Nefropati Diabetik Bisa Picu Hipertensi Sekunder, Benarkah?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
nefropati-diabetik-bisa-picu-hipertensi-sekunder-benarkah-halodoc

Halodoc, Jakarta – Selama ini, banyak orang hanya tahu penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi disebabkan oleh kebanyakan makan garam atau gaya hidup yang tidak sehat. Namun, hipertensi ternyata juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu lho. Jenis hipertensi ini dinamakan hipertensi sekunder. Nah, salah satu penyakit yang diduga bisa memicu terjadinya hipertensi sekunder adalah nefropati diabetik. Tapi, benarkah demikian? Yuk, simak penjelasannya di sini.

Hipertensi sekunder adalah jenis hipertensi yang disebabkan oleh penyakit tertentu. Kondisi ini berbeda dengan penyakit darah tinggi pada umumnya yang penyebabnya seringkali tidak diketahui (hipertensi primer). Jadi, hipertensi sekunder tidak bisa diobati hanya dengan sekadar mengubah gaya hidup dan mengonsumsi obat antihipertensi, melainkan penyebabnya perlu diobati terlebih dahulu.

Baca juga: Perlu Tahu, Tanda-Tanda Terkena Hipertensi Sekunder

Apa Penyebab Hipertensi Sekunder?

Ada banyak kondisi kesehatan yang bisa menjadi penyebab hipertensi sekunder. Salah satunya penyakit ginjal. Hal ini karena ginjal adalah organ yang berperan dalam menghasilkan hormon yang mengatur tekanan darah (renin). Bila ginjal mengalami masalah, maka produksi hormon renin juga akan terganggu, sehingga tekanan darah meningkat. 

Nah, salah contoh penyakit ginjal yang bisa menyebabkan hipertensi sekunder adalah nefropati diabetik. Ini adalah penyakit ginjal yang disebabkan oleh diabetes. Nefropati diabetik bisa dialami baik oleh pengidap diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2. Semakin lama seseorang mengidap diabetes, semakin tinggi juga risikonya terkena nefropati diabetik. Selain nefropati diabetik, penyakit ginjal lainnya yang bisa menyebabkan hipertensi sekunder adalah penyakit ginjal polikistik dan glomerulonefritis. 

Gangguan pada kelenjar adrenal juga bisa menyebabkan hipertensi sekunder. Kelenjar adrenal adalah kelenjar yang berperan dalam memproduksi hormon yang juga membantu mengendalikan tekanan darah. Bila terjadi masalah, kelenjar adrenal akan memproduksi hormon secara berlebihan, sehingga tekanan darah pun meningkat. Jenis-jenis gangguan pada kelenjar adrenal yang bisa terjadi, antara lain:

Hipertensi sekunder juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan lain, seperti penyakit kelenjar tiroid dan paratiroid, sleep apnea, dan koarktasio aorta. 

Obesitas juga sering dikaitkan dengan hipertensi sekunder, karena seiring peningkatan berat badan, jumlah darah yang bersirkulasi di dalam tubuh pun juga akan meningkat. Hal ini bisa menambah tekanan pada dinding arteri yang juga meningkatkan tekanan darah. 

Konsumsi obat-obatan dan suplemen tertentu juga diketahui bisa meningkatkan tekanan darah pada sebagian orang. Beberapa obat-obatan yang bisa memicu hipertensi sekunder adalah pil KB, antidepresan, dan obat antiinflamasi nonsteroid.

Kondisi kehamilan juga bisa menyebabkan seorang wanita mengalami peningkatan tekanan darah, baik pada wanita yang sudah mengalami hipertensi sebelumnya, ataupun pada wanita yang memiliki tekanan darah normal.

Baca juga: 4 Pemeriksaan Medis untuk Diagnosis Hipertensi Sekunder

Pengobatan untuk Nefropati Diabetik

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, cara efektif untuk mengobati hipertensi sekunder adalah dengan mengobati penyebab penyakit yang mendasarinya. Bila hipertensi sekunder yang kamu alami disebabkan oleh nefropati diabetik, pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi obat-obatan berikut:

  • Obat penghambat enzim dan pengubah angiotensin (ACE inhibitor) atau ARB (angiotensin II receptor blocker), yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah tinggi sekaligus menahan bocornya albumin ke urine.

  • Obat penurun kolesterol, seperti statin yang mampu menangani kolesterol tinggi yang merupakan salah satu faktor risiko nefropati diabetik.

  • Insulin untuk menurunkan kadar gula darah.

Perlu diketahui, nefropati diabetik tidak bisa disembuhkan secara total. Jadi, pengobatan di atas hanya bisa mengendalikan kadar gula darah dan tekanan darah tinggi, sehingga kondisinya tidak semakin parah. Selain konsumsi obat-obatan, dokter juga akan mengajarkan kamu untuk mengatur pola makan dengan lebih ketat, seperti mengurangi asupan garam, membatasi makanan tinggi kalium, dan makanan tinggi fosfor.

Baca juga: Ini Pola Makan untuk Cegah Nefropati Diabetik

Itulah penjelasan tentang nefropati diabetik yang bisa memicu hipertensi sekunder. Kalau kamu ingin mengetahui tentang hipertensi sekunder lebih lanjut, tanyakan saja pada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui melalui fitur Talk to A Doctor untuk bertanya-tanya seputar kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.