Dapatkah Kondisi Liposarcoma Dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Dapatkah Kondisi Liposarcoma Dicegah?

Halodoc, Jakarta – Liposarcoma adalah jenis kanker yang menyerang jaringan lunak seperti lemak, otot, pembuluh darah, saraf, tendon, dan lapisan pada tulang sendi. Jenis kanker ini bisa terjadi pada siapa saja, tapi lebih sering dialami lansia. Agar kamu lebih waspada, ketahui fakta liposarcoma di sini.

Baca Juga: Sarkoma Jaringan Lunak, Tumor Menyerang Jaringan Lunak

Gejala dan Penyebab Liposarcoma

Liposarcoma jarang menimbulkan gejala pada tahap awal. Gejala muncul ketika ukuran benjolan membesar dan menekan saraf atau otot. Pada kondisi ini, pengidap liposarcoma merasa tidak nyaman, sulit bernapas, nyeri perut hilang timbul, sembelit, perut begah, hingga BAB berdarah. Apa sebabnya?

Liposarcoma terjadi akibat adanya perubahan atau mutasi DNA di dalam sel yang memicu pembentukan sel tumor di dalam jaringan lunak. Penyebab lainnya adalah infeksi virus Kaposi's sarcoma. Lantas, apa saja faktor risiko liposarcoma yang perlu diketahui:

  • Faktor usia. Orang dewasa berusia 40-60 tahun berisiko lebih tinggi mengalami liposarcoma dibanding orang yang berusia lebih muda.

  • Paparan zat kimia (seperti arsenik, dioksin, herbisida), dan radiasi (akibat radioterapi).

  • Mengidap masalah kesehatan lain yang berkaitan dengan tulang, seperti penyakit Paget.

  • Kelainan genetik yang diturunkan orangtua. Misalnya, retinoblastoma herediter, neurofibromatosis, tuberous sclerosis, familial adenomatous polyposis, sindrom Gardner, dan sindrom Li-Fraumeni.

  • Liposarcoma bisa terjadi akibat cedera atau benturan keras di bagian tubuh tertentu. Namun hingga kini, belum diketahui kaitan antara trauma fisik dengan liposarcoma.

Baca Juga: 4 Jenis Liposarcoma yang Dapat Menyerang

Diagnosis dan Pengobatan Liposarcoma

Liposarcoma didiagnosis melalui foto rontgen, CT scan, MRI, biopsi, atau pemeriksaan laboratorium (seperti imunohistokimia, analisis sitogenetika, dan tes genetika molekuler). Pemeriksaan ini bertujuan untuk memberi gambaran jelas mengenai ukuran dan tingkat keganasan liposarcoma. Setelah diagnosis ditetapkan, berikut ini jenis pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi liposarcoma:

  • Operasi, bertujuan untuk mengangkat sel-sel kanker pada jaringan tubuh. Dokter akan mengangkat seluruh liposarcoma atau jaringan lain yang terkena kanker. Amputasi dilakukan pada kasus liposarcoma yang tergolong parah dan berisiko menyebabkan komplikasi serius.

  • Radioterapi, menggunakan sinar-X untuk membunuh sel-sel kanker. Biasanya radioterapi dilakukan sebelum atau setelah pengidap menjalani operasi.

  • Kemoterapi, menggunakan obat yang mampu membunuh sel-sel kanker.

Semakin dini liposarcoma terdeteksi, semakin besar peluang pengidap untuk sembuh. Pasalnya, kanker stadium akhir lebih sulit diatasi apalagi jika sudah menyebar ke bagian tubuh lain (fase metastasis).

Liposarcoma Bisa Dicegah dengan Cara Berikut...

Sebenarnya belum ada cara khusus untuk mencegah liposarcoma. Namun, risiko kanker jenis ini bisa dikurangi dengan menerapkan gaya hidup sehat. Di antaranya perbanyak konsumsi buah dan sayur, mengurangi konsumsi lemak, rutin berolahraga (setidaknya 20-30 menit per hari), dan mengelola stres.

Baca Juga: Begini Gejala yang Dirasakan saat Alami Liposarcoma

Itulah cara mencegah kondisi liposarcoma yang perlu diketahui. Kalau kamu punya keluhan mirip gejala liposarcoma, jangan ragu berbicara dengan dokter ahli. Tanpa harus antre, sekarang kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan di sini. Kamu bisa tanya jawab sama dokter dengan download aplikasi Halodoc via fitur Tanya Dokter.