• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gangguan pada Paru, Ini Cara Deteksi Atelektasis

Gangguan pada Paru, Ini Cara Deteksi Atelektasis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Atelektasis terjadi ketika paru-paru mengalami kolaps total atau parsial. Kondisi ini dimulai ketika kantung udara kecil (alveoli) di dalam paru-paru menjadi kempes atau terisi oleh  cairan alveolar. Atelektasis adalah salah satu komplikasi pernapasan yang rentan terjadi setelah operasi. 

Namun, kondisi ini juga sering menjadi komplikasi masalah pernapasan lainnya, seperti fibrosis kistik, tumor paru-paru, cedera dada, cairan di paru-paru dan kelemahan pernapasan. Menghirup benda asing juga bisa membuat seseorang mengalami atelektasis. Lantas, bagaimana cara mendeteksi atelektasis? Begini cara mendiagnosisnya. 

Baca juga: Perlu Diketahui, Inilah Jenis-Jenis Atelektasis

Cara Mendeteksi Atelektasis

Pemeriksaan dokter dan rontgen dada diperlukan untuk mendiagnosis atelektasis. Namun, ada tes lain yang perlu dilakukan untuk diagnosis dan menentukan tingkat keparahan atelektasis. Melansir dari Mayo Clinic, jenis pemeriksaan yang dibutuhkan, yaitu:

  • CT Scan. CT Scan bisa dibilang teknik pemindaian yang lebih sensitif dan akurat daripada sinar-X. CT Scan terkadang dapat mendeteksi penyebab dan jenis atelektasis lebih baik.

  • Oksimetri. Tes sederhana ini menggunakan alat kecil yang diletakkan di salah satu jari untuk mengukur kadar oksigen dalam darah. Hal ini membantu menentukan tingkat keparahan atelektasis.

  • Ultrasonografi Thorax. Tes non-invasif ini membantu membedakan antara atelektasis, pengerasan dan pembengkakan paru-paru akibat cairan di kantong udara (konsolidasi paru-paru) dan efusi pleura.

  • Bronkoskopi. Bronkoskopi dilakukan dengan memasukan tabung fleksibel ke tenggorokan yang memungkinkan dokter untuk melihat penyebab penyumbatan, seperti sumbat lendir, tumor atau benda asing. Prosedur ini dapat digunakan untuk menghilangkan penyumbatan.

Jika kamu mengalami gejala yang mirip dengan atelektasis dan ingin memeriksakannya lebih lanjut, kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc sebelum mengunjungi rumah sakit. Melalui Halodoc, kamu dapat mengetahui estimasi waktu giliran masuk, sehingga kamu tidak harus duduk lama-lama di rumah sakit. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Baca juga: Mengapa Bayi Prematur Rentan Alami Atelektasis?

Bagaimana Perawatan Atelektasis?

Mengobati atelektasis tergantung pada penyebab dan seberapa parah gejala yang dialami. Perawatannya dapat meliputi bedah dan non-bedah. Perawatan non-bedah dapat meliputi:

  • Fisioterapi dada. Fisioterapi dada dilakukan dengan menggerakkan tubuh ke posisi yang berbeda dan menggunakan gerakan mengetuk, getaran, atau mengenakan rompi bergetar untuk membantu melonggarkan dan mengeringkan lendir. 

  • Bronkoskopi. Selain untuk diagnosis, bronkoskopi dapat digunakan untuk menghilangkan benda asing atau membersihkan sumbat lendir. 

  • Latihan pernapasan. Latihan pernapasan dilakukan dengan menggunakan perangkat spirometer insentif, yang memaksa pengidap untuk menarik napas dalam-dalam dan membantu membuka alveoli.

  • Drainase. Jika atelektasis disebabkan oleh pneumotoraks atau efusi pleura, dokter perlu mengalirkan udara atau cairan dari dada dengan memasukkan jarum ke punggung, di antara tulang rusuk dan ke dalam kantong cairan. Untuk menghilangkan udara, dokter perlu memasukkan tabung plastik, yang disebut tabung dada untuk menghilangkan udara atau cairan tambahan. Pada kasus yang lebih parah, tabung dada perlu dibiarkan selama beberapa hari.

Baca juga: Bukan Tanpa Sebab, Ini Cara Mencegah Atelektasis

Pada kasus yang sangat jarang, pengidap atelektasi perlu mengangkat area kecil atau lobus paru-paru. Ini biasanya hanya dilakukan setelah setelah semua opsi perawatan tidak berpengaruh atau dalam kasus yang paru-paru yang mengalami luka permanen.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Atelectasis.
Healthline. Diakses pada 2020. Atelectasis.