• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Darah Tinggi Bisa Memicu Serangan Jantung, Apa Sebabnya?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Darah Tinggi Bisa Memicu Serangan Jantung, Apa Sebabnya?

Darah Tinggi Bisa Memicu Serangan Jantung, Apa Sebabnya?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 12 Januari 2022

“Seiring waktu, tingginya tekanan darah dapat menimbulkan penyempitan dan kerusakan pada arteri koroner jantung. Kondisi tersebut menyebabkan aliran darah pada otot jantung terganggu sehingga membuat otot jantung kekurangan oksigen dan nutrisi. Akibatnya, kerusakan jantung akan semakin besar sehingga berisiko memicu terjadinya serangan jantung.”

Darah Tinggi Bisa Memicu Serangan Jantung, Apa Sebabnya?

Halodoc, Jakarta – Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg, selama dua hari berturut-turut. Kondisi tersebut tidak dapat disepelekan dan perlu dideteksi sedari dini melalui pemeriksaan tekanan darah rutin atau cek tensi. Sebab, tekanan darah tinggi atau hipertensi secara dia-diam dapat merusak tubuh selama bertahun-tahun sebelum gejalanya berkembang. 

Perlu diingat bahwa pada kasus yang parah, hipertensi dapat memicu berbagai komplikasi fatal. Salah satunya adalah serangan jantung yang parah pada pengidapnya. 

Namun, mengapa darah tinggi dapat memicu serangan jantung? Yuk ketahui penjelasannya di sini!

Ini Alasan Darah Tinggi Bisa Memicu Serangan Jantung

Dilansir dari Mayo Clinic, arteri koroner yang sehat bersifat fleksibel, kuat dan elastis. Lapisan dalam arteri yang sehat juga halus sehingga darah dapat mengalir dengan bebas. Namun, seiring waktu, tingginya tekanan darah pada pengidap hipertensi akan menimbulkan ketegangan berlebih dan kerusakan pada arteri koroner. 

Akibatnya, arteri koroner menjadi kurang elastis dan secara perlahan menyempit akibat penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain yang disebut plak. Proses penyempitan secara lambat tersebut dikenal dengan istilah aterosklerosis.

Ketika arteri koroner mulai menyempit akibat plak, maka gumpalan darah pada tubuh akan lebih mungkin terbentuk. Kemudian, arteri yang menyempit akan tersumbat karena akumulasi plak atau bekuan darah sehingga aliran darah melalui otot jantung terganggu. Hal tersebut membuat otot jantung kekurangan oksigen dan nutrisi.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ketika suplai darah ke jantung tersumbat dan otot jantung mulai mati tanpa oksigen yang cukup, aliran darah juga akan terhambat. Kondisi tersebut menyebabkan kerusakan jantung semakin besar sehingga berisiko memicu terjadinya serangan jantung. 

Nah, itulah alasan mengapa tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat memicu terjadinya serangan jantung.

Hal yang Perlu Dilakukan Jika Mengalami Serangan Jantung

Nyeri atau tekanan di dada adalah gejala paling umum dari serangan jantung. Namun, rasa sakit atau ketidaknyamanan di lengan, punggung, leher, atau rahang, sesak napas, mual dan pusing juga dapat menjadi indikasi awalnya. 

Jika kamu mengalami salah satu atau sejumlah gejala tersebut, penting untuk segera mencari pertolongan medis. Pasalnya, beberapa gejala tersebut merupakan peringatan akan serangan jantung secara dini.

Hipertensi juga Memicu Gangguan Jantung Lainnya

Tak hanya serangan jantung, hipertensi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan lainnya bagi jantung, seperti:

1. Penyakit Arteri Koroner

Arteri yang menyempit dan rusak akibat tekanan darah tinggi akan mengalami kesulitan untuk memasok darah ke jantung pengidap hipertensi. Ketika darah tidak dapat mengalir dengan bebas ke jantung, maka kondisi ini akan menyebabkan terjadinya nyeri dada (angina), irama jantung yang tidak teratur (aritmia), hingga serangan jantung.

2. Pembesaran Jantung Kiri

Tekanan darah tinggi menyebabkan jantung pengidap hipertensi untuk bekerja lebih keras dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan bagian dari jantung yaitu ventrikel kiri menebal. Nah, terjadinya penebalan pada ventrikel kiri dapat meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, dan kematian jantung mendadak.

3. Gagal Jantung

Seiring waktu, ketegangan pada jantung yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi dapat menyebabkan otot jantung melemah dan bekerja kurang efisien. Pada akhirnya, jantung yang semakin kewalahan karena bekerja kurang efisien mulai gagal kinerjanya. 

Nah, itulah penjelasan mengenai penyebab tekanan darah tinggi dapat memicu terjadinya serangan jantung. Hal ini lantaran tingginya tekanan darah akan menimbulkan penyempitan dan kerusakan pada arteri koroner. Kondisi tersebut menyebabkan aliran darah melalui otot jantung terganggu, sehingga membuat otot jantung kekurangan oksigen dan nutrisi.

Maka dari itu, penting untuk selalu memeriksakan tekanan darah secara rutin agar hipertensi dapat terdeteksi sedari dini. Di samping itu, kamu juga perlu memenuhi asupan nutrisi penting seperti vitamin E yang diyakini dapat mengurangi risiko penyakit jantung sebesar 40 persen.

Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa cek kebutuhan vitamin dan suplemen sesuai dengan pilihanmu. Tentunya tanpa perlu keluar rumah atau mengantre lama di apotek. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download Halodoc sekarang!

Referensi:

American Heart Association. Diakses pada 2022. How High Blood Pressure Can Lead to a Heart Attack 
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. High blood pressure dangers: Hypertension’s effects on your body
CDC.gov. Diakses pada 2022. High Blood Pressure Symptoms and Causes