20 November 2018

Komplikasi yang Bisa Disebabkan oleh Epididimitis

komplikasi yang bisa disebabkan oleh epididimitis

Halodoc, Jakarta – Enggak hanya wanita saja yang perlu memerhatikan kesehatan daerah intimnya, para pria juga perlu lho. Para pria dianjurkan untuk menjaga kesehatan alat kelaminnya karena bagaimanapun juga bagian tubuh tersebut merupakan aset yang berharga. Salah satu penyakit kelamin yang perlu kaum adam waspadai adalah epididimitis. Penyakit ini bukan hanya bisa menimbulkan rasa nyeri pada Mr P, tapi juga bisa menyebabkan komplikasi yang serius. Karena itu, jangan sepelekan epididimitis. Cari tahu beberapa komplikasi yang bisa disebabkan oleh epididimitis di sini.

Apa itu Epididimitis?

Epididimitis adalah kondisi di mana epididimis mengalami peradangan akibat infeksi atau penyakit menular seksual. Epididimitis sendiri merupakan saluran yang terletak di belakang testis dan menyambungkan testis dengan vas deferens, hingga berlanjut ke saluran ejakulasi, saluran kencing, dan prostat saat ejakulasi. Fungsi saluran ini adalah sebagai tempat penyimpanan sekaligus menyalurkan sperma dari testis menuju uretra. Namun saat seorang pria mengalami epididimitis, saluran tersebut menjadi bengkak sehingga menimbulkan nyeri. Peradangan yang terjadi di epididimitis juga dapat menyebar hingga ke testis yang disebut epididymo-orchitis.

Pria dari segala usia berisiko mengalami penyakit ini, tapi epididimitis paling sering terjadi pada usia 19—35 tahun.

Komplikasi Epididimitis

Epididimitis biasanya ditandai dengan rasa nyeri dan pembengkakan skrotum (kantong pembungkus testis) yang bisa bersifat ringan sampai berat. Kondsi peradangan yang sudah parah bahkan bisa membuat pengidapnya sulit berjalan akibat rasa nyeri yang hebat. Infeksi ini juga bisa berkembang menjadi sangat berat dan menyebar ke area Mr P yang berdekatan. Berikut beberapa komplikasi yang bisa terjadi bila epididimitis sudah parah:

  • Demam.
  • Munculnya abses (bernanah) pada skrotum.
  • Berkurangnya kesuburan.
  • Lapisan kulit skrotum robek.
  • Matinya jaringan testis akibat kekurangan darah (testicular infection).

Cara Mengobati Epididimitis

Itulah sebabnya epididimitis perlu segera ditangani agar peradangan tidak sampai menimbulkan komplikasi. Penanganan epididimitis bertujuan untuk mengatasi infeksi dan meredakan gejala yang timbul. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi obat-obatan. Berikut obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengatasi epididimitis:

  • Antibiotik. Pengidap harus mengonsumsi antibiotik sampai habis, meski kondisi sudah membaik. Hal ini untuk memastikan infeksi sudah benar-benar hilang. Contoh obat antibiotik yang biasanya diresepkan oleh dokter adalah doxycycline dan ciprofloxacin.
  • Obat Pereda Nyeri. Untuk mengurangi rasa nyeri yang timbul akibat epididimitis, dokter bisa meresepkan obat pereda rasa nyeri, seperti parasetamol atau ibuprofen.

Selain dengan obat-obatan, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan pengidap untuk membantu meredakan gejala epididimitis:

  • Beristirahat dengan cara berbaring di ranjang dengan posisi skrotum terangkat (dibantu penopang), minimal selama 2 hari.
  • Kompres skrotum dengan air dingin.
  • Untuk sementara, jangan mengangkat beban yang berat dulu.

Bila obat-obatan tidak mempan untuk mengatasi epididimitis, biasanya dokter akan menganjurkan pengidap untuk melakukan operasi. Prosedur ini juga harus dilakukan bila sudah timbul nanah di dalam epididimis. Pada kasus epididimitis yang lebih parah, tindakan epididimektomi pun terpaksa harus dilakukan, yaitu operasi pengangkatan saluran epididimis.

Bagaimanapun juga mencegah lebih baik daripada mengobati. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah epididimitis terjadi adalah dengan menggunakan kondom bila ingin berhubungan intim atau melakukannya hanya dengan satu orang saja. Pasalnya, bergonta-ganti pasangan atau melakukan hubungan intim yang tidak aman bisa menjadi cara penularan infeksi menular seksual yang bisa menyebabkan epididimitis.

Kalau kamu punya masalah kesehatan alat kelamin, bicarakan saja langsung kepada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Enggak usah malu, kamu bisa menghubungi dokter Halodoc melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: