Diet Rendah Serat untuk Pengidap Ileus Paralitik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Diet Rendah Serat untuk Pengidap Ileus Paralitik

Halodoc, Jakarta – Ileus paralitik merupakan kondisi ketika pergerakan usus menurun atau berhenti, sehingga menyebabkan penumpukan dan penyumbatan makanan. Tanpa penanganan yang tepat, ileus paralitik dapat menjadi fatal dan membuat usus robek dan berlubang, sehingga bakteri dan isi usus lainnya menyebar ke berbagai rongga tubuh. Oleh karena itu, pengidapnya perlu melakukan diet rendah serat.

Diet rendah serat ini dimaksudkan untuk mengurangi feses yang keras, sehingga bisa lebih mudah melewati usus. Seperti apa pola diet yang bisa dijalani? Kamu bisa mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc. Namun, jika diet ini tidak berhasil mengatasi ileus paralitik, dokter biasanya akan menyarankan untuk menjalani operasi, guna memperbaiki bagian usus yang mengalami penyumbatan.

Baca juga: Ini Kondisi yang Bisa Menyebabkan Terjadinya Ileus Paralitik

Penanganan untuk ileus paralitik sebenarnya tergantung pada kondisi kesehatan setiap pengidap, dan penyebab yang mendasarinya. Jika disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu, dokter biasanya akan meminta untuk menghentikan penggunaan obat-obatan tersebut, serta meresepkan obat lainnya untuk mendorong penyumbatan.  

Beberapa pilihan pengobatan lain untuk mengatasi ileus paralitik adalah:

  • Pemasangan ostomi, yaitu kantung yang membantu feses keluar dari usus. 
  • Nasogastric suction (Tabung NG). Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan tabung melalui hidung ke lambung untuk mengeluarkan cairan pencernaan. Prosedur ini dapat meredakan rasa sakit dan kembung.
  • Infus cairan dan elektrolit. Diberikan melalui pembuluh darah untuk mencegah dehidrasi
  • Obat-obatan. Ada beberapa pengobatan yang meningkatkan peristalsis (neostigmine, tegaserod) yang dapat digunakan pada beberapa pasien tertentu untuk membantu mengatasi ileus paralitik.
  • Dekompresi kolonoskopi. Tabung fleksibel dapat dimasukkan pada usus besar untuk meringankan tekanan.

Baca juga: Perlu Tahu, 3 Jenis dan Penanganan Radang Usus

Waspadai Berbagai Gejala Ileus Paralitik

Beberapa gejala yang dapat dialami oleh pengidap ileus paralitik adalah:

  • Kram perut.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Merasa kekenyangan.
  • Konstipasi.
  • Tidak dapat buang angin.
  • Pembengkakan pada perut.
  • Mual.
  • Muntah, seperti isi feses.

Karena ileus paralitik dapat berakibat fatal jika tidak ditangani, deteksi dini sangat diperlukan. Jika kamu mengalami berbagai gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Hal-Hal yang Menyebabkan Ileus Paralitik

Ileus paralitik dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti:

  • Operasi perut.
  • Operasi sendi atau tulang belakang.
  • Cedera atau trauma.
  • Infeksi umum yang parah (sepsis).
  • Serangan jantung.
  • Ketidakseimbangan elektrolit.
  • Gangguan yang mempengaruhi fungsi otot.
  • Penggunaan obat tekanan darah tinggi.
  • Obat-obatan tertentu, seperti hydromorphone (Dilaudid), morfin, oxycodone, serta antidepresan trisiklik (amitriptyline, imipramine).
  • Kanker usus besar.
  • Penyakit Chron, yang menyebabkan dinding usus menebal.
  • Divertikulitis.
  • Penyakit Parkinson, yaitu penyakit yang memengaruhi otot dan saraf pada usus.
  • Intususepsi. Merupakan penyebab paling umum terhadap ileus pada anak-anak.
  • Asupan darah yang sedikit pada bagian usus (mesenteric ischemia).

Baca juga: Waspada 5 Penyebab Sindrom Iritasi Usus

Bagaimana Ileus Paralitik Didiagnosis?

Untuk memastikan diagnosis ileus paralitik, dokter biasanya akan menanyakan tentang gejala dan sejarah medis, serta melakukan beberapa pemeriksaan fisik. Diagnosis dari ileus paralitik biasanya ditentukan berdasarkan gejala dan hasil tes yang meliputi:

  • X-ray. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan tanda-tanda gas yang terjebak dan kemungkinan obstruksi. Kendati demikian, X-ray tidak selalu menjadi cara yang paling akurat untuk mendiagnosis ileus paralitik.
  • CT scan. Menunjukkan gambar dari X-ray yang mendetail untuk membantu dokter mengidentifikasi potensi area lokasi ileus.
  • Ultrasonik. Prosedur pemeriksaan ini lebih sering digunakan untuk mendiagnosis ileus pada anak-anak.
  • Barium enema. Merupakan tes yang menggunakan radiasi untuk mengambil gambar usus besar, setelah usus besar diisi dengan barium.
  • Kolonoskopi. Dilakukan dengan tabung tipis yang disinari, lalu dimasukkan melalui rektum ke dalam usus besar untuk memeriksa lapisan usus besar.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Ileus. 
Medical News Today. Diakses pada 2019. What to know about ileus.