Awas, Bronkitis Bisa Timbulkan 4 Komplikasi Ini

Awas, Bronkitis Bisa Timbulkan 4 Komplikasi Ini

Halodoc, Jakarta - Bronkitis adalah sebuah infeksi yang menyebabkan iritasi dan radang pada saluran udara utama pada paru-paru (bronkus). Saluran tersebut bercabang di kedua sisi tenggorokan (trakea) dan membuat saluran udara yang lebih kecil pada paru-paru kamu atau disebut dengan bronkiolus. Dinding pada bronkus menghasilkan lendir untuk menahan debu dan zat lainnya yang dapat menyebabkan iritasi.

Sebagian besar seseorang yang mengidap bronkitis dapat berkembang ketika infeksi tersebut telah mengiritasi bronkus, sehingga bagian tersebut menghasilkan lebih banyak lendir dibanding biasanya. Setelah itu, tubuh akan mencoba untuk memindahkan lendir yang berlebihan tersebut melalui batuk.

Terdapat dua jenis bronkitis yang dapat terjadi, yaitu:

  1. Bronkitis Akut

Bronkitis jenis ini terjadi karena peradangan sementara pada saluran udara, sehingga menyebabkan batu dan produksi lendir yang terjadi dapat mencapai tiga minggu. Hal ini dapat menyerang semua orang, tetapi umumnya terjadi pada anak di bawah usia lima tahun. Di samping itu, kondisi ini lebih umum terjadi pada musim dingin ketika orang mengalami pilek, sakit tenggorokan, dan flu.

  1. Bronkitis Kronis

Bronkitis ini mempunyai gejala batuk yang berlangsung hingga tiga bulan dalam setahun, dan paling tidak terjadi selama dua tahun berturut-turut. Bronkitis kronis adalah salah satu dari beberapa penyakit paru-paru, termasuk juga emfisema. Kondisi ini termasuk dalam kategori penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang umumnya menyerang seseorang berusia di atas 40 tahun.

Selain itu, penting sekali untuk kamu berhenti merokok guna mencegah terjadinya bronkitis. Asap rokok dan bahan kimia yang berada pada kandungan rokok dapat membuat bronkitis yang terjadi pada seseorang menjadi lebih parah dan meningkatkan risiko mengidap bronkitis kronis. Selalu usahakan untuk berhenti merokok karena dapat menyebabkan banyak penyakit, bukan saja bronkitis.

Baca Juga: Kenali Gangguan Pernapasan Bronkitis

Komplikasi Bronkitis

Bronkitis dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada seseorang yang mengidapnya. Berikut adalah beberapa komplikasi tersebut:

  1. Sianosis, yaitu warna biru pada kulit yang disebabkan oleh kekurangan oksigen.
  2. Dehidrasi, yaitu ketika kadar air pada tubuh menurun.
  3. Kelelahan ekstrem dan kekurangan energi untuk beraktivitas.
  4. Kesulitan untuk bernapas tanpa bantuan alat.

Pada kasus yang jarang terjadi, komplikasi yang dapat terjadi adalah bronkiolitis yang disebabkan oleh infeksi paru-paru karena bakteri atau pneumonia. Apabila hal tersebut terjadi, pneumonia yang terjadi harus dirawat secara terpisah.

Baca Juga: Mirip Meriang, Ini 5 Gejala Bronkitis yang Jangan Diabaikan

Pengobatan Bronkitis

Sebagian besar orang yang mengidap bronkitis akut dapat membaik tanpa dilakukan pengobatan dan umumnya setelah beberapa minggu. Walau begitu, apabila bronkitis tidak kunjung sembuh, ada baiknya untuk melakukan hal ini sebagai pengobatan:

  1. Mengonsumsi Obat-obatan

Sebagian besar penyebab bronkitis disebabkan oleh infeksi virus dan antibiotik tidak akan efektif. Namun, apabila disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan memberikan resep antibiotik. Pada beberapa kasus, dokter mungkin akan memberikan obat lain, yaitu:

  • Obat batuk. Obat ini untuk menekan gejala batuk yang terjadi.
  • Obat lainnya. Apabila kamu memiliki alergi, asma, atau penyakit paru obstruktif kronik, dokter akan memberikan inhaler dan obat lain untuk mengurangi peradangan serta membuka saluran yang menyempit pada paru-paru.
  1. Terapi

Apabila kamu mengidap bronkitis kronis, kamu dapat melakukan terapi paru. Terapi yang dimaksud adalah program latihan pernapasan yang berguna supaya pernapasan kamu lebih mudah dan meningkatkan kemampuan untuk berolahraga.

Baca Juga: Mau Terhindar dari Bronkitis? Ini 5 Cara Mencegahnya

Itulah beberapa komplikasi yang disebabkan oleh bronkitis. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal penyakit yang disebabkan oleh infeksi ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!