari tenaga ahli untuk membantu mengatasi dampak psikologis yang terjadi. Pasalnya, kesehatan mental kamu sangat penting untuk menentukan keberhasilan pengobatan.

Kamu juga bisa curhat dan berbicara pada psikolog terpercaya lewat aplikasi Halodoc, lho. Melalui Video/ Voice Call dan Chat, kamu bisa berbicara dengan psikolog kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2020. The Psychological Impact of a Breast Cancer Diagnosis.
NCBI. Diakses pada 2020. The Relationship between Body Esteem and Hope and Mental Health in Breast Cancer Patients after Mastectomy.

Mulai Rp25 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Dokter seputar Kesehatan