Inilah Faktor Risiko Seseorang Mengidap Akromegali

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
akromegali

Halodoc, Jakarta - Perubahan fisik pada pengidap akromegali akan terjadi secara bertahap. Akromegali sendiri merupakan penyakit yang jarang terjadi, bahkan penyakit ini sering kali tidak disadari oleh pengidapnya. Pasalnya, gejala yang timbul kadang tidak terlihat. Akromegali bisa memicu penyakit serius, bahkan bisa mengancam nyawa pengidapnya. Yuk, ketahui apa saja faktor risiko seseorang mengidap penyakit ini.

Baca juga: Awas, Inilah Penyebab Akromegali yang Perlu Diketahui

Apa Itu Akromegali?

Akromegali merupakan suatu kondisi kelainan yang muncul karena tubuh memiliki kelebihan hormon pertumbuhan, sehingga terjadi pertumbuhan secara berlebihan pada beberapa bagian tubuh, tulang, dan otot. Kondisi ini biasanya terjadi pada struktur wajah, tangan, dan kaki.

Apa Saja Gejala yang Muncul pada Pengidap Akromegali?

Gejala utama pada pengidap kondisi ini adalah terjadi pembesaran ukuran pada kaki, tangan, bibir, lidah, dan wajah. Selain terjadi pembesaran ukuran, gejala lainnya dari akromegali, yaitu:

  • Pada orang dewasa, suara menjadi lebih besar dan serak, karena adanya penebalan pita suara dan sinus.

  • Nyeri pada sendi, biasanya disebabkan oleh arthritis yang dapat mengakibatkan kemampuan gerak menjadi terbatas.

  • Masalah pada saraf terjepit, terutama saraf yang keluar dari tulang belakang.

  • Kesemutan atau sakit yang terjadi pada jari-jari.

  • Disfungsi ereksi pada pria.

  • Perubahan siklus menstruasi dan ukuran payudara pada wanita.

  • Mendengkur dan nafas yang tersendat ketika tidur.

Merasakan gejala-gejala di atas? Jangan dibiarkan begitu saja, ya! Karena gejala yang dibiarkan bisa saja membuat organ penting di dalam tubuh menjadi membesar. Organ-organ itu adalah limpa, hati, ginjal, dan jantung. Nah, jika ini terjadi akan berpotensi membahayakan nyawa.

Baca juga: Perbedaan Antara Gigantisme dan Akromegali

Inilah Faktor Risiko Seseorang Mengidap Akromegali

Akromegali disebabkan oleh kelebihan hormon pertumbuhan. Kelebihan hormon ini juga mengakibatkan perubahan metabolisme lemak dan gula dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, diabetes, dan masalah pada jantung. Selain itu, 98 persen terjadinya kasus akromegali disebabkan karena adanya tumor jinak pada kelenjar pituitari yang bernama adenoma. Akromegali juga dapat disebabkan oleh tumor pada bagian tubuh lainnya, seperti otak, pankreas dan paru-paru, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi.

Begini Langkah Pencegahan Akromegali

Lakukan pengobatan segera jika kamu enggak mau kondisi kamu semakin parah. Beberapa pengobatan yang bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan akromegali yang semakin parah, yaitu:

  1. Pembedahan untuk mengangkat tumor. Penyakit ini bisa terjadi karena seseorang mengidap tumor. Untuk mencegah terjadinya akromegali dapat melakukan pembedahan untuk pengangkatan tumor yang berada di kelenjar hipofisis. Pengangkatan ini bisa dilakukan melalui hidung atau pun di atas bibir.

  2. Terapi anggota gerak tubuh untuk mencegah terjadinya penyakit akromegali yang semakin parah dan menghindari berbagai komplikasi-komplikasi lainnya.

  3. Terapi radiasi konvensional yang dilakukan untuk mencegah dan mengobati penyakit akromegali. Bahayanya, seseorang yang melakukan terapi ini akan memperoleh efek samping setelah 10 tahun menjalani terapi.

Baca juga: Karena Kelainan Hormon, Ini 10 Komplikasi dari Akromegali

Jika kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!