Hiperparatiroidisme Juga Bisa Muncul Akibat Gagal Ginjal?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Hiperparatiroidisme Juga Bisa Muncul Akibat Gagal Ginjal?

Halodoc, Jakarta – Ketika kelenjar paratiroid memproduksi terlalu banyak hormon paratiroid dalam aliran darah, akan ada kondisi bernama hiperparatiroidisme yang terjadi. Perlu diketahui bahwa hormon paratiroid berfungsi untuk menyeimbangkan kadar kalsium dan fosfat dalam aliran darah. Ketika terjadi hiperparatiroidisme, kadar kalsium dalam darah akan meningkat dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Hiperparatiroidisme dapat terjadi akibat gagal ginjal kronis. Kondisi ini digolongkan sebagai hiperparatiroidisme sekunder, yaitu ketika ada kondisi medis lain yang membuat kadar kalsium menjadi rendah, sehingga kelenjar paratiroid bekerja sangat aktif untuk menggantikan kalsium yang hilang itu. Selain karena gagal ginjal kronis, hiperparatiroidisme juga dapat disebabkan oleh gangguan penyerapan makanan dan kekurangan vitamin D.

Baca juga: Jarang Terjadi, Kenali 8 Gejala Hipoparatiroid

Jenis lain dari hiperparatiroidisme, berdasarkan hal yang menyebabkannya, adalah hiperparatiroidisme primer dan tersier. Hiperparatiroidisme primer terjadi ketika adanya gangguan pada salah satu atau beberapa kelenjar paratiroid. Hal ini bisa disebabkan oleh tumor jinak (adenoma), ataupun ganas pada kelenjar paratiroid, atau pembesaran pada kelenjar paratiroid itu sendiri.

Risiko seseorang untuk mengidap hoperparatiroidisme primer ini dapat meningkat, jika: 

  • Memiliki kelainan genetik. 
  • Kekurangan vitamin D dan kalsium dalam jangka panjang. 
  • Terpapar radiasi dari terapi kanker. 
  • Mengonsumsi obat untuk mengatasi gangguan bipolar
  • Menopause.

Sementara itu, hiperparatiroidisme tersier terjadi ketika penyebab dari hiperparatiroidisme sekunder telah diatasi, tetapi kelenjar paratiroid tetap menghasilkan hormon secara berlebihan. Kondisi ini mengakibatkan kadar kalsium dalam darah tetap tinggi, dan terjadilah hiperparatiroidisme tersier.

Baca juga: Jangan Diremehkan, Ketahui 5 Penyebab Hipoparatiroid

Gejala yang Dialami Pengidap Hiperparatiroidisme

Tingginya kadar kalsium yang tinggi dalam darah dapat menimbulkan beberapa gejala seperti:

  • Muntah.
  • Dehidrasi.
  • Cepat mengantuk.
  • Otot tegang.
  • Detak jantung tidak beraturan.
  • Hipertensi.

Hiperparatiroidisme sebenarnya jarang menimbulkan gejala yang berarti. Umumnya, gejala baru muncul ketika terjadi kerusakan atau disfungsi organ dan jaringan, akibat tingginya kadar kalsium dalam darah, sementara cadangan kalsium dalam tulang menurun. Ketika kondisi ini terjadi, gejala yang muncul dapat berupa:

  • Nyeri tulang dan sendi.
  • Tulang menjadi rapuh dan rentan mengalami patah tulang.
  • Mual, muntah, serta selera makan menurun.
  • Nyeri perut.
  • Sembelit atau konstipasi.
  • Banyak mengeluarkan urine.
  • Cepat haus.
  • Cepat lelah atau lemas.
  • Badan terasa tidak enak tanpa penyebab pasti.
  • Depresi atau cepat lupa.
  • Konsentrasi hilang.

Karena gejalanya sering tidak disadari, padahal hiperparatiroidisme tergolong kondisi yang tidak bisa diabaikan, kamu perlu senantiasa menjalani gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Tidak ada alasan untuk malas, karena sekarang pemeriksaan laboratorium dapat dipesan melalui aplikasi Halodoc, dan dilakukan di rumah. Kamu hanya perlu pilih jenis pemeriksaan kesehatan yang kamu butuhkan, dan petugas labnya akan datang ke alamatmu.

Baca juga: Pola Makan Sehat untuk Pengidap Hipoparatiroid

Waspadai Risiko Komplikasi dari Hiperparatiroidisme

Ketika kadar kalsium dalam tulang sudah terlalu rendah, tetapi kadar kalsium dalam aliran darah terlalu tinggi, akan ada komplikasi yang mungkin terjadi. Beberapa komplikasi dari hiperparatiroidisme adalah:

  • Batu ginjal. Tingginya kadar kalsium dalam darah dapat memicu peningkatan jumlah kalsium yang dikeluarkan melalui urine, sehingga endapan kalsium di ginjal yang menjadi batu ginjal menjadi lebih rentan terbentuk.
  • Penyakit kardiovaskuler. Kadar kalsium dalam darah yang terlalu tinggi dapat memicu hipertensi dan berbagai penyakit kardiovaskuler.
  • Osteoporosis. Ketika tulang kehilangan kalsium, tulang akan menjadi lemah, rapuh, hingga berkembang menjadi osteoporosis.
  • Hipoparatiroidisme pada bayi baru lahir. Hiperparatiroidisme yang terjadi pada ibu hamil berisiko menyebabkan hipoparatiroidisme pada bayi baru lahir. Kondisi ini membuat bayi memiliki kadar kalsium darah yang terlalu rendah.

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Hyperparathyroidism.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hyperparathyroidism.
Healthline. Diakses pada 2019. Hyperparathyroidism.