Esofagitis dan Disfagia, Kenali Perbedaan Keduanya

Esofagitis dan Disfagia, Kenali Perbedaan Keduanya

Halodoc, Jakarta – Apa yang biasanya kamu lakukan ketika kamu mengalami kesulitan untuk menelan? Memperbanyak air putih atau langsung konsumsi obat? Sebaiknya kenali dulu penyebab kamu susah menelan atau terasa nyeri pada tenggorokan ketika menelan. Bisa saja kamu mengalami kondisi esofagitis atau disfagia. Meskipun memiliki gejala yang sama, namun kedua penyakit ini perbedaan yang signifikan.

Penyebab Esofagitis dan Disfagia

Disfagia adalah kondisi saat tubuh memerlukan lebih waktu dan usaha untuk menelan makanan atau minuman dari mulut menuju lambung. Disfagia menjadi tanda adanya masalah pada tenggorokan atau kerongkongan ketika kamu menelan terlalu cepat atau tidak mengunyah dengan baik.

Ada beberapa penyebab kondisi disfagia, seperti otak dan saraf yang membantu memindahkan makanan melalui tenggorokan dan kerongkongan tidak berfungsi dengan baik misalnya ketika mengalami penyakit stroke, scleroderma, masalah saraf, dan masalah sistem imun. Adanya penghalang pada tenggorokan atau kerongkongan juga menjadi penyebab disfagia misalnya tumor kerongkongan, penyakit GERD, diverticula, dan benjolan pada kerongkongan.

Sedangkan esofagitis adalah kondisi peradangan yang terjadi pada lapisan kerongkongan. Banyak yang menjadi penyebab seseorang mengalami kondisi esofagitis seperti naiknya asam lambung, adanya alergi yang dipicu oleh makanan tertentu, infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus serta obat-obatan seperti antibiotik. Peradangan pada kerongkongan juga terjadi karena kebiasaan menelan obat tanpa air.

Baca juga: Inilah yang Tindakan Medis yang Dilakukan Jika Terkena Disfagia

Gejala Esofagitis dan Disfagia

Rasa sakit ketika menelan menjadi gejala yang dirasakan oleh pengidap esofagitis dan disfagia. Namun sebaiknya kenali gejala lain untuk memastikan kondisi kesehatan kamu.

Selain sensasi sakit ketika menelan, pengidap esofagitis mengalami gejala lain seperti rasa perih pada dada khususnya ketika sedang konsumsi makanan. Munculnya sariawan yang disertai hilangnya nafsu makan menjadi gejala yang akan dialami ketika seseorang mengalami kondisi esofagitis.

Naiknya asam lambung yang menyebabkan nyeri pada ulu hati dan rasa mual juga dialami oleh pengidap esofagitis. Pada bayi, kondisi esofagitis memengaruhi pertumbuhan karena kesulitan menelan makanan atau ASI. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan pada pengidap esofagitis adalah barium enema dan USG untuk penegakan diagnosis

Sedangkan pada pengidap disfagia mengalami penurunan berat badan yang cukup drastis karena kesulitan menelan makanan. Selain itu, pengidap disfagia merasakan sensasi adanya makanan yang tersangkut pada tenggorokan. Hal ini menyebabkan seseorang yang mengalami disfagia perlu memotong makanan menjadi bagian kecil agar mudah tertelan ketika dikonsumsi. Pengidap disfagia juga mengalami suara serak dan memproduksi air liur berlebih.

Baca juga: Ini Alasan Orang Bisa Kena Radang Kerongkongan

Perawatan di Rumah

Meskipun berbeda, perawatan di rumah bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama untuk kondisi esofagitis maupun disfagia, yaitu di antaranya:

1. Olahraga

Kedua kondisi ini bisa dihindari dan dikurangi faktor risikonya dengan melakukan olahraga yang teratur. Rutin berolahraga bisa membuat berat badan kamu stabil dan menurunkan berat badan, hal ini bisa kamu gunakan untuk menghindari penyakit esofagitis. Bagi pengidap disfagia, melakukan olahraga membantu kamu untuk melatih dan mengkoordinasikan otot untuk menelan serta menstimulasi saraf yang memicu refleks menelan.

2. Menghindari Rokok atau Alkohol

Sebaiknya pengidap disfagia menghindari konsumsi alkohol, tembakau, dan kafein untuk menghindari risiko yang semakin memperburuk kesehatan. Begitu juga dengan pengidap esofagitis, alkohol meningkatkan asam lambung yang membuat penyakit esofagitis mudah kambuh. Selain itu, kandungan berbahaya pada rokok memperburuk kondisi peradangan pada lapisan kerongkongan.

Tidak ada salahnya untuk bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui kondisi kesehatan kamu. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: Penyebab Esofagitis dan Cara Mengatasinya