• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tidak Bersifat Kanker, Ini yang Dimaksud Kista Epidermoid

Tidak Bersifat Kanker, Ini yang Dimaksud Kista Epidermoid

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Tidak Bersifat Kanker, Ini yang Dimaksud Kista Epidermoid

“Kista epidermoid bisa menimbulkan gejala berupa benjolan di kulit. Penyebab utamanya adalah terjebaknya keratin di bawah kulit karena kerusakan pada kulit atau bagian folikel rambut. Meski benjolan kista ini tidak bersifat kanker, penanganan segera tetap diperlukan agar tidak menimbulkan komplikasi yang serius.”


Halodoc, Jakarta - Benjolan yang muncul pada area tubuh tidak selalu diartikan sebagai kanker. Ada benjolan yang bersifat non-kanker, yang dalam istilah medis disebut kista. Jenis kista sangat beragam, salah satunya adalah kista epidermoid. Kista ini dapat muncul pada bagian tubuh mana saja, tetapi seringnya muncul pada leher, punggung, wajah, kepala, dan area genital.

Dilihat dari tampilan luar atau fisiknya, kista epidermoid muncul dengan warna kuning kecoklatan dan berisi cairan kental yang mengeluarkan bau. Ukurannya beragam, bisa sebesar kelereng hingga berukuran sebesar bola pingpong. Kista jenis ini bersifat jinak dan jarang memicu masalah kesehatan tertentu. Meski begitu, kemunculan kista ini bisa mengganggu penampilan, pecah, terasa nyeri, dan bisa memicu infeksi. 

Baca juga: 5 Tindakan Medis yang Bisa Dilakukan untuk Hilangkan Kista

Memahami Penyebab dan Gejala Kista Epidermoid

Pada kebanyakan kasus, kista epidermoid terjadi karena terbentuknya keratin (protein yang terbentuk secara alami di sel kulit) yang terjebak di bawah kulit karena kerusakan pada kulit atau bagian folikel rambut. Kondisi ini sering berkembang sebagai respon dari trauma yang muncul pada kulit, jerawat, kulit yang terkena paparan matahari berlebihan, dan virus HPV. 

Meski lebih sering terjadi pada seseorang yang memiliki jerawat atau mengalami masalah kulit tertentu, kista epidermoid juga lebih berisiko terjadi pada orang-orang yang telah melalui masa pubertas, mengalami cedera pada bagian kulit, dan mengalami kelainan genetik yang terbilang langka. 

Sementara itu, gejala utama dari kemunculan kista epidermoid, yaitu:

  • Munculnya benjolan kecil bulat di bawah kulit, biasanya di wajah, leher, atau badan.
  • Adanya komedo kecil menyumbat lubang tengah kista.
  • Terdapat cairan kental, kuning, dan bau, yang terkadang keluar dari kista.
  • Kemerahan, bengkak dan nyeri di area kista, jika meradang atau terinfeksi

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Miom dan Kista

Kamu harus memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter apabila kista mengalami pertumbuhan yang cepat, kista epidermoid pecah, sakit, dan terinfeksi, munculnya kista pada area yang mudah teriritasi, dan pada area seperti jari kaki dan tangan. 

Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk lebih mudah tanya jawab dengan dokter lewat chat, dan beli obat yang diresepkan tanpa perlu keluar rumah. 

Bagaimana Jika Tidak Diobati?

Pada beberapa kasus, kista epidermoid dapat membengkak dan menjadi lebih lembut. Bila tidak diobati, kista epidermoid bisa menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Peradangan. Kista epidermoid dapat menjadi lunak dan bengkak, meskipun tidak terinfeksi. Kista yang meradang sulit dihilangkan. Dokter kemungkinan akan menunda pengangkatannya sampai peradangan mereda.
  • Pecah. Kista yang pecah sering menyebabkan infeksi seperti bisul yang membutuhkan perawatan segera.
  • Infeksi. Kista dapat terinfeksi dan terasa nyeri (abses).
  • Kanker kulit. Dalam kasus yang sangat jarang, kista epidermoid dapat menyebabkan kanker kulit.

Baca juga: Ini Perbedaan Tumor, Kista, dan Miom

Itulah sedikit pembahasan mengenai kista epidermoid. Meski bukan termasuk kanker yang sifatnya ganas, kondisi ini tetap tidak boleh disepelekan. Segera cari bantuan medis bila menemukan gejala penyakit ini, agar bisa segera ditangani, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Sebaceous Cyst. 
WebMD. Diakses pada 2021. What are Epidermoid Cyst.
Healthline. Diakses pada 2021. Epidermoid Cyst.