01 February 2019

Enggak Hanya Sulit Konsentrasi, Ini 6 Gejala dari ADHD

Enggak Hanya Sulit Konsentrasi, Ini 6 Gejala dari ADHD

Halodoc, Jakarta – ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Ini adalah kondisi medis. Seseorang dengan ADHD memiliki perbedaan dalam perkembangan otak dan aktivitas otak yang memengaruhi perhatian, kemampuan duduk diam, dan pengendalian diri. ADHD dapat memengaruhi seorang anak di sekolah, di rumah, dan interaksi sosialnya.

Semua anak umumnya sulit untuk memerhatikan sesuatu, mendengarkan, dan mengikuti arahan. Tapi, untuk anak-anak dengan ADHD situasi ini bisa lebih sulit dan terjadi lebih sering. Selain sulit konsentrasi, anak-anak dengan ADHD memiliki beberapa gejala lain, seperti:

  1. Melamun

Salah satu pemicu anak dengan ADHD sulit konsentrasi adalah kerap melamun terlalu banyak. Hal ini membuat mereka tampak linglung, pelupa, dan kehilangan jejak barang-barangnya.

  1. Hiperaktif

Anak-anak ADHD juga cenderung yang hiperaktif, gelisah, dan mudah bosan. Mereka mungkin kesulitan duduk diam, ataupun tetap diam saat dibutuhkan. Anak-anak dengan ADHD kerap terburu-buru melewati berbagai hal dan melakukan kesalahan yang ceroboh.

Mereka mungkin memanjat, melompat, atau rumah kasar ketika seharusnya tidak. Tanpa bermaksud demikian, mereka dapat bertindak dengan cara yang mengganggu orang lain.

Baca juga: Fakta Soal Anak ADHD yang Harus Orangtua Tahu

  1. Impulsif

Anak-anak ADHD juga cenderung bertindak impulsif dan terlalu cepat melakukan sesuatu sebelum berpikir. Mereka sering menyela mungkin mendorong atau meraih dan merasa sulit untuk menunggu. Selain itu, melakukan hal-hal tanpa meminta izin, mengambil hal-hal yang bukan milik mereka, ataupun bertindak dengan cara yang berisiko. Mereka juga memiliki reaksi emosional yang tampaknya terlalu kuat untuk situasi tersebut.

Terkadang orangtua dan guru bisa menemukan tanda-tanda ADHD ketika seorang anak masih kecil. Tapi, normal bagi anak-anak kecil untuk menjadi perhatian, gelisah, tidak sabar, ataupun impulsif. Kondisi  ini tidak selalu berarti bahwa seorang anak mengidap ADHD.

Baca juga: Ini Hubungan Pola Tidur dengan ADHD

  1. Senang Menginterupsi

Perilaku yang berfokus pada diri sendiri dapat menyebabkan anak dengan ADHD dapat mengganggu orang lain saat mereka sedang berbicara. Ini dilakukan dengan menyela pembicaraan atau permainan yang bukan bagian dari mereka.

Anak-anak dengan ADHD mungkin mengalami kesulitan menunggu giliran selama kegiatan kelas atau ketika bermain-main dengan anak-anak lain. Seorang anak dengan ADHD mungkin mengalami kesulitan menjaga emosinya terkendali. Mereka mungkin memiliki amarah di waktu yang tidak tepat. Sementara pada anak yang lebih kecil mungkin mengamuk.

  1. Jarang Menyelesaikan Tugas Tepat Waktu

Seorang anak dengan ADHD mungkin menunjukkan minat pada banyak hal yang berbeda, namun mereka mungkin memiliki masalah dalam menyelesaikannya. Misalnya, mereka dapat memulai proyek, tugas, ataupun pekerjaan rumah, tapi beralih ke hal berikutnya yang menarik minat mereka sebelum selesai.

Bisa jadi ini dikarenakan mereka mengalami kesulitan memerhatikan, bahkan ketika seseorang berbicara langsung. Mereka akan mengatakan bahwa mereka mendengar, namun mereka tidak akan dapat mengulangi kembali kepada kamu apa yang baru saja dikatakan.

Baca juga: 5 Resep Makanan Sehat untuk Anak ADHD

  1. Menghindari Tugas yang Membutuhkan Usaha Ekstra

Kurangnya fokus menyebabkan anak ADHD menghindari kegiatan yang membutuhkan upaya yang berkelanjutan, seperti memberi perhatian di kelas atau melakukan pekerjaan rumah. Ini kemudian dapat menyebabkan kesalahan yang ceroboh, namun itu tidak menunjukkan kemalasan atau kurangnya kecerdasan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai gejala ADHD, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.