11 October 2018

Dari Kecil Sering Naik Motor, Aman Enggak Aman dari Ancaman Bronkitis?

Dari Kecil Sering Naik Motor, Aman Enggak Aman dari Ancaman Bronkitis?

Halodoc, Jakarta – Bronkitis adalah peradangan pada lapisan tabung bronkial yang berfungsi membawa udara dari dan ke paru-paru. Orang yang mengidap bronkitis sering mengeluarkan lendir tebal yang bisa berubah warna bila kondisi sudah akut ataupun kronis.

Banyak anak-anak ketika terkena pilek juga kerap mengalami batuk. Penyebab batuk bermacam-macam bisa karena asma, tetapi tapi juga disebabkan oleh bronkitis. Seorang anak dengan penyakit ini memiliki tanda-tanda bronkitis yang umum, seperti pilek, hidung meler, sakit tenggorokan,  dan demam ringan kemudian batuk.

Batuknya sering kering pada awalnya, lalu lembab setelah beberapa hari. Anak-anak biasanya sembuh dari bronkitis dalam jangka waktu  5 hingga 10 hari. Beberapa anak terus mendapatkan serangan bronkitis atau bisa mendapatkan bronkitis kronis dikarenakan alergi, berada di lingkungan yang terkena paparan rokok, polusi udara, serta terinfeksi orang dewasa yang punya masalah paru-paru.

Jadi, kalau dikatakan anak yang sering dibonceng sepeda motor dan intens mendapatkan paparan udara kotor kendaraan dan polusi aman atau tidak dari ancaman bronkitis, jawabannya bisa iya atau tidak. Pastinya, polusi tidak menjadi satu-satunya pemicu dari risiko mengidap bronkitis. Sebab, masih ada banyak faktor yang membuat seorang anak bisa sampai mengidap bronkitis.

Buat orangtua yang kerap membawa anak berkendara dengan sepeda motor, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari dari berbagai macam risiko kesehatan.

1. Penggunaan Helm

Penggunaan helm anak yang tepat dapat membantu mengurangi risiko kesehatan dan ancaman kecelakaan yang bisa membahayakan anak. Memasangkan helm dengan cara benar juga bisa menjadi upaya pencegahan kejadian yang tidak diinginkan.

2. Posisi Duduk

Ada baiknya orangtua tidak membiasakan anak untuk selalu duduk di depan, apalagi kalau perjalanan dengan menggunakan sepeda motor ini cukup panjang. Paparan udara kotor dan polusi bisa dengan mudah mengenai anak bila duduk di depan. Karena itu, ada baiknya anak duduk di antara orang dewasa saja agar polusi dan angin tidak langsung ke saluran pernapasan dan tubuhnya.

3. Menggunakan Masker

Penggunaan masker adalah salah satu cara lain yang bisa dilakukan orangtua supaya anak terhindar dari penyakit bronkitis atau penyakit pernapasan apapun. Apalagi lingkungan luar adalah situasi di mana pertukaran udara bisa terjadi secara tidak terduga dan datang dari mana saja. Hal ini bisa meningkatkan risiko pertukaran penyakit bila tidak menggunakan pelindung seperti masker pada saat berkendara.

4. Meningkatkan Imun Anak

Cara terbaik lainnya adalah dengan meningkatkan imun anak. Sejatinya, orangtua tidak bisa sepenuhnya membatasi paparan lingkungan ke anak. Tidak hanya dari kendaraan sepeda motor saja, paparan lingkungan yang lain dapat memungkinkan penyebaran penyakit ke anak. Karena itu, penting buat orangtua untuk memberikan asupan makanan dan vitamin yang tepat untuk meningkatkan imun anak. Membebaskan anak untuk aktif bergerak juga bisa jadi cara tambahan lain untuk meningkatkan imun anak. Anak yang aktif bergerak akan terbebas dari obesitas. Sebab, penumpukan lemak juga bisa menurunkan kekebalan tubuh anak.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai penyebab bronkitis serta risikonya ke anak yang sering dibonceng dengan motor, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk orangtua. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, orangtua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: