Begini Tes Diagnosis untuk Deteksi SVT

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Begini Tes Diagnosis untuk Deteksi SVT

Halodoc, Jakarta – Normalnya jantung berdetak 60–90 kali per menit, seseorang yang mengidap takikardia supraventrikular atau SVT denyut jantungnya sangat cepat, bisa di atas 100 denyut per menit. Kondisi ini disebabkan oleh impuls listrik dari ventrikel jantung. 

Selain detak jantung yang cepat, gejala lain yang dialami oleh pengidap takikardia supraventrikular adalah sensasi jantung berdebar sampai kamu bisa melihat degup tersebut di dada, sesak napas, dan kegelisahan. Bagaimana mendiagnosis takikardia supraventrikular atau SVT?

Diagnosis SVT

Untuk mendiagnosis takikardia supraventrikular, dokter akan meninjau gejala dan riwayat medis melalui pemeriksaan fisik. Ada beberapa kondisi yang bisa memicu SVT, yaitu penyakit jantung atau masalah dengan kelenjar tiroid. 

Beberapa tes pemantauan jantung khususnya untuk mengetahui irama atau pergerakan detak akan dilakukan. Beberapa jenis tes tersebut, meliputi:

Baca juga: 6 Tanda SVT pada Anak yang Perlu Dipahami

  1. Elektrokardiogram (EKG)

Selama EKG, sensor (elektroda) yang dapat mendeteksi aktivitas listrik jantung akan dilekatkan ke dada. Ini dilakukan untuk mengukur waktu dan durasi setiap fase listrik dalam detak jantung.

  1. Monitor Holter 

Perangkat EKG portabel ini dapat dipakai selama sehari atau lebih untuk merekam aktivitas jantung saat menjalani rutinitas.

  1. Pemasangan Alat Monitor 

Selain perangkat EKG portabel akan ada penambahan pemasangan alat monitor lainnya yang memungkinkan dokter memeriksa irama jantung pada saat terjadi gejala.

  1. Ekokardiogram 

Dalam tes ini, perangkat genggam (transduser) yang diletakkan di dada menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar ukuran, struktur, dan gerakan jantung.

Baca juga: Hindari Takikardia dengan 8 Tips Hidup Sehat Ini

  1. Perekam Loop Implan

Perangkat ini mendeteksi irama jantung abnormal dan ditanam di bawah kulit di area dada.

Ketahui Penyebab SVT

Selain dua hal yang disebutkan di atas, ternyata SVT bisa terjadi tanpa gejala lain. Namun, itu mungkin terkait dengan sejumlah kondisi medis, seperti yang berikut:

  1. Pengerasan pembuluh darah (atherosclerosis);

  2. Gagal jantung;

  3. Penyakit tiroid;

  4. Penyakit paru-paru kronis;

  5. Pneumonia;

  6. Emboli paru, atau gumpalan darah bermigrasi ke arteri paru-paru dari tempat lain di tubuh;

  7. Perikarditis;

  8. Konsumsi Narkoba dan kebiasaan sosial tertentu seperti konsumsi alkohol; dan

  9. Stres emosional.

Sejatinya, perawatan untuk SVT berfokus pada penurunan denyut jantung dan memutus sirkuit listrik yang dibuat oleh jalur konduksi abnormal. Perawatan dapat dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu menghentikan episode akut dan mencegah episode baru. 

Baca juga: Begini Cara Penanganan Penyakit Takikardi atau Palpitasi di Rumah

Salah satu pertimbangan terpenting dalam mengobati episode akut SVT adalah seberapa parah fungsi jantung telah terpengaruh. Dokter dapat memantau perkembangan pasien, tergantung pada keparahan gejala atau penyebab dan pengobatan yang digunakan untuk SVT.

Dokter dapat memilih untuk memantau pasien selama beberapa minggu atau bulan karena dengan pertimbangan:

  1. Untuk menilai frekuensi kekambuhan aritmia dan denyut jantung;

  2. Untuk menyesuaikan atau mengubah obat berdasarkan evaluasi klinis; dan

  3. Untuk merencanakan terapi lebih lanjut jika kondisi SVT memburuk.

Kebanyakan orang dengan SVT tidak memerlukan perawatan medis. Namun, jika mengalami episode yang berkepanjangan atau sering, dokter dapat merekomendasikan atau mencoba:

  1. Pijat Sinus Karotis

Dokter dapat mencoba jenis pijatan yang melibatkan tekanan lembut pada leher di mana arteri karotis terbagi menjadi dua cabanguntuk melepaskan bahan kimia tertentu yang memperlambat denyut jantung. 

Jangan mencoba melakukan ini sendiri karena dapat menyebabkan pembekuan darah yang dapat menyebabkan stroke, atau cedera jantung atau paru-paru.

  1. Obat-Obatan 

Jika mengalami episode SVT yang sering, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengendalikan detak jantung atau mengembalikan irama jantung yang normal. Sangat penting untuk minum obat antiaritmia persis, seperti yang diarahkan oleh dokter untuk meminimalkan komplikasi.

Kalau ingin tahu lebih dalam mengenai tes untuk diagnosis SVT, segera konsultasikan ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Supraventricular Tachycardia
E Medicine Health (Diakses pada 2019). Supraventricular Tachycardia
Web MD (2019). What is Supraventricular Tachycardia