Bersifat Jinak, Bisakah Kista Epidermoid Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bersifat Jinak, Bisakah Kista Epidermoid Disembuhkan?

Halodoc, Jakarta – Tumbuh di bawah kulit, kista epidermoid merupakan benjolan yang tidak bersifat kanker. Kista ini dapat terbentuk di bagian kulit manapun, meski lebih sering muncul di wajah, leher, kepala, punggung, dan area genital. Karena sifatnya yang jinak, kista epidermoid jarang menimbulkan masalah kesehatan. 

Namun, pada beberapa kasus, kista epidermoid juga dapat mengganggu penampilan, menimbulkan rasa nyeri, pecah, dan menjadi infeksi. Oleh karena itu, kista epidermoid memang sebaiknya segera diobati, untuk menghindari berbagai risiko tersebut.

Baca juga: Ini 8 Jenis Kista yang Perlu Diketahui

Sebelum memulai pengobatan, dokter akan memastikan diagnosis kista epidermoid dengan mengamati karakteristik benjolan. Jika diperlukan, pengambilan sampel jaringan atau cairan kista juga diperlukan untuk diperiksa di laboratorium. Prosedur ini disebut biopsi, yang sebenarnya juga dapat dilakukan pada saat operasi pengangkatan kista epidermoid.

Umumnya, kista epidermoid dapat berhenti tumbuh dan mengempis dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, jika kista menimbulkan rasa sakit atau mengganggu penampilan, dokter akan melakukan beberapa metode pengobatan berikut:

  • Operasi untuk mengangkat seluruh kista.

  • Penyuntikkan obat, untuk mengurangi pembengkakan dan infeksi.

  • Pembuatan sayatan kecil pada benjolan kista, untuk mengeluarkan cairan di dalamnya.

  • Terapi laser untuk mengecilkan kista.

Perlu diingat bahwa jangan sekali-kali memencet kista, karena dapat meningkatkan risiko infeksi. Selain itu, kista yang dipencet dapat tumbuh kembali. Jika kista pecah dengan sendirinya dan mengeluarkan cairan, segera tutupi dengan perban atau kain bersih lalu segera ke rumah sakit terdekat.

Baca juga: Lebih Bahaya Mana, Miom atau Kista?

Waspadai Gejala Kista Epidermoid Berikut

Seperti namanya, benjolan akibat kista epidermoid tumbuh di bawah kulit atau lapisan epidermis kulit. Secara umum, benjolan kista epidermoid memiliki beberapa karakteristik, yaitu:

  • Benjolan memiliki ukuran sebesar kelereng hingga bola pingpong.

  • Benjolan biasanya muncul di wajah, tubuh bagian atas, atau leher.

  • Pada puncak benjolan, tampak bintik seperti komedo hitam.

  • Jika mengalami infeksi, area di sekitar kista akan menjadi kemerahan dan bengkak.

  • Jika kista pecah, akan keluar cairan kental berwarna kuning yang berbau tidak sedap.

Jika kamu menjumpai benjolan dengan karakteristik tersebut, segera diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc lewat chat, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Jadi, pastikan aplikasinya sudah kamu download dan install di ponselmu, ya.

Meski bukan kanker dan jarang sekali menyebabkan masalah serius, kamu tidak bisa mengabaikannya. Pokoknya, kamu perlu memeriksakan semua benjolan asing yang muncul di tubuh ke dokter, agar diagnosis dan penanganan dapat segera dilakukan, sebelum timbul komplikasi berbahaya.

Baca juga: Ketahui Penyebab Kista pada Remaja Putri

Terkait kista epidermoid, kamu perlu waspada dan segera ke dokter jika benjolan:

  • Mengganggu penampilan.

  • Tumbuh di jari tangan atau jari kaki.

  • Membesar dengan cepat.

  • Pecah, terasa nyeri, atau terinfeksi.

Penyebab dan Komplikasi dari Kista Epidermoid

Tumbuhnya kista epidermoid disebabkan oleh terjebaknya sel-sel kulit mati di dalam kulit. Hal ini dapat dipicu oleh beberapa hal, seperti cedera pada kulit, infeksi HPV (Human Papilloma Virus), jerawat, dan paparan sinar matahari yang berlebihan. Meski bisa terjadi pada siapa saja, kista epidermoid lebih tinggi risikonya pada orang yang telah melewati masa puber dan memiliki kulit yang berjerawat.

Pada beberapa kasus, kista epidermoid yang tidak diobati dapat menimbulkan beberapa komplikasi, seperti:

  • Peradangan pada area kulit sekitar kista.

  • Infeksi, terutama akibat memencet kista sampai pecah.

  • Kista tumbuh kembali, terutama jika tidak ditangani dengan operasi.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Epidermoid Cysts.
Healthline. Diakses pada 2019. Epidermoid Cysts.
WebMD. Diakses pada 2019. What’s the Treatment for Skin Cysts?