6 Tanda SVT pada Anak yang perlu Dipahami

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
6 Tanda SVT pada Anak yang perlu Dipahami

Halodoc, Jakarta - Detak jantung yang tidak normal bisa menandakan seseorang mengalami aritmia. Namun, kondisi yang sama juga mengacu pada supraventricular tachycardia atau disingkat SVT. Pada kondisi ini, jantung berdetak luar biasa cepat, padahal tubuh sedang dalam kondisi beristirahat atau tidak melakukan aktivitas berat. Sayangnya, SVT menjadi penyakit yang rentan menyerang bayi, anak, dan remaja. 

Irama jantung yang tidak normal bermula di atrium yang merupakan bilik jantung bagian atas. Kelainan ini dapat terjadi mendadak dan berlangsung selama beberapa menit atau bahkan hingga berjam-jam. Ini artinya, penting untuk ibu mengetahui apa saja tanda SVT pada anak supaya pengobatan bisa segera dilakukan, sehingga komplikasi dapat dicegah. 

Apa Saja Tanda SVT pada Anak?

Pada bagian atrium jantung, terdapat area yang disebut simpul sinus. Tugasnya mengirimkan impuls listrik sebagai tanda untuk jantung agar berdetak dengan kecepatan yang normal atau konstan. Tidak hanya itu, simpul sinus bertugas memberikan sinyal pada jantung untuk berdetak lebih cepat ketika latihan atau stres, dan melambat ketika tubuh sedang beristirahat. 

Baca juga: Ketahui Penanganan Pertama Saat Kena Takikardia

Biasanya, impuls listrik mengikuti jalur yang ditetapkan dari ruang atas jantung ke bagian ventrikel yang ada di bawahnya. Namun, anak-anak yang mengidap SVT, kemungkinan terjadinya korsleting bisa muncul dan menyebabkan jantung berdetak lebih cepat. Kelainan ini akan menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk melakukan tugasnya, terutama jika SVT terjadi dalam waktu yang lama. Sayangnya, ini bisa mengakibatkan jantung lelah dan tidak mampu memompa darah secara normal. 

Berapa lama anak mengalami SVT dan seberapa sering kelainan jantung ini terjadi tidak sama satu dengan lainnya. Bahkan, beberapa anak yang memiliki SVT tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun, jika gejala muncul, ibu bisa dengan mudah mengenalinya, karena tanda SVT yang paling umum adalah detak jantung yang cepat dan seperti berdebar di dada. 

Oleh karena itu, jika ibu mendapati jantung anak berdebar secara tidak normal, segera tanyakan pada dokter supaya bisa dilakukan tindakan penanganan. Ibu bisa memanfaatkan fitur Tanya Dokter dengan mengunduh aplikasi Halodoc atau membuat janji dengan dokter ahli anak langsung di rumah sakit

Baca juga: Inilah Jenis-Jenis Aritmia yang Perlu Diketahui

Gejala lainnya berupa:

  • Pusing;

  • Tubuh kelelahan;

  • Lemah;

  • Napas sesak;

  • Dada terasa nyeri;

  • Pingsan.

Apa Penyebab SVT dan Bagaimana Diagnosisnya?

SVT bisa bersifat bawaan, artinya seorang anak dilahirkan dengan membawa kelainan jantung ini. Namun, SVT juga bisa terjadi seiring dengan pertambahan usianya. Pada beberapa kasus, SVT pada anak terjadi karena kondisi kelainan jantung lainnya. Oleh karena itu, dokter perlu melakukan diagnosis lebih detail untuk mendapatkan penyebab yang lebih akurat. 

Penting untuk orangtua mengetahui riwayat kesehatan anak, karena ini berkaitan dengan penyakit yang diidapnya dan keakuratan diagnosisnya. Selain melakukan pemeriksaan fisik setelah mengenali tanda SVT pada anak, dokter juga akan melakukan pemeriksaan dengan EKG untuk mengukur aktivitas listrik di jantung. Pemeriksaan EKG dilakukan ketika anak beraktivitas dan beristirahat untuk mengetahui perbedaannya. 

Baca juga: Waspada, Ini Jenis-Jenis Penyakit Jantung di Usia Muda

Ibu tidak perlu khawatir karena sebagian besar kasus SVT pada anak tidak memerlukan penanganan. Namun, jika sering terjadi dan berlangsung lama, penanganan mungkin dibutuhkan. Dokter memberikan obat untuk melambatkan detak jantung dan pada beberapa kondisi, dokter juga mungkin melakukan ablasi kateter.

Referensi: 
KidsHealth. 2019. Supraventricular Tachycardia.
Children’s Hospital of Philadelphia. 2019. Supraventricular Tachycardia (SVT) Causes, Symptoms, and Treatment. 
C.S. Mott Children’s Hospital Michigan Medicine. 2019. Supraventricular Tachycardia.