Ketahui Gagal Ginjal Sebabkan Tamponade Jantung

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ketahui Gagal Ginjal Sebabkan Tamponade Jantung

Halodoc, Jakarta – Tamponade jantung terjadi disebabkan oleh penumpukan cairan di antara lapisan perikardium. Ada beberapa kondisi yang memicu tamponade jantung termasuk gagal ginjal. Bagaimana kedua kondisi ini bisa saling terkait?

Ketika pasien dengan gagal ginjal tidak melakukan pencucian darah maka besar kemungkinan terjadi efusi perikardial, yaitu kelebihan cairan pada perikardium. Situasi medis inilah yang dikenal dengan tamponade jantung. 

Gagal Ginjal dan Tamponade Jantung

Dalam kebanyakan kasus, gagal ginjal disebabkan oleh masalah kesehatan lain yang membuat ginjal akhirnya rusak seiring berjalannya waktu, sehingga membuatnya tidak bisa berfungsi. Ketika ginjal gagal melakukan tugasnya maka diperlukan, dialisis atau cuci darah untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Dialisis menjadi keharusan karena proses ini dapat menghilangkan limbah, garam dan air tambahan dapat mencegah mereka menumpuk di tubuh, menjaga tingkat aman bahan kimia tertentu dalam darah (seperti kalium, natrium dan bikarbonat), serta membantu mengendalikan tekanan darah.

Baca juga: Waspada, Ini 2 Komplikasi dari Kondisi Perikarditis

Sejatinya dialisis melakukan beberapa pekerjaan ginjal yang sehat, tetapi tidak bisa menyembuhkan penyakit ginjal. Pengidap gagal ginjal perlu menjalani perawatan dialisis seumur hidup atau mendapatkan transplantasi ginjal.

Tanpa dialisis, racun menumpuk di dalam darah, menyebabkan kondisi yang disebut uremia. Pengidap akan menerima obat apa pun yang diperlukan untuk mengelola gejala uremia dan kondisi medis lainnya. 

Bergantung pada seberapa cepat racun menumpuk, kematian biasanya terjadi mulai dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Ketika racun menumpuk, seseorang mungkin mengalami perubahan fisik dan emosional tertentu. Pada hari-hari terakhir, tubuh mulai mati. 

Dalam kebanyakan kasus, serangkaian perubahan fisik yang dapat terjadi salah satunya adalah kelebihan cairan.  Tamponade jantung terjadi ketika cairan ekstra menumpuk di ruang di sekitar jantung. Cairan ini memberi tekanan pada jantung dan mencegahnya memompa dengan baik.

Baca juga: Perikarditis Dapat Sebabkan Tamponade Jantung

Kantung berserat yang disebut perikardium mengelilingi jantung. Kantung ini terdiri dari  dua lapisan tipis. Pada kondisi normal, aka nada sedikit cairan di antara dua lapisan tersebut. Cairan ini berguna untuk mencegah gesekan antar lapisan ketika mereka bergerak saat jantung berdetak. 

Ketika cairan menumpuk secara tidak normal, dapat membuat jantung sulit mengembang dan memompa dengan baik. Akibatnya, bisa mengurangi sirkulasi jumlah darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh.

Perawatan Tamponade Jantung

Tamponade jantung adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan langsung dari dokter dan tim medis. Semakin cepat dilakukan, semakin kecil risiko berbahaya yang dapat dialami oleh pengidapnya. 

Perawatan tamponade jantung sejatinya dilakukan untuk menghilangkan tekanan pada jantung dan mengobati kondisi yang mendasarinya. Jika dalam hal ini pengidapnya mengalami tamponade jantung karena gagal ginjal, maka perawatan untuk gagal ginjal harus dilakukan.

Baca juga: 5 Tanda Awal Gagal Ginjal yang Perlu Diketahui

Transplantasi ginjal dan beberapa jenis dialisis adalah cara untuk merawat gagal ginjal. Penting untuk mengetahui bahwa dialisis tidak dapat melakukan semua hal yang dilakukan ginjal sehat. Karena itu, bahkan ketika kamu menjalani dialisis, ada kemungkinan bisa mengalami beberapa komplikasi lainnya.

Mengenai pemilihan opsi perawatan yang terbaik, kamu bisa langsung tanyakan ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Salah satu pengobatan untuk gagal ginjal disebut hemodialisis. Jenis perawatan ini menggunakan mesin untuk membersihkan darah dan itu hanya bisa dilakukan di pusat dialisis atau di rumah. Kemudian, jenis dialysis yang lain adalah dialisis peritoneal di mana perawatan ini menggunakan lapisan perut yang disebut peritoneum untuk membuang limbah dalam darah.

Referensi:
American Kidney Fund (Diakses pada 2019). Treatment of Kidney Failure
Healthline (Diakses pada 2019). Cardiac Tamponade
Davita Kidney Care (Diakses pada 2019). What Happens If Someone Stop Dialysis?
National Kidney Foundation (Diakses pada 2019). Dialysis
US National Library of Medicine (Diakses pada 2019), Acute Cardiac Tamponade: An Unusual Cause of Acute Renal Failure