• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dapatkah Hormon pada Wanita Memengaruhi Tipe Pasangan Idealnya?

Dapatkah Hormon pada Wanita Memengaruhi Tipe Pasangan Idealnya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Setiap wanita tentunya punya tipe pria idamannya masing-masing. Ada yang menyukai pria romantis, ada juga yang lebih menyukai pria humoris, dan sebagainya. Nmun, apa yang menentukan tipe pria ideal tiap wanita bisa bervariasi? Sebuah penelitian baru menemukan bahwa hormon dapat memengaruhi preferensi pasangan pada wanita. Yuk, simak lebih jelasnya di sini.

Para peneliti telah lama berargumen bahwa karakteristik fisik pada pria dapat menunjukkan kepribadiannya. Misalnya, pria yang memiliki karakteristik fisik maskulin, seperti rahang yang kuat, alis yang tebal atau bahu yang lebar menunjukkan bahwa pria itu tidak hanya sehat tetapi juga cenderung dapat menjadi ayah bagi anak-anak yang sehat. 

Sebaliknya, pria yang memiliki ciri fisik yang feminim, seperti rahang kecil, mata yang lebih besar atau tubuh yang lebih ramping dianggap menunjukkan bahwa pria itu adalah orang yang peduli dan perhatian. Gagasan tersebut memang belum memiliki bukti yang cukup kuat, tetapi tetap saja gagasan tersebut seringkali menjadi asumsi yang kuat dalam banyak penelitian preferensi pasangan pada wanita. 

Nah, sebuah studi skala besar telah menemukan sedikit bukti bahwa preferensi wanita untuk pria maskulin jadi meningkat saat ovulasi atau terkait dengan perubahan hormon seks selama siklus menstruasi. Namun, preferensi wanita untuk pria yang memiliki tubuh dan suara maskulin juga bisa tidak meningkat saat ovulasi. Hasrat wanita untuk memiliki pasangan ekstra selain pasangan mereka saat ini memang meningkat saat ovulasi. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa peningkatan tersebut berkaitan dengan meningkatnya hasrat mereka untuk berhubungan seksual.

Baca juga:  Alasan Mengapa Wanita Tertarik dengan Pria Berjenggot

Pola hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hasrat seksual wanita secara umum memang meningkat pada masa ovulasi, tetapi bukan karena mereka secara tiba-tiba menjadi tertarik untuk berhubungan seks dengan orang lain di luar pasangannya secara spesifik. Temuan bahwa menggunakan pil kontrasepsi oral dapat mengurangi preferensi pada pria maskulin juga perlu diteliti lebih lanjut dalam penelitian yang lebih besar.

Meskipun hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perubahan hormon tidak selalu mengubah selera wanita pada pria, tetapi setidaknya dalam dua penelitian terbaru menunjukkan bahwa wanita yang menyukai lawan jenis (straight) mungkin lebih tertarik pada pria secara umum saat ovulasi.

Selera dan Sikap Wanita Terhadap Pria Dapat Berubah karena Hormon

Tahukah kamu bahwa daya tarik wanita bisa bervariasi seiring siklus menstruasi mereka. Contohnya, wanita heteroseksual lebih menyukai pria yang lebih maskulin dan pria yang lebih simetris ketika mereka sedang dalam masa subur. 

Sikap wanita terhadap pasangan mereka sendiri juga dapat berubah di sepanjang siklus. Wanita akan memberikan penilaian yang lebih positif pada pria yang menurutnya lebih menarik secara seksual, ketika sedang mengalami masa subur. Sedangkan pada pria yang dianggapnya kurang menarik secara seksual, wanita akan memandangnya lebih negatif lagi ketika ia sedang dalam masa subur.

Lebih lanjut, wanita juga lebih tertarik melakukan hubungan seks dengan pria lain selain pasangan utama mereka ketika mereka sedang berada di masa subur dari siklus menstruasi (ketika kadar estrogen mereka tinggi). Namun, ketika wanita sedang berada di masa kurang subur dari siklus mereka (ketika kadar progesteron mereka tinggi), maka lebih tertarik berhubungan seks dengan pasangan utamanya. 

Baca juga: 6 Ciri Pria Pemikat Wanita Kata Ilmuwan

Mengapa Selera Wanita Sering Berubah-ubah?

Wanita biasanya lebih tertarik pada pria yang memiliki gen yang baik, tetapi pria tersebut mungkin kurang tertarik untuk memiliki dan merawat anak di masa depan. Dilema dalam memilih pria yang memiliki gen yang baik atau pria yang mau memiliki keturunan dan merawatnyalah yang menjadi penyebab selera wanita sering berubah-ubah.

Baca juga: Bagian Tubuh Pria yang Paling Menarik bagi Wanita

Jadi, apakah kamu juga sering bergonta-ganti tipe pasangan ideal? Bila kamu memiliki masalah dalam hubungan dengan pasangan, coba bicarakan saja pada ahlinya lewat aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi psikolog untuk minta saran kesehatan kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2020. Do Hormones Change Women’s Taste In Men?
Psychology Today. Diakses pada 2020. 3 of the Strangest Laws of Human Attraction