• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Faktor yang Sebabkan Hiperparatiroidisme

Faktor yang Sebabkan Hiperparatiroidisme

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Semua yang berlebihan, atau kurang, tentu tidak akan berdampak baik. Kadar yang tepat ukuran itulah yang dianjurkan. Seperti halnya tubuh, ketika salah satu bagian, baik organ maupun kelenjar yang memproduksi sesuatu berlebihan atau kurang tentu berdampak negatif terhadap proses tubuh, misalnya hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme terjadi ketika kelenjar paratiroid yang berada di leher dekat kelenjar tiroid membuat hormon paratiroid dalam jumlah berlebihan. Sebenarnya, ada dua jenis hiperparatiroidisme, primer, dan sekunder. Baik hiperparatiroidisme primer maupun sekunder sama-sama berdampak negatif terhadap kesehatan tubuh. 

Apa Saja yang Menyebabkan Hiperparatiroidisme?

Jika terjadi hiperparatiroidisme primer, terjadi produksi hormon paratiroid berlebihan yang berdampak pada meningkatkan kadar kalsium di dalam darah. Pasalnya, hormon paratiroid bertugas untuk menjaga keseimbangan fosfor dan kalsium pada tubuh, meregulasi kadar kalsium di dalam darah, melepaskan kalsium dari tulang, menyerap kalsium yang ada di usus, dan mengeluarkannya melalui urine.

Baca juga: Hiperparatiroidisme Juga Bisa Mengakibatkan Hiperkalemia

Sementara itu, hiperparatiroidisme sekunder terjadi sebagai dampak dari penyakit lain yang membuat kadar kalsium di dalam tubuh menurun atau rendah, sehingga membuat kadar hormon paratiroid meningkat. Kurangnya kalsium dalam darah memicu kelenjar paratiroid untuk memroduksi hormon paratiroid, sehingga menyebabkan terjadinya hiperparatiroidisme. 

Pembesaran kelenjar, masalah struktural yang terjadi pada kelenjar paratiroid, hingga tumor bisa menjadi penyebab kelenjar paratiroid bersifat overaktif, sehingga menghasilkan hormon paratiroid dalam jumlah yang berlebih.

Meningkatkan produksi hormon paratiroid ini mengakibatkan ginjal dan usus menyerap kalsium dalam jumlah berlebih, yang juga membuat kalsium dari tulang menurun. Kelenjar paratiroid akan kembali melepas hormon paratiroid dalam jumlah normal apabila kadar kalsium di dalam darah kembali meningkat. 

Baca juga: Hiperparatiroidisme Juga Bisa Muncul Akibat Gagal Ginjal

Wanita yang telah mengalami menopause juga lebih berisiko mengalami hiperparatiroidisme. Begitu pula jika kamu pernah mengalami kekurangan vitamin D atau kalsium dalam jangka waktu lama, memiliki penyakit langka yang menurun, termasuk multiple endocrine neoplasia type 1 yang memengaruhi kelenjar pada tubuh. Faktor lain yang turut berperan adalah seseorang yang menjalani perawatan radiasi untuk kanker pada area leher, dan konsumsi obat jenis lithium yang sering dikaitkan dengan kelainan bipolar

Kenali Tanda dan Gejala Hiperparatiroidisme

Gejala dan tanda dari hiperparatiroid bisa bervariasi, bergantung jenis yang terjadi. Jika mengalami hiperparatiroid primer, gejala yang muncul adalah kelelahan, tubuh lemah, nyeri pada tubuh, dan depresi. Pada kondisi yang lebih serius, gejala berkembang menjadi hilangnya nafsu makan, batu ginja, masalah ingatan, mual, muntah, sembelit, haus berlebihan, dan peningkatan produksi urine.

Sementara hiperparatiroidisme sekunder bisa terjadi jika kamu pernah mengalami kelainan tulang, termasuk cacat tulang, patang tulang, dan pembengkakan pada sendi. Gejalanya bergantung pada penyebab yang terjadi, bisa berupa gagal ginjal kronis atau defisiensi vitamin D yang sifatnya serius. 

Baca juga: Idap Gagal Ginjal Kronis, Perlukah Transplantasi Ginjal?

Jadi, jika kamu mengalami salah satu dari gejala-gejala di atas, lakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan. Dengan begitu, komplikasi bisa dicegah. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat, chat dengan dokter, Beli Obat hingga Cek Lab

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2019. Hyperparathyroidism.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hyperparathyroidism.
NHS. Diakses pada 2019. Hyperparathyroidism.