11 February 2019

Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap Sindrom Metabolik

Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap Sindrom Metabolik

Halodoc, Jakarta - Sindrom metabolik bukan salah satu jenis penyakit, melainkan sekumpulan kondisi yang terkait dengan gangguan metabolisme. Sindrom metabolik bisa merusak pembuluh darah pengidapnya dan meningkatkan risiko penyakit diabetes, serangan jantung, stroke, demensia, penyakit ginjal, perlemakan hati, gangguan penglihatan, dan penyakit lainnya.

Baca Juga: Terlalu Lama Tidur Siang Bisa Sebabkan Sindrom Metabolik, Benarkah?

Ketahui Faktor Risiko Sindrom  Metabolik

Berikut beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik:

  • Obesitas dengan ukuran pinggang lebih dari 35 inci untuk wanita dan 40 inci untuk pria.

  • Tekanan darah lebih dari 130/85 mmHg.

  • Tingkat trigliserida lebih dari 150 mg/dL.

  • Kadar lipoprotein densitas tinggi (HDL) di bawah 50 mg/dL untuk wanita dan 40 mg/dL untuk pria

  • Kadar glukosa darah puasa lebih besar dari 100 mg/dL

Gaya Hidup Sehat Bagi Pengidap Sindrom Metabolik

Gaya hidup sehat perlu diterapkan bagi pengidap sindrom metabolik. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko berbagai penyakit yang ditimbulkan dari kondisi ini. Mengonsumsi makanan dan minuman yang tepat menjadi salah satu bagian pola hidup yang sehat. Berikut jenis-jenis makanan yang aman untuk pengidap sindrom metabolik:

1. Makanan Berserat

Makanan berserat membantu pengidap sindrom metabolik menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Serat berguna untuk mengurangi lipoprotein densitas rendah (LDL) yang dikenal sebagai "kolesterol jahat". Serat juga membantu menyeimbangkan kadar gula darah. Wanita pengidap sindrom metabolik disarankan mengonsumsi setidaknya 25 gram serat per hari, sedangkan pria 38 gram serat per hari. Makanan berserat yang disarankan meliputi buah dan sayuran segar, gandum, kacang-kacangan, beras merah, dan bubuk kayu manis.

2. Kalium

Makanan kaya kalium berfungsi membantu menyeimbangkan tekanan darah. Mineral sehat ini membantu jantung melawan efek natrium yang meningkatkan tekanan darah. Makanan sumber kalium antara lain pisang, jeruk, blewah, sawi, kacang edamame, kacang hitam, jamur, kentang, tomat, dan yogurt.

3. Asam Lemak Omega 3

Asam lemak omega-3 berfungsi meningkatkan kadar kolesterol baik (high density lipoprotein/HDL). Zat ini membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Lemak sehat ini dapat ditemukan pada biji-bijian, minyak zaitun, kacang-kacangan, alpukat, ikan salmon, ikan sarden, ikan tuna, dan ikan kembung.

Baca Juga: Mitos atau Fakta, Sindrom Metabolik Berbahaya bagi Otak

Pantangan Makanan Bagi Pengidap Sindrom Metabolik

Ada pula jenis-jenis makanan yang bisa menyebabkan sindrom metabolik memburuk, sehingga perlu dihindari. Antara lain:

1. Makanan Manis

Termasuk yang terkandung dalam karbohidrat sederhana. Gula sering disamarkan dengan nama kimianya dalam bungkus makanan dan minuman. Pengidap disarankan untuk membaca kemasan sebelum membeli makanan atau minuman. Jenis karbohidrat olahan yang mengandung banyak gula di antaranya adalah sirup, permen, kerupuk, soda, atau minuman berkarbonasi lainnya.

2. Lemak Trans

Sebagian besar lemak trans ditambahkan ke makanan olahan untuk memperpanjang umur simpan. Lemak trans meningkatkan kadar kolesterol jahat yang bisa menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Contoh makanan yang mengandung lemak trans adalah gorengan, popcorn, kerupuk, keripik kentang, dan makanan yang dibekukan.

3. Sodium

Mengonsumsi terlalu banyak sodium dapat meningkatkan tekanan darah. Garam mengandung natrium, tetapi ada pula makanan yang rasanya tidak asin mengandung sodium yang tinggi. Makanan yang mengandung sodium sebaiknya dikurangi atau dihindari, seperti kacang asin, daging asap, ikan asap, sayuran kaleng, saus pasta siap kemasan, kecap, keju, dan mi instan.

Baca Juga: 5 Pilihan Camilan Sehat saat Diet

Gaya hidup sehat lain yang dianjurkan pengidap sindrom metabolik adalah mengontrol tekanan darah, menjaga berat badan, rutin berolahraga, serta menjaga kadar kolesterol dan gula darah tetap normal. Selain itu, suplemen juga dibutuhkan untuk menjaga imunitas pengidap sindrom metabolik.

Jika masih ada pertanyaan seputar gaya hidup sehat pengidap sindrom metabolik, jangan ragu bertanya pada dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di Halodoc untuk bertanya pada dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!