19 March 2019

Ganggu Reproduksi Pria, Begini Cara Atasi Epididimitis

mengatasi epididimitis

Halodoc, Jakarta - Terjadinya epididimitis karena adanya peradangan pada epididimis. Epididimis merupakan suatu struktur berkelong yang menempel di belakang testis yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sperma yang matang.

Ada banyak kemungkinan yang menjadi penyebab epididimitis. Biasanya, gangguan ini disebabkan oleh bakteri. Terdapat beberapa jenis bakteri penyebab epididimitis yang sebagian besar disebabkan oleh infeksi menular seksual, termasuk klamidia dan gonore (GO). Namun, infeksi ini dapat juga terjadi karena infeksi yang berhubungan dengan saluran kemih (uretritis), walaupun tidak banyak ditemui.

Di samping bakteri, virus menjadi penyebab yang cukup dominan pada anak-anak. Pada epididimitis yang disebabkan oleh virus tidak didapatkan adanya pyuria (tanda peradangan atau serangan bakteri yang ditemukan pada urine). Sedangkan epididimitis yang disebabkan oleh basil tuberculosis, sering terjadi di daerah endemis TB.

Baca juga: Komplikasi yang Dapat Disebabkan Oleh Epididimitis

Tujuan dilakukannya terapi epididimitis adalah supaya infeksi sembuh dan berkurangnya transmisi penyakit. Salah satu terapi utama epididimitis dilakukan melalui pemberian antibiotik yang tepat. Beberapa pilihan antibiotik yang dapat digunakan adalah levofloxacin dan ceftriaxon. Istirahat dengan berbaring selama dua sampai tiga hari pun diperlukan untuk mencegah regangan berlebihan pada skrotum. Pembengkakan dan nyeri skrotum dapat dikurangi dengan pemberian kompres es analgetik.

Penanganan epididimitis bertujuan untuk mengatasi infeksi dan meredakan gejala yang timbul. Salah satunya adalah dengan pemberian obat, seperti:

  • Antibiotik, obat ini harus dihabiskan walau gejala sudah membaik, untuk memastikan infeksi sudah benar-benar hilang. Contohnya obat antibiotik yang dapat diresepkan oleh dokter adalah doxycycline dan ciprofloxacin.

  • Obat pereda nyeri, untuk meredakan rasa sakit yang muncul akibat epididimitis, dokter akan meresepkan obat pereda nyeri. Contohnya adalah paracetamol atau ibuprofen.

  • Berbaring di ranjang setidaknya selama 2 hari, dengan posisi skrotum terangkat (dibantu penopang).

  • Mengompres skrotum dengan air dingin.

  • Menghindari mengangkat beban berat.

Baca juga: Mr. P Nyeri? Hati-hati Kena Epididimitis

Saat kamu mengalami gejala berikut ini, kamu perlu waspada adanya gangguan reproduksi epididimitis bersemayam pada tubuh kamu:

  • Nyeri skrotum yang bersifat gradual.

  • Skrotum mengalami pembengkakan.

  • Testis kemerahan.

  • Testis terasa panas.

  • Demam.

  • Nyeri buang air kecil.

  • Nyeri saat berhubungan intim.

  • Pembesaran kelenjar getah bening inguinal.

Sebagai langkah awal untuk menangani gangguan epididimitis pada reproduksi kamu, biasanya akan diberikan antibiotik untuk meredakan gejalanya. Walaupun kamu sudah merasa lebih baik setelah meminum antibiotik, sebaiknya tetap lanjutkan sampai antibiotiknya habis supaya infeksi benar-benar tuntas.

Apabila kantung buah zakar kamu masih terasa sakit dan membengkak, sebaiknya cobalah mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen untuk meredakannya. Kamu juga bisa mengompres area selangkangan dengan kain berisi es batu dan menggunakan celana dalam khusus selama beberapa hari.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Ini Bahaya Epididimitis untuk Pria

Hal yang tidak kalah penting yang perlu kamu lakukan adalah hindari berhubungan intim tanpa pengamanan dan kebiasaan berganti-ganti pasangan. Hal ini justru akan meningkatkan risiko kamu akan tertular penyakit kelamin dan meningkatkan risiko epididimitis.

Itulah yang perlu kamu ketahui tentang cara mengatasi epididimitis yang membuat organ reproduksi terganggu. Jika kamu punya pertanyaan lain tentang kondisi ini, kamu bisa berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.