Enggak Hanya Anak, Emosi Single Parent Juga Bisa Terganggu

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Enggak Hanya Anak, Emosi Single Parent Juga Bisa Terganggu

Halodoc, Jakarta – Setelah berpisah, hal selanjutnya yang menjadi pembahasan adalah dengan siapa anak-anak akan hidup alias soal hak asuh anak. Artinya, kamu atau mantan pasangan akan memulai peran baru sebagai orang tua tunggal alias single parent. Perceraian memang disebut memberi dampak yang besar pada psikologis anak, tetapi ternyata juga berpengaruh pada kondisi emosi pasangan yang mengalami perpisahan, lho. 

Berbagai masalah yang dihadapi, hingga selesainya proses perceraian nyatanya juga menguras emosi kamu dan mantan pasangan. Bahkan, hal ini disebut juga bisa mengubah kepribadian dan cara hidup seseorang. Memang, bercerai artinya kamu dan mantan pasangan harus segera meninggalkan kehidupan yang biasa dijalani bersama dan segera memulai hidup baru masing-masing. Namun sebenarnya, apa saja perubahan yang akan muncul setelah seseorang menjadi single parent

Baca juga: 5 Tips Untuk Tetap Bahagia Usai Perceraian

Dampak Perceraian pada Pria dan Wanita Berbeda 

Selama menyelesaikan proses perceraian, emosi seseorang cenderung akan mengalami perubahan termasuk ke arah yang negatif. Orang yang tengah menyelesaikan masalah perpisahan ini cenderung menjadi lebih mudah marah, merasa lelah, dan bisa saja mengembangkan gejala stres atau depresi. Namun kembali lagi, semua hal tersebut tergantung pada cara seseorang dalam mengelola stres. 

Tidak semua orang yang tengah menjalani proses perceraian pasti akan mengalami gangguan emosi. Namun, sebuah penelitian menemukan bahwa bercerai dan menjadi single parent, ternyata akan memberi perubahan pada kepribadian seseorang. Hal yang tak disangka adalah, dampak perceraian ternyata akan berbeda antara wanita dan laki-laki. 

Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa seorang wanita yang bercerai cenderung menunjukkan perubahan pada pola interaksi sosialnya. Dalam hal ini, wanita menunjukkan tanda-tanda peningkatan sifat dan pemikiran yang lebih terbuka, terutama terhadap pengalaman baru. Wanita bercerai disebut menjadi lebih senang untuk mengeksplorasi hal-hal baru di luar diri sendiri. Hal ini disebut terjadi sebagai dampak dari “kebebasan” dari sebuah hubungan. 

Baca juga: Perceraian Bisa Picu Gangguan Mental, Benarkah?

Sebaliknya, dampak pada pria yang bercerai ternyata sangat berbeda. Perpisahan menyebabkan seorang pria menjadi kurang bertanggung jawab dan emosinya menjadi tidak stabil. Kondisi ini disebut berkaitan dengan patahnya semangat pria setelah berakhirnya sebuah hubungan. Namun, hasil penelitian ini nyatanya tidak selalu sama dan bisa diterapkan pada setiap pasangan yang bercerai. 

Selai perubahan kepribadian, perceraian dan menjadi single parent ternyata juga bisa memengaruhi kondisi kesehatan tubuh seseorang. Pria maupun wanita yang bercerai disebut rentan mengembangkan penyakit-penyakit tertentu. Setelah berpisah dengan pasangan, salah satu kondisi yang paling rentan terjadi adalah stres hingga depresi. Kedua kondisi tersebut kemudian bisa memengaruhi kesehatan tubuh, termasuk menyebabkan perubahan berat badan drastis, entah berat badan naik atau turun. 

Selain pada berat badan, perceraian juga bisa meningkatkan risiko penyakit sindrom metabolik pada seseorang. Kondisi ini juga menyebabkan seseorang menjadi sering gelisah, depresi, mengembangkan penyakit kardiovaskular, hingga gangguan tidur di malam hari alias insomnia. Namun jangan khawatir, dampak perceraian tersebut bisa diminimalisir dengan selalu menerapkan pola hidup sehat dan berpikirlah dengan bahagia. Daripada bertahan di hubungan yang tidak sehat, terkadang berpisah memang bisa menjadi cara yang terbaik. 

Baca juga: 6 Cara Menjelaskan Perceraian Orangtua pada Anak

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Health. Diakses pada 2019. The Powerful Ways Divorce Can Impact Your Health.
BBC. Diakses pada 2019. How Break-ups Change Your Personality.