• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Faktor yang Membuat Wanita Rentan Mengalami Nyeri Haid

Faktor yang Membuat Wanita Rentan Mengalami Nyeri Haid

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Tak sedikit wanita yang kewalahan ketika berhadapan dengan ‘tamu bulanan’, alias menstruasi. Beragam keluhan harus mereka hadapi, mulai dari mood menurun, perut kram, badan terasa lemas, hingga perasaan lebih sensitif yang dapat mengganggu aktivitas harian. 

Hal yang bikin resah, ada juga sebagian wanita yang mengalami nyeri haid yang tak tertahankan. Nyeri haid atau dismenore ini merupakan kram otot yang dirasakan di perut bagian bawah. Biasanya kondisi ini muncul sebelum atau ketika mengalami menstruasi. 

Lantas, faktor apa saja yang bisa membuat wanita rentan mengalami nyeri haid? 

Baca juga: Kenali Penyebab Nyeri Haid yang Normal hingga Serius

Faktor Risiko Penyebab Nyeri Haid

Nyeri haid terkadang bisa cukup parah dan menyebar hingga ke punggung dan paha. Nyeri haid ini berbeda dengan sindrom pramenstruasi (PMS). Namun, gejala dari keduanya bisa dianggap sebagai proses yang berkaitan. Lalu, apa faktor risiko yang bisa menyebabkan nyeri haid?

Sebenarnya, penyebab nyeri haid tak disebabkan oleh faktor tunggal. Terdapat faktor risiko yang bisa menyebabkan kondisi ini, yaitu:

  • Kadar hormon prostaglandin yang terlalu banyak. Hormon ini yang merangsang otot rahim berkontraksi untuk mengeluarkan darah menstruasi.
  • Endometriosis. Jaringan yang melapisi rahim mulai tertanam di luar rahim, paling umum pada tuba falopi, ovarium, atau jaringan yang melapisi panggul. 
  • Penyakit radang panggul. Kondisi di mana rahim, saluran tuba, dan ovarium terinfeksi bakteri sehingga menyebabkan peradangan. 
  • Adenomiosis. Jaringan yang biasanya melapisi rahim mulai tumbuh di dalam dinding rahim yang berotot, membuat menstruasi sangat menyakitkan.
  • Miom, tumor jinak pada dinding rahim.
  • Perdarahan yang berlebihan saat menstruasi.
  • Menstruasi tidak lancar.
  • Infeksi menular seksual.
  • Stres dan kecemasan.

Baca juga: Cara Menghilangkan Nyeri Haid Tanpa Obat

Nah, bagi dirimu yang mengalami kondisi-kondisi di atas, tidak ada salahnya untuk berdiskusi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan atau saran medis yang tepat. 

Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Nyeri Haid yang Tak Boleh Diabaikan

Boleh dibilang, banyak wanita yang mengalami nyeri haid pada perut bagian bawah ketika mengalami menstruasi. Nyeri ini bisa menyebar sampai ke punggung bawah hingga paha. Hal yang perlu diingat, memang ada nyeri haid ringan yang bisa diabaikan, namun ada nyeri yang sangat parah dan butuh perhatian khusus. 

Pasalnya, nyeri haid yang tak tertahankan ini bisa saja menandai adanya masalah yang lebih serius. Berikut ini gejala-gejala nyeri haid yang tidak boleh diabaikan:

  • Mengalami keputihan yang meningkat atau berbau busuk.
  • Demam dan nyeri panggul.
  • Nyeri tiba-tiba atau parah, terutama jika menstruasi terlambat lebih dari satu minggu dan telah aktif secara seksual.
  • Nyeri yang tidak membaik dengan penggunaan antinyeri.

Baca juga: Wanita, Wajib Tahu Cara Menghilangkan Nyeri Menstruasi

Hubungi dokter juga bila:

  • Perawatan tidak menghilangkan rasa sakit setelah 3 bulan.
  • Merasakan sakit setelah memasang intrauterine device/IUD (alat kontrasepsi dalam rahim) lebih dari 3 bulan yang lalu.
  • Mengeluarkan gumpalan darah atau mengalami gejala lain dengan rasa sakit.
  • Rasa sakit atau nyeri terjadi pada waktu selain menstruasi, dimulai lebih dari lima hari sebelum menstruasi, atau berlanjut setelah menstruasi selesai.

Itulah beberapa faktor yang bisa membuat wanita rentan mengalami nyeri haid. Setiap wanita dapat mengalami hal yang berbeda-beda. Jika terjadi nyeri haid yang semakin parah dan lama-kelamaan tidak tertahankan, segera periksakan diri ke dokter. 



Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Painful menstrual periods
National Health Service - UK. Diakses pada 2020. Period pain
Mayo Clini. Diakses pada 2020. 
Cleveland Clinic (2014). Dysmenorrhea.