27 June 2018

Penyebab Esofagitis dan Cara Mengatasinya

penyebab esofagitis, cara mengatasi esofagitis, bahaya esofagitis, pemicu esofagitis, gejala esofagitis

Halodoc, Jakarta – Esofagitis adalah sebuah kondisi ketika terjadi peradangan atau iritasi pada kerongkongan (esofagus). Esofagus adalah tabung yang berfungsi untuk mengirimkan makanan dari mulut ke perut.

Penyebab esofagitis ada bermacam-macam, mulai dari refluks asam (kondisi saat asam lambung mengalir di sepanjang esogafus atau kerongkongan yang menyebabkan infeksi pada kerongkongan dan nyeri di dada), efek samping dari obat-obatan tertentu, infeksi bakteri atau virus, riwayat esofagitis pada keluarga, lansia, sering mengonsumsi makanan berlemak atau makan dalam porsi besar, mengonsumsi makanan dengan rasa mint yang terlalu sering, memiliki kekebalan tubuh rendah, serta mengidap diabetes.

Biasanya, orang-orang yang mengidap esofagitis karena alergi makanan dikarenakan konsumsi makanan tertentu yang terlalu reaktif seperti susu, kedelai, telur, gandum, kacang-kacangan, dan kerang. Ada juga alergi jenis lain yang bisa menyebabkan esofagitis, seperti alergi pada serbuk bunga dan hewan peliharaan. Baca juga: Inilah Hormon Jerawat dan Cara Mengatasinya

Cara yang salah saat meminum obat juga bisa menjadi penyebab esofagitis, seperti meminum obat dengan air yang kurang, sehingga membuat sebagian obat menempel di kerongkongan. Jenis obat yang bisa menyebabkan esofagitis adalah penghilang rasa sakit, antibiotik, dan jenis obat yang dapat mencegah pengeroposan tulang.

Orang-orang yang mengidap HIV, kanker, dan diabetes berisiko mengidap esofagitis. Ini dikarenakan, sistem tubuh yang lemah membuat bakteri dan virus mudah masuk dan menyebabkan komplikasi beberapa penyakit.

Beberapa gejala esofagitis yang perlu diketahui adalah kesulitan menelan, rasa sakit ketika menelan, sakit tenggorokan yang diiringi dengan suara serak, nyeri dada dengan rasa yang lebih menyengat ketika makan, mual, muntah, nyeri perut, penurunan nafsu makan, dan batuk.Baca juga: Manfaat Mandi Pagi Hari untuk Kesehatan Kulit

Esofagitis yang tidak diobati akan menyebabkan komplikasi penyakit yang lebih parah lagi. Mulai dari penyempitan esofagus yang bisa berakibat mulai dari susah menelan, sampai menyempitkan jalan nafas.

Cara mengatasi esofagitis, selain menghindari hal-hal yang dapat memicunya, tidak lain adalah melalui pengobatan intens yaitu konsumsi obat yang dapat menghalangi produksi asam sekaligus menyembuhkan luka di tenggorokan, sampai melakukan operasi bila itu menjadi satu-satunya cara menyembuhkan esofagitis.

Derajat esofagitis terdiri dari beberapa rangkaian, mulai dari yang derajatnya rendah sampai yang tinggi. Derajat rendah hanya menjangkiti sekira 5 milimeter daerah esofagus, sedangkan esofagitis yang sudah parah bisa menjangkiti 75 persen area kerongkongan yang mengakibatkan kecacatan. Perubahan derajat atau tingkat keparahan esofagitis menjadi semakin berbahaya bisa terjadi karena tidak ada penanggulangan di awal. Baca juga: Ajarkan Anak Olahraga Sejak Dini, Kenapa Tidak?

Pengubahan pola hidup menjadi salah satu cara untuk mengobati esofagitis. Mengatur pola makan dengan cara mengonsumsi sayur dan buah-buahan, berhenti merokok, menjaga berat badan seimbang, dan tidur dengan posisi yang tepat dengan posisi bantal tidak terlalu tinggi sehingga membuat posisi kepala terlalu mengarah ke atas. Biasakan juga untuk tidur mengarah ke kiri, supaya organ-organ di dalam tubuh, terutama sistem pencernaan, berada pada zona nyamannya.

Jangan langsung tidur setelah makan dan menjaga kekencangan ikat pinggang supaya tidak terlalu mencekik, serta melakukan olahraga dan menjaga diri dari paparan asap rokok dan polusi adalah cara untuk mencegah esofagitis.

Ingin tahu lebih banyak mengenai penyebab esofagitis serta bagaimana cara mengatasinya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.