22 October 2018

Enggak Mengancam Nyawa, Candidiasis Bisa Bikin Enggak Nyaman

Enggak Mengancam Nyawa, Candidiasis Bisa Bikin Enggak Nyaman

Halodoc, Jakarta - Meskipun bukan tergolong masalah kesehatan yang bisa mengancam nyawa, tapi candidiasis yang disebabkan oleh jamur bisa membuat pengidapnya sangat tidak nyaman. Penyakit yang satu ini bisa memengaruhi area mulut, kelamin, kulit, dan darah. Seseorang yang mengidapnya akan memiliki bagian kulit berwarna merah atau putih yang menyebabkan gatal dan iritasi.

Gejala Candidiasis

Gejala penyakit ini akan berbeda-beda bergantung pada lokasinya. Umumnya, gejala yang sering timbul adalah ruam di kulit. Ruamnya ini bisa menyebabkan kulit gatal, pecah-pecah, dan kering. Enggak cuma itu, penyakit ini juga bisa menimbulkan nanah dan lepuhan di kulit.

Kata ahli, ruam ini bisa muncul pada kulit di berbagai bagian tubuh. Namun, dalam kebanyakan kasus ruam akan timbul di daerah lipatan kulit, seperti ketiak, selangkangan, bawah payudara, dan sela jari. Tapi yang perlu diketahui, penyakit yang disebabkan jamur ini juga bisa terjadi pada kuku, tepian kuku, dan sudut mulut.

Bisa Menyerang Miss V

Umumnya gejala candidiasis berupa ruam pada kulit yang bisa menyebabkan kulit gatal (pruritus), kering, dan pecah-pecah. Dalam beberapa kasus, infeksi candida ini juga bisa membuat kulit melepuh hingga menimbulkan nanah.

Sebenarnya sih candidiasis ini terdiri dari beragam jenis yang dibagi berdasarkan lokasi yang terkena. Untuk bakteri yang menyerang area Miss V, disebut sebagai candidiasis vulvovaginal alias infeksi candidiasis pada organ genital wanita. Lalu, bagaimana dengan gejalanya?

Kata ahli, infeksi jamur pada Miss V ini bisa menimbulkan gejala berupa gatal yang ekstrim, kemerahan di area vulva dan selangkangan, serta rasa sakit pada area Miss V. Enggak cuma itu, cairan Miss V yang terinfeksi juga berwarna putih, kental, dan berbau asam.

Flora Normal dan Penyebabnya

Meski bisa menyerang pria, tapi umumnya candidiasis lebih sering terjadi pada wanita. Sebenarnya, jamur candida adalah jamur yang secara normal ada di kulit, saluran cerna, dan saluran reproduksi. Tenang, enggak usah panik dulu, sebab jamur candida merupakan flora normal. Tapi yang mesti diwaspadai, kadang kala pertumbuhan jamur ini bisa berlebihan hingga menimbulkan sederet masalah seperti di atas.

Meski bukan termasuk penyakit menular seksual, tapi infeksi candida juga bisa ditularkan melalui hubungan intim, terutama bagi mereka yang aktif secara seksual. Lalu, hal apalagi yang bisa menyebabkan candidiasis ini?

- Kebersihan pribadi yang buruk.

- Cuaca yang hangat.

- Jarang mengganti pakaian dalam.

- Mengenakan pakaian ketat.

- Kulit yang lembap dan tak dikeringkan dengan benar.

- Konsumsi antibiotik yang bisa membunuh bakteri pada kulit yang berperan untuk menekan pertumbuhan candida.

- Wanita dengan kadar estrogen yang tinggi.

- Diabetes yang tak terkendali.

- Wanita dengan sistem imun yang lemah.

Kemungkinan Besar Mengalaminya

Selain beberapa gejala di atas, melansir laman Central of Disease Control and Prevention (CDC), gejala khas candidiasis vulvovagina juga bisa berupa dispareunia. Dispareunia sendiri merupakan rasa sakit di area kemaluan secara terus-menerus, sebelum, selama, atau sesudah berhubungan intim. Enggak cuma itu, kata ahli dari CDC penyakit ini juga bisa ditandai dengan disuria eksternal alias rasa nyeri atau terbakar dan  tak nyaman ketika hendak buang air kecil.

Nah, masalahnya, menurut ahli di sana, diperkirakan 75 persen wanita akan mengalami satu episode candidiasis vulvovaginal dalam hidupnya. Bahkan, sekitar 40—45 persen wanita bisa mengalami dua episode atau lebih. Oleh sebab itu, jauhilah faktor risiko yang bisa memicu candidiasis vulvovaginal.

Punya keluhan kesehatan seperti di atas? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: