Tidak Bersifat Kanker, Ini yang Dimaksud Kista Epidermoid

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Tidak Bersifat Kanker, Ini yang Dimaksud Kista Epidermoid

Halodoc, Jakarta - Benjolan yang muncul pada area tubuh tidak selalu diartikan sebagai kanker. Ada benjolan yang bersifat non-kanker, yang dalam istilah medis disebut kista. Jenis kista sangat beragam, salah satunya adalah kista epidermoid. Kista ini dapat muncul pada bagian tubuh mana saja, tetapi seringnya muncul pada leher, punggung, wajah, kepala, dan area genital.

Dilihat dari tampilan luar atau fisiknya, kista epidermoid muncul dengan warna kuning kecoklatan dan berisi cairan kental yang mengeluarkan bau. Ukurannya beragam, bisa sebesar kelereng hingga berukuran sebesar bola pingpong. Kista jenis ini bersifat jinak dan jarang memicu masalah kesehatan tertentu. Meski begitu, kemunculan kista ini bisa mengganggu penampilan, pecah, terasa nyeri, dan bisa memicu infeksi. 

Penyebab dan Gejala Kista Epidermoid

Umumnya, kista epidermoid terjadi karena terbentuknya keratin, protein yang terbentuk secara alami pada sel-sel kulit. Kista ini berkembang ketikan protein terjebak di bawah kulit karena kerusakan kulit atau di bagian folikel rambut. Kista epidermoid sering berkembang sebagai respon dari trauma yang muncul pada kulit, jerawat, kulit yang terkena paparan matahari berlebihan, dan virus HPV. 

Baca juga: 5 Tindakan Medis yang Bisa Dilakukan untuk Hilangkan Kista

Meski lebih sering terjadi pada seseorang yang memiliki jerawat atau mengalami masalah kulit tertentu, kista epidermoid juga lebih berisiko terjadi pada orang-orang yang telah melalui masa pubertas, mengalami cedera pada bagian kulit, dan mengalami kelainan genetik yang terbilang langka. 

Sementara itu, gejala utama dari kemunculan kista epidermoid adalah munculnya benjolan pada area bawah kulit. Biasanya, bagian wajah dan leher menjadi area yang sering terinfeksi kista. Ukurannya terbilang kecil, tetapi biasanya terisi cairan dengan tekstur kental berwarna kuning mirip dengan keju dan mengeluarkan bau. Pada area yang terinfeksi akan terjadi perubahan warna kulit menjadi kemerahan dan terjadi pembengkakan. Ketika disentuh, benjolan terasa lembut. 

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Miom dan Kista

Kamu harus memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter apabila kista mengalami pertumbuhan yang cepat, kista epidermoid pecah, sakit, dan terinfeksi, munculnya kista pada area yang mudah teriritas, dan pada area seperti jari kaki dan tangan. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk lebih mudah tanya jawab dengan dokter melalui fitur Tanya Dokter atau membuat janji langsung di rumah sakit terdekat. 

Komplikasi dan Pengobatan Kista Epidermoid

Pada beberapa kasus, kista epidermoid dapat membengkak dan menjadi lebih lembut. Jika mengalami infeksi, kista akan lebih sulit untuk diobati. Biasanya, dokter akan menunggu hingga peradangan sembuh dan kemudian melakukan pengangkatan kista. Pada kasus yang terbilang langka, kista epidermoid bisa mengalami komplikasi menjadi kanker kulit. 

Meski begitu, kebanyakan kasus kista epidermoid akan berhenti bertumbuh dengan sendirinya, sehingga tidak perlu dilakukan penanganan khusus. Walaupun tidak berkembang menjadi kanker, kamu disarankan untuk tidak menyentuh atau memencet kista untuk mengurangi peradangan atau infeksi pada area kista. Selain mengangkat kista, tindakan pengobatan lainnya yang bisa dilakukan adalah melalui metode enukleasi. 

Baca juga: Ini Perbedaan Tumor, Kista, dan Miom


Referensi: 

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Sebaceous Cyst. 
WebMD. Diakses pada 2019. What are Epidermoid Cyst.
Healthline. Diakses pada 2019. Epidermoid Cyst.