Harus Tahu, 5 Fakta Penting Mengenai Bronkitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
bronkitis

Halodoc, Jakarta - Penyakit bronkitis yang bertambah parah akibat tidak mendapatkan penanganan yang tepat berpotensi menyebabkan komplikasi, seperti pneumonia. Kondisi tersebut merupakan peradangan pada salah satu atau kedua kantung paru-paru. Kondisi ini akan ditandai dengan gejala nyeri dada ketika batuk dan bernapas, badan yang terasa lemah, mual dan muntah, terjadinya penurunan kesadaran, serta diare. Mau tahu fakta lain tentang bronkitis? Baca uraian di bawah ini.

Baca juga: Mirip Meriang, Ini 5 Gejala Bronkitis yang Jangan Diabaikan

Bronkitis, Peradangan pada Bronkus

Bronkitis merupakan peradangan yang terjadi pada saluran utama pernapasan atau bronkus. Bronkus merupakan saluran tempat keluar dan masuknya udara dari paru-paru. Secara umum, bronkitis terbagi menjadi dua jenis, antara lain:

  • Bronkitis akut, yaitu kondisi yang umumnya dialami oleh anak berusia di bawah lima tahun. Kondisi ini biasanya pulih dengan sendirinya dalam jangka waktu 7-10 hari.
  • Bronkitis kronis, yaitu kondisi yang umumnya dialami oleh orang dewasa yang berusia di atas 40 tahun. Kondisi ini dapat berlangsung selama dua bulan, dan merupakan salah satu penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Bronkitis akan Menimbulkan Gejala Ini bagi Pengidapnya

Gejala yang dapat muncul pada pengidap bronkitis adalah demam, dada terasa nyeri, lemas, sakit tenggorokan, sesak napas, hidung tersumbat, badan terasa pegal-pegal, dan sakit kepala.

Biasanya, bronkitis sudah bisa dikenali dari gejala umum seperti batuk kering maupun batuk berdahak. Pada kasus batuk berdahak, biasanya dahak akan berwarna kuning keabuan, putih, atau hijau yang mungkin akan bercampur dengan darah.

Baca juga: Kenali Gangguan Pernapasan Bronkitis

Bronkitis Disebabkan oleh Virus Flu

Kondisi ini disebabkan oleh virus yang menjadi penyebab dari ISPA, salah satunya adalah virus flu. Virus ini dapat tersebar melalui percikan dahak dari seseorang yang mengidap bronkitis. Ketika sudah masuk ke dalam tubuh, karena terhirup ataupun tertelan, virus tersebut akan menyerang sel-sel saluran bronkus hingga akhirnya menimbulkan peradangan.

Beberapa Fakta Penting Mengenai Bronkitis

Selain virus, ada beberapa faktor yang jadi pemicu seseorang mengidap bronkitis, antara lain:

  1. Memiliki sistem imunitas yang lemah.
  2. Perokok berat atau perokok pasif.
  3. Berusia di bawah 5 tahun atau lebih dari 40 tahun.
  4. Sering terpapar zat-zat berbahaya, seperti debu, amonia, atau klorin ketika bekerja atau melakukan aktivitas sehari-hari.
  5. Mengidap refluks lambung, yaitu nyeri ulu hati yang parah dan terjadi secara terus-menerus dapat mengiritasi tenggorokan dan membuat seseorang lebih rentan mengidap bronkitis.

Beberapa upaya yang bisa dilakukan guna mencegah seseorang mengidap penyakit bronkitis adalah hindari paparan zat berbahaya dengan selalu menggunakan masker, menerima vaksin flu dan pneumonia, hindari merokok atau menghirup asap rokok, konsumsi makanan yang mempunyai gizi yang seimbang, serta hindari berbagi pakai barang pribadi, terutama peralatan makan dan minum dengan orang lain.

Baca juga: Apakah Bronkitis Berkaitan dengan Emfisema?

Selain itu, bronkitis juga bisa dicegah dengan tidur yang cukup. Karena orang yang kurang tidur akan rentan terserang virus flu, dibanding dengan mereka yang memiliki jam tidur yang cukup. Ketika kamu mengidap bronkitis dan ingin melawan infeksi, tubuh akan sangat membutuhkan waktu untuk mengistirahatkan seluruh sistem.

Disarankan untuk segera berdiskusi dengan dokter apabila timbul gejala-gejala, seperti batuk yang berlangsung lebih dari tiga minggu serta menimbulkan rasa nyeri pada dada, dahak berwarna gelap, batuk mengeluarkan darah, berat badan menurun, atau terjadi penurunan kesadaran (pingsan). Kamu bisa bertanya seputar masalah kesehatan kamu dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!