25 March 2019

Dehidrasi Bisa Sebabkan Syok Hipovolemik

Dehidrasi Bisa Sebabkan Syok Hipovolemik

Halodoc, Jakarta - Dehidrasi atau kurangnya cairan tubuh tidak hanya menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh, tetapi juga dapat memicu kondisi serius. Seperti syok hipovolemik misalnya. Kondisi darurat ketika jantung tidak mampu memasok darah yang cukup ke seluruh tubuh akibat volume darah yang kurang ini, konon dapat dipicu oleh dehidrasi. Benarkah dehidrasi sebabkan syok hipovolemik? Berikut penjelasannya.

Seperti telah disebutkan tadi, bahwa syok hipovolemik terjadi ketika jantung tidak mampu memasok darah yang cukup untuk tubuh. Kurangnya pasokan darah ini umumnya dipicu oleh perdarahan. Perdarahan dapat terjadi akibat cedera atau luka (perdarahan luar) dan perdarahan dalam, misalnya akibat perdarahan saluran pencernaan. Selain itu, penurunan pasokan darah juga dapat terjadi saat tubuh kekurangan banyak cairan, misalnya akibat dehidrasi atau luka bakar.

Baca juga: Enggak Banyak yang Tahu, Syok Hipovolemik Berbahaya Kalau Pingsan

Darah mengandung oksigen dan zat penting lainnya yang dibutuhkan oleh organ dan jaringan tubuh agar bisa berfungsi dengan baik. Bila perdarahan hebat terjadi, otomatis pasokan darah yang dipompa oleh jantung akan berkurang secara drastis dan organ tidak mendapat pasokan zat-zat yang dibutuhkan tadi secara cukup. Akibatnya, organ-organ dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Keadaan inilah yang disebut syok hipovolemik yang ditandai dengan penurunan tekanan  darah. Jika tidak ditangani secara cepat dan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan kematian.

Bagaimana Gejalanya?

Gejala utama syok hipovolemik adalah penurunan tekanan darah dan suhu tubuh secara drastis. Selain itu ada beberapa gejala lainnya yang menyertai kondisi ini, seperti:

  • Pucat.

  • Badan lemas.

  • Keluar keringat secara berlebihan.

  • Tampak bingung dan gelisah.

  • Nyeri dada.

  • Pusing.

  • Suhu tubuh rendah.

  • Sesak.

  • Denyut nadi lemah.

  • Berdebar-debar.

  • Bibir dan kuku tampak biru.

  • Produksi urine berkurang.

  • Hilang kesadaran.

Baca juga: Ketahui Penanganan Sementara Ketika Mengalami Syok Hipovolemik

Tingkat keparahan gejala syok hipovolemik ditentukan oleh seberapa cepat dan seberapa banyak volume darah atau cairan berkurang dari tubuh. Untuk kasus syok hipovolemik pada orang dewasa karena perdarahan atau bisa disebut syok hemoragik, jumlah darah yang berkurang dapat diklasifikasikan menjadi empat kelas, yaitu:

1. Perdarahan Tingkat 1

Volume darah berkurang hingga 15 persen yang ditunjukkan dengan tanda takikardia minimal.

2. Perdarahan Tingkat 2

Berkurangnya volume darah sebanyak 15-30 persen. Dalam kondisi ini, gejala ditunjukkan dengan penurunan tekanan darah, takikardia dengan denyut jantung melebihi 100 kali per menit, ujung-ujung jari dingin, sesak, dan denyut nadi yang melemah.

3. Perdarahan Tingkat 3

Ditunjukkan dengan penurunan volume darah sebanyak 30 hingga 40 persen dengan gejala sesak dan takikardia yang menonjol, tekanan darah menurun, perubahan kondisi mental, seperti merasa gelisah dan bingung, serta penurunan produksi urine.

4. Perdarahan Tingkat 4

Penurunan volume darah melebihi 40 persen. Kondisi ini ditandai dengan penurunan tekanan darah, denyut nadi yang sangat lemah, produksi urine menurun atau tidak ada, kondisi mental yang tertekan, kehilangan kesadaran, tubuh pucat dan terasa dingin. Kondisi ini dapat mengancam keselamatan pasien.

Di samping volume darah yang berkurang, penyakit-penyakit lain seperti gangguan jantung, ginjal, paru-paru, dan penyakit diabetes juga dapat memengaruhi tingkat keparahan syok hipovolemik yang dialami.

Baca juga: Cara Pencegahan Syok Hipovolemik yang Perlu Diketahui

Itulah sedikit penjelasan tentang syok hipovolemik, yang ternyata dapat dipicu oleh dehidrasi. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!