Faktor yang Dapat Menyebabkan Kista Epidermoid

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Faktor yang Dapat Menyebabkan Kista Epidermoid

Halodoc, Jakarta – Kista epidermoid terjadi akibat muncul benjolan di bawah permukaan kulit. Namun, benjolan ini tidak bersifat kanker. Benjolan tanda penyakit kista epidermoid bisa muncul di bagian kulit mana saja, tetapi paling sering ditemukan pada wajah, leher, kepala, punggung, serta area kelamin. Ukuran benjolan yang muncul bisa bervariasi. 

Benjolan yang merupakan tanda kista epidermoid bisa dikenali dari tampilan fisik yang khas. Kista ini berwarna kecokelatan dan berisi cairan yang kental serta berbau. Ukuran dari benjolan yang muncul bisa sebesar kelereng hingga sebesar bola pingpong. Meski begitu, benjolan ini bersifat jinak dan jarang menimbulkan masalah kesehatan. Namun, bukan berarti kista epidermoid bisa diabaikan begitu saja. 

Baca juga: Ini Bagian Tubuh yang Sering Terkena Kista Epidermoid

Mengenal Penyebab dan Faktor Pemicu Kista Epidermoid 

Kista epidermoid bersifat jinak dan jarang menimbulkan masalah kesehatan. Namun, benjolan tanda kista ini bisa pecah dan menimbulkan infeksi. Benjolan kista epidermoid juga bisa mengganggu penampilan serta memicu rasa nyeri. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika menemukan benjolan pada kulit, sehingga penyebabnya bisa segera ditangani. 

Penyakit ini ditandai dengan gejala muncul benjolan di bawah kulit. Biasanya, benjolan muncul pada salah satu bagian tubuh, misalnya pada pergelangan tangan. Benjolan kista epidermoid memiliki ukuran sebesar kelereng hingga bola pingpong, muncul di tubuh bagian atas atau wajah, serta terdapat komedo hitam pada puncak benjolan. Benjolan juga bisa mengalami peradangan atau infeksi dan menyebabkan benjolan menjadi kemerahan serta bengkak. 

Penyebab munculnya kista epidermoid adalah tumpukan sel-sel kulit mati yang terjebak di dalam kulit. Kondisi ini bisa dipicu oleh beberapa hal, seperti cedera pada kulit, infeksi HPV, hingga paparan sinar matahari yang berlebihan. Penyakit ini bisa menyerang siapa dan pada usia berapa saja. Meski begitu, ada kelompok tertentu yang disebut lebih berisiko. 

Baca juga: Bersifat Jinak, Bisakah Kista Epidermoid Disembuhkan?

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit kista epidermoid menyerang. Kondisi ini rentan terjadi pada orang yang sudah melewati masa puber, memiliki kelainan genetik yang bersifat langka, serta memiliki luka pada kulit. Orang yang memiliki tipe kulit berjerawat juga disebut lebih berisiko mengembangkan kista epidermoid. 

Terkadang, kista epidermoid bisa sembuh dan berhenti tumbuh dengan sendirinya. Benjolan bisa hilang tanpa diobati. Namun, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika benjolan mulai terasa tidak nyaman, mengganggu penampilan, serta mengeluarkan bau tidak sedap. Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kista epidermoid adalah operasi untuk mengangkat seluruh kista. 

Kondisi ini juga bisa diatasi dengan suntik obat untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan, mengeluarkan isi dari benjolan dengan membuat sayatan kecil di kista, serta terapi laser untuk mengecilkan ukuran kista. Jangan pernah memencet benjolan kista karena bisa menimbulkan infeksi. Kista epidermoid yang tidak ditangani dengan baik bisa memicu komplikasi. 

Penyakit ini bisa memicu komplikasi berupa peradangan pada area sekitar kista, infeksi jika kista sampai pecah, serta kista tumbuh kembali. Dalam kasus yang sangat jarang, kista epidermoid yang tidak ditangani bisa berubah menjadi kanker kulit. 

Baca juga: Tidak Bersifat Kanker, Ini yang Dimaksud Kista Epidermoid

Masih penasaran tentang kista epidermoid dan apa saja faktor risikonya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa kapan dan di mana saja menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Epidermoid Cysts.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Epidermoid cysts.