Gaya Hidup Sehat untuk Pengobatan Hipertensi Sekunder

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Gaya Hidup Sehat untuk Pengobatan Hipertensi Sekunder

Halodoc, Jakarta – Rutin berolahraga memberikan dampak positif bagi kesehatan. Manfaat yang bisa kamu dapat di antaranya adalah meningkatkan daya berpikir dan konsentrasi serta membuat tubuh menjadi lebih bugar.

Baca juga: Nefropati Diabetik Bisa Picu Hipertensi Sekunder, Benarkah?

Tidak hanya itu, rutin berolahraga juga dapat menghindari kamu dari berbagai gangguan kesehatan, salah satunya adalah penyakit hipertensi sekunder. Ketahui lebih banyak mengenai penyakit hipertensi sekunder agar dapat melakukan pencegahan lebih dini terhadap gangguan kesehatan pada tekanan darah.

Ketahui Gangguan yang Menyebabkan Hipertensi Sekunder

Hipertensi merupakan penyakit yang terjadi ketika kamu memiliki kondisi tekanan darah yang cukup tinggi. Sedangkan hipertensi sekunder adalah kondisi ketika tekanan darah tinggi disebabkan karena adanya penyakit tertentu.

Ada berbagai macam penyakit yang menyebabkan seseorang mengalami hipertensi sekunder, salah satunya adalah penyakit ginjal. Ginjal menghasilkan hormon yang mengatur tekanan darah atau yang dikenal dengan renin.

Ketika seseorang mengalami gangguan pada ginjal, maka hormon renin juga terganggu. Kondisi ini yang menyebabkan tekanan darah meningkat. Tidak hanya gangguan ginjal, gangguan kesehatan pada kelenjar adrenal menyebabkan hormon renin dalam tubuh mengalami gangguan.

Seseorang yang mengalami gangguan pada kelenjar adrenal memiliki gangguan pada jumlah hormon yang diproduksi. Kelebihan jumlah hormon renin juga memengaruhi tekanan darah seseorang.

Nyatanya, hipertensi sekunder jarang menyebabkan gejala pada pengidapnya. Biasanya, gejala yang muncul disebabkan karena gangguan kesehatan yang menyebabkan seseorang mengalami hipertensi sekunder. Hipertensi sekunder ditemukan ketika seseorang melakukan pemeriksaan terhadap gangguan kesehatan yang dialami sebelumnya.

Baca juga: Hipertensi Sekunder dan Hipertensi Primer, Apa Bedanya?

Ketahui perbedaan hipertensi sekunder dengan hipertensi primer, yaitu:

  1. Hipertensi sekunder muncul secara mendadak pada seseorang yang memiliki rentang usia 30 hingga 50 tahun. 

  2. Hipertensi sekunder muncul meskipun pengidap tidak memiliki riwayat keluarga dengan kondisi hipertensi sebelumnya.

  3. Terkadang hipertensi muncul disebabkan seseorang mengalami kelebihan berat badan, namun hipertensi sekunder dapat muncul meskipun pengidap tidak memiliki kelebihan berat badan.

Tidak ada salahnya untuk segera kunjungi rumah sakit terdekat untuk rutin memeriksa tekanan darah agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan. Dengan rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah tentu lebih mudah untuk menangani kondisi penyakit lebih dini.

Gaya Hidup Sehat Hindari Hipertensi Sekunder

Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan ketika mengalami beberapa tanda dari hipertensi sekunder, seperti tes darah, tes urine maupun tes elektrokardiogram. Setelah dipastikan kamu mengalami gangguan hipertensi sekunder, sebaiknya segera atasi kondisi ini agar tidak menimbulkan komplikasi pada kesehatan.

Baca juga: Perlu Tahu, Tanda-Tanda Terkena Hipertensi Sekunder

Gagal ginjal dan gangguan penglihatan menjadi komplikasi yang perlu diwaspadai dari kondisi hipertensi sekunder. Yuk, lakukan gaya hidup sehat untuk pencegahan hipertensi sekunder dengan rutin lakukan olahraga, mengatur pola makan dengan mengonsumsi makanan yang tinggi serat dan rendah lemak. Kamu bisa pilih untuk perbanyak konsumsi buah maupun sayur agar kebutuhan serat dalam tubuh terpenuhi.

Hindari kondisi kelebihan berat badan yang memicu hipertensi, batasi asupan alkohol dan rokok serta jangan lupa mengatur tingkat stres. Dengan melakukan gaya hidup yang lebih sehat, kamu bisa menghindari kondisi hipertensi sekunder dan menjalani hidup lebih baik. 

Referensi:
MayoClinic (2019). Secondary Hypertension
WebMD (2019). Secondary Hypertension